
Akhir pekan ini keluarga Max dan Sylvia menggelar acara pesta resepsi pernikahan Sammy dan Hana di ballroom hotel yang dulu juga digunakan untuk pesta resepsi pernikahan Adrian dan Safa. Akhirnya Sammy dan Hana pun menyusul meresmikan hubungan mereka berdua ke jenjang pernikahan.
Acara ijab kabul telah berjalan dengan lancar siang tadi. Kemudian dilanjutkan dengan acara pesta resepsi pernikahan pada malam hari ini. Rangkaian acara pesta juga alhamdulillaah berjalan dengan lancar dan meriah.
Saat ini para tamu undangan sedang mengantri untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai pengantin di atas singgasana pelaminan mereka. Tentu saja termasuk Syafiq, Sean, dan sahabat-sahabat mereka yang lainnya.
"Selamat ya, Sammy. Semoga bahagia selalu," ucap Sean seraya memeluk Sammy sekilas.
"Thanks ya, Bang," balas Sammy.
"Selamat Hana sayang," Sonia pun tak kalah antusias memeluk sahabatnya itu cukup lama.
"Semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat. Dan semoga cepat dikaruniai momongan juga ya, aamiin," lanjut Sonia.
"Aamiin Yaa robbal 'aalamiin. Makasih banyak ya Sonia sayang," balas Hana juga, sumringah.
"Selamat menempuh hidup baru ya, kak. Akhirnya nyusul halal juga," ucap Syafiq yang juga memeluk Sammy sekilas.
"Thanks ya, Fiq," balas Sammy.
"Selamat menempuh hidup baru ya, kak Hana. Semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat," ucap Sena seraya memeluk Hana.
"Aamiin. Makasih banyak ya, Sena," balas Hana.
Lanjut di belakang mereka ada Adrian, Safa, Alvin, Raindyta, dan juga sahabat-sahabat mereka yang lainnya. Satu per satu mereka pun juga mengucapkan selamat kepada kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia itu.
Setelah selesai mengucapkan selamat kepada kedua mempelai pengantin tersebut, Sean kemudian mengajak mereka untuk duduk seraya menikmati hidangan pesta pada malam hari itu. Mengingat kondisi Sonia yang sedang hamil muda, tentu saja Sean tidak ingin istri cantiknya itu merasa kelelahan.
Sean, Sonia, Syafiq, Sena, Adrian, Safa, Alvin, Raindyta, Ega, dan Rizal. Mereka berdelapan duduk mengelilingi sebuah meja bersama-sama seraya menikmati hidangan pesta yang disediakan.
"Giliran kalian berdua kapan nih, Vin, Rain?" tanya Sean di sela-sela mereka menikmati hidangan pesta.
"Iya nih, Mas Rian kan udah nikah juga. Jadi Lo juga udah bisa maju dong, Vin," sambung Syafiq juga.
"Do'ain aja ya, Bang, Fiq, semuanya juga. Kami minta do'anya aja, semoga kami berdua juga bisa segera nyusul halal," jawab Alvin mewakili Raindyta yang tersipu malu.
"Aamiin," balas Sean, Syafiq, dan yang lainnya bersamaan.
Obrolan mereka terus berlanjut. Sampai akhirnya, tiba-tiba saja ponsel Syafiq berbunyi nyaring.
"Sorry. Bentar-bentar," ucap Syafiq menyela sekaligus meminta ijin.
Syafiq kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya. Dilihatnya siapa yang menelepon dirinya saat ini.
"Aletta," gumam Syafiq begitu melihat nama Aletta tertera pada layar ponselnya.
__ADS_1
"Angkat aja kak, nggak pa-pa kok. Siapa tau penting," kata Sena, memahami keraguan suaminya itu.
Syafiq melihat ke arah Sena. Dilihatnya istrinya itu tersenyum lembut seraya menganggukkan kepalanya pelan. Syafiq kemudian menggeser tombol hijau pada layar ponselnya itu keatas.
"Speaker, Fiq!" pinta Sean cepat.
Syafiq menganggukkan kepalanya kemudian menekan tombol loud speaker pada ponselnya.
"Assalamu'alaikum," sapa Syafiq.
"Wa'alaikumsalam. Kak Syafiq ..."
Terdengar suara seorang wanita yang sedang panik. Tapi itu bukan suara Aletta. Syafiq dan yang lainnya pun mengerutkan kening mereka.
