
Siang ini diadakan acara syukuran aqiqah untuk baby Shakila Arnelle Setyo Aji di rumah Steven. Dan sesuai dengan rencana kemarin, hari ini Bima menggantikan Syafiq untuk menunggui Sena di rumah sakit. Sementara Bella, Vira, dan Azka ikut hadir dalam acara aqiqah baby Shakila tersebut, begitu juga dengan seluruh keluarga besar yang lainnya.
Acara yang dipimpin oleh Abah Rohmat itu berjalan dengan lancar dan khidmat. Dan setelah acara pemotongan rambut secara simbolis selesai, Abah Rohmat kemudian memimpin do'a untuk kebaikan baby Shakila kedepannya.
Setelah do'a untuk baby Shakila selesai, lagi dan lagi, Abah Rohmat juga memimpin do'a untuk meminta kesembuhan untuk Sena, Mama dari baby Shakila yang sampai saat ini masih terbaring koma di rumah sakit.
Semua yang hadir dalam acara tersebut pun mengangkat kedua tangan mereka. Menengadah, memohon dengan tulus dan penuh harap kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
"Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman.”
Artinya : "Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit." (HR. Bukhari)
"Amsihil ba’sa rabbannaasi biyadikas syifaa’u laa kaasyifa lahu illa anta."
Artinya: "Hilangkanlah rasa sakit wahai Rabb manusia, di tangan-Mu lah segala kesembuhan, dan tidak ada yang dapat menyingkap penyakit tersebut melainkan Engkau." (HR. Bukhari Muslim).
"As alullaahal 'azhiim rabbal 'arsyil 'azhiim an yasyfiyaka."
Artinya: “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung semoga Dia menyembuhkanmu.”
Setelah membaca do'a terakhir sebanyak tujuh kali, Abah Rohmat kemudian mengakhiri do'anya dengan mengajak semua yang hadir dalam acara tersebut untuk membaca surat Al Fatihah bersama.
"Al Fatihah. A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim. Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Aamiin."
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Kabulkanlah do'a kami.
__ADS_1
"Aamiin Yaa robbal 'aalamiin," ucap semua orang seraya mengusap wajah mereka dengan kedua tangan yang tadi mereka gunakan untuk berdo'a.
Semua orang sangat berharap agar semua do'a yang telah mereka panjatkan tadi dapat segera didengar dan diijabah oleh Allah SWT. Mereka semua sangat berharap untuk kesembuhan Sena, agar Sena dapat segera kembali sadar dari komanya dan sehat kembali seperti sedia kala.
🌺🌺🌺
Dan seperti sebuah keajaiban, kekuatan do'a yang telah dipanjatkan oleh semua orang dengan hati yang tulus dan penuh harap itu nampaknya benar-benar telah didengar oleh Allah SWT.
Secara perlahan-lahan Sena mulai menunjukkan tanda-tanda kesadarannya. Bima yang terkejut ketika mengetahui tangan Sena yang mulai bergerak perlahan kemudian segera memanggil dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dan ketika Bima disuruh untuk menunggu diluar terlebih dahulu, Bima pun segera menggunakan kesempatan itu untuk menghubungi Syafiq.
"Assalamu'alaikum. Ada apa, Pa?" tanya Syafiq memburu, merasa khawatir karena Bima tiba-tiba menghubunginya.
"Wa'alaikumsalam. Sena mulai menunjukkan tanda-tanda kesadarannya