
Pagi ini Sheila membawa baby Arnelle ke rumah sakit untuk bertemu dengan Sena.
"Assalamu'alaikum," sapa Sheila dan Steven setelah membuka pintu kamar rawat inap Sena.
"Wa'alaikumsalam," jawab Syafiq dan Sena bersamaan.
"Bunda, Ayah," panggil Sena seraya tersenyum dan bangun dari posisi tidurnya dengan dibantu oleh Syafiq.
"Lihat, Bunda bawa siapa," kata Sheila yang sedang berjalan menghampiri hospital bed Sena.
"Arnelle," lirih Sena dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Sheila kemudian mengangsurkan baby Arnelle yang sedang tertidur pulas dan memberikannya kepada Sena yang sedang terduduk di hospital bednya.
Sena menggendong putri kecilnya itu kemudian menciumnya penuh sayang. Air mata Sena seketika mengalir begitu mencium putrinya itu. Merasa masih belum cukup, Sena pun kembali menciumi baby Arnelle dengan lembut. Rasa haru dirasakan oleh Syafiq, Sheila, dan Steven melihat pertemuan ibu dan anak di hadapannya tersebut.
Baby Arnelle yang sedikit terusik karena ciuman-ciuman dari Mama-nya pun kemudian menggeliatkan tubuhnya pelan. Mulut bayi kecil itu mengecap-ngecap seakan mencari sumber makanannya.
"Eh, cucu cantiknya nenek laper ya? Haus ya, sayang?" tanya Sheila seraya mengusap kepala baby Arnelle.
"Kayaknya iya nih, Bun," jawab Sena.
"Udah dibersihin belum sayang payu dara kamu?" tanya Sheila kepada Sena.
"Udah, Bun. Tadi dibantuin sama perawat. Udah diajarin cara mijitnya juga. Dan alhamdulillah ini udah mulai keluar ASI-nya," jawab Sena.
"Syukurlah kalau gitu. Jadi kamu udah bisa langsung nyusuin putri kamu," balas Sheila
"Kita ke sofa dulu, kak," ajak Steven kepada Syafiq, menyadari bahwa Sena membutuhkan ruang untuk menyusui bayinya.
"Kakak harus pergi juga nih? Kan kakak udah pernah lihat semuanya," protes Syafiq.
"Kakak!" geram Sheila.
Syafiq justru tertawa.
__ADS_1
"Wkwkwk,,, iya deh Bun, iya. Bercanda doang juga," kata Syafiq cengengesan.
Syafiq kemudian mengikuti langkah Steven di depannya yang sedang menggelengkan kepalanya beberapa kali, tidak habis pikir dengan kejahilan putranya yang seperti sudah mendarah daging itu.
Sheila lalu menarik tirai pembatas di sebelah hospital bed Sena untuk menutupi area tempat tidur yang sedang digunakan oleh Sena tersebut. Setelah tirai tertutup Sheila kemudian membantu Sena untuk mulai menyusui baby Arnelle untuk yang pertama kalinya.
"Bismillah hirrohmaan nirrohiim," lirih Sena sebelum akhirnya memasukkan pu ting payu daranya ke dalam mulut kecil baby Arnelle.
Baby Arnelle pun segera menyambut sumber makanannya tersebut dan langsung menyedotnya dengan penuh semangat.
"Sssttt, pelan-pelan sayang," kata Sena dengan sedikit meringis.
"Perih ya, Sen? Lidah bayi baru lahir memang masih sedikit kasar," tanya Sheila sekaligus menjelaskan.
"Enggak begitu kok, Bun. Cuma agak khawatir kalau nanti Arnelle kesedak aja. Kuat banget ini dia nyedotnya," jawab Sena dengan tersenyum kecil.
"Eh, iya tuh, kuat banget itu nyedotnya. Minum langsung dari Mama-nya makanya semangat banget ya, Dek," balas Sheila juga.
Kedua wanita cantik berbeda generasi itupun kemudian tertawa bersamaan.