"Ini siapa?" tanya Syafiq.
"Gue Nina. Sepupunya Aletta yang waktu di restoran kemarin itu."
"Oh. Ada apa?"
"Aletta pingsan kak. Dia juga mimisan lagi. Di apartemen nggak ada siapa-siapa. Gue bingung ini mau gimana. Please kak, tolong kakak kesini sekarang juga, ya."
Syafiq dan yang lainnya sama-sama terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Nina tadi.
"Kenapa nggak langsung dibawa ke rumah sakit aja?" tanya Syafiq lagi, tetap tenang.
"Sorry, tapi gue ---"
Sena memegang lengan Syafiq, menghentikan perkataan suaminya itu.
"Nggak pa-pa," lirih Sena.
Syafiq menggelengkan kepalanya tegas dengan raut wajah garang.
Sean memahami posisi Sena yang sedang mencoba untuk berlapang dada, menolong demi rasa kemanusiaan. Tetapi Sean juga salut dengan ketegasan penolakan dari Syafiq yang tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman lagi dan seolah memberi harapan kepada Aletta.
Sean kemudian melihat ke arah Ega dan Rizal. Seakan mengerti maksud dari tatapan Bos nya itu, Ega dan Rizal sama-sama menganggukkan kepala mereka pelan.
"Biar saya sama Rizal aja, Bos," kata Ega sedikit pelan, agar tidak terdengar dalam panggilan yang masih berlangsung.
"Iya, Bos. Biar kita berdua aja," imbuh Rizal juga sama pelannya.
Menghembuskan nafasnya lega, Syafiq pun akhirnya menganggukkan kepalanya, mengiyakan.
"Sorry Nin, gue lagi ada acara keluarga yang nggak bisa gue tinggalin. Tapi ini Ega sama Rizal mau kesitu. Biar mereka berdua yang bantuin Lo bawa Aletta ke rumah sakit, ya," kata Syafiq tegas.
__ADS_1
"Oh, gitu ya kak. Y-ya udah deh, nggak pa-pa kak. Yang penting Aletta bisa cepet dibawa ke rumah sakit."
"Oke. Gue tutup kalau gitu. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Tut.
Syafiq mematikan sambungan telepon mereka.
"Ya udah, kalau gitu saya sama Rizal berangkat sekarang ya, Bos," kata Ega.
"Oke. Thanks banget ya, Ga, Zal," ucap Syafiq.
"Sama-sama Bos," balas Ega dan Rizal bersamaan.
"Kami permisi dulu semuanya. Assalamu'alaikum," pamit Ega dan Rizal.
"Wa'alaikumsalam," balas Syafiq dan yang lainnya bersamaan.
Ega dan Rizal pun kemudian meninggalkan acara pesta tersebut dan bertolak menuju ke apartemen Aletta.
"Thanks ya, Bang," ucap Syafiq kepada Sean.
"Buat apa?" tanya Sean yang berpura-pura tidak mengerti.
"Ckk," Syafiq berdecak keras. "Gue tau itu tadi karena Abang."
"Abang cuma mencoba mencarikan jalan tengah aja. Dan kebetulan Ega sama Rizal paham maksud Abang. Jadi ya udah, mereka sepakat sendiri," kata Sean.
"Apapun itu, pokoknya gue ucapin makasih banget ke Abang," kata Syafiq lagi.
"Sama-sama," balas Sean.
Sonia tersenyum lembut kemudian menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Sean, bangga dengan kebijaksanaan suaminya itu. Hal yang sama pun juga diakui oleh Adrian, Alvin, dan yang lainnya. Bisa dibilang Sean memang yang paling bijaksana di antara mereka semua.
Syafiq dan Sena pun juga tersenyum seraya saling berpandangan. Syukurlah masalah bisa selesai tanpa harus menyebabkan kesalahpahaman lagi.
..._ _ _ _ _ _ _...
Hana 😘😘😘
Kak Nuya nikahin kamu sama Sammy disini ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Semoga segera menyusul halal juga di dunia real ya sayang, semoga disegerakan bertemu dengan jodohnya, seperti Sheila dan kak Zhang,,, semoga disegerakan untuk bisa menggenapkan separuh iman kamu ya Dek, aamiin Yaa robbal 'aalamiin 🤲
__ADS_1
# Bagi yang mau mampir ke novel adek online ku @Hana Hikari boleh banget ya 😊
Ada Aara Bukan Lara dan juga Kita Tanpa Aku 😘