"Alhamdulillaah, Bun. Semua karena do'a dari Bunda dan yang lainnya juga, makanya Sena bisa melewati masa kritis itu dan kembali sadar. Terima kasih banyak ya, Bun. Sena beruntung banget memiliki Bunda dan keluarga besar kita. Maaf ya Bun, Sena udah ngerepotin Bunda dan yang lainnya juga untuk ngurusin baby Arnelle selama Sena koma," kata Sena yang merasa sangat bersyukur sekaligus menyesal karena sudah merepotkan.
"Kamu jangan berkata seperti itu, sayang. Kamu nggak perlu bilang terima kasih, apalagi minta maaf seperti tadi. Semuanya itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai satu keluarga untuk saling membantu dan saling mendo'akan. Jadi nggak ada kata merepotkan seperti itu, sayang. Jangan dipikirin lagi, yang penting kamu harus semangat untuk segera sehat kembali, ya sayang," kata Sheila bijak.
"Iya Bun," balas Sena seraya tersenyum.
πΊπΊπΊ
Siang harinya, Sonia dan Safa juga datang menjenguk Sena. Kali ini kedua ibu muda itu sengaja datang berdua dan tidak membawa putra-putra mereka. Baby Arshaka dan baby Arvin mereka tinggal di rumah bersama dengan Suci dan juga Sheila. Sonia dan Safa sudah tidak sabar untuk segera bertemu langsung dengan Sena.
"Alhamdulillaah Sen, Mbak seneng banget akhirnya kamu udah sadar kembali," kata Sonia seraya memeluk Sena.
"Iya Mbak, alhamdulillaah," balas Sena.
Setelah Sonia melepaskan pelukannya, giliran Safa yang sekarang memeluk Sena.
__ADS_1
"Safa juga seneng banget, kak. Akhirnya kak Sena sudah berhasil melewati masa kritis kakak dan sadar kembali," kata Safa.
"Iya Sa, kakak juga seneng banget. Terima kasih banyak ya untuk do'a dan bantuan kalian selama ini," balas Sena juga.
"Nggak perlu bilang terima kasih kayak gitu, Sen. Kita kan keluarga," kata Sonia mengingatkan.
"Hehe, iya Mbak, maaf," sesal Sena.
"Eh, lihat So, Arnelle pules banget boboknya," kata Safa setelah melihat baby Arnelle yang tertidur dengan lelapnya di dalam boks bayi di sebelah hospital bed Sena.
"Iya tuh, Sa, pules banget. Udah dari tadi itu, Sen?" balas Sonia seraya bertanya kepada Sena.
"Lumayan Mbak. Kenyang minum ASI terus langsung bobok dia," jawab Sena.
"Hmh, udah dapet ASI langsung dari Mama-nya, makanya boboknya pules banget gitu," kata Safa.
"Langsung mau nyusu kan Sen tadi Arnelle nya?" tanya Sonia.
"Alhamdulillaah langsung mau, Mbak. Kuat banget malah dia nyusunya," jawab Sena.
"Syukurlah kalau gitu. Kemarin pas kita susuin juga alhamdulillah Arnelle langsung mau. Ya walaupun minumnya seperlunya dia aja, nggak kuat banget kayak Arshaka atau Arvin pas nyusu ke kita," kata Sonia lagi.
"Mungkin karena Arnelle seneng akhirnya bisa minum ASI dari Mama-nya langsung makanya nyusunya kuat banget, ya Dek ya," balas Safa juga seakan-akan mengajak bicara baby Arnelle yang sebenarnya sedang tertidur.
"Apa iya kayak gitu, Sa?" tanya Sena tidak percaya.
"Bisa jadi kan, kak. Aaahhh, nggak mau tau, pokoknya Arnelle putri kita berdua juga. Iya kan, So? Soalnya kita berdua juga pernah nyusuin Arnelle loh kemarin," kata Safa.
Sena dan Sonia tertawa kecil mendengar perkataan Safa tersebut.
"Iya-iya, Sa. Arnelle putri kamu sama Mbak Sonia juga. Jadi Arnelle punya satu Mama dan dua Bunda. Sama juga kayak Arshaka dan Arvin. Mereka berdua juga putra aku. Jadi mereka berdua juga punya satu Mama dan dua Bunda juga," balas Sena.
"Nah, itu baru betul banget," kata Safa membenarkan.
Ketiga wanita cantik itupun kemudian tertawa bersamaan.
__ADS_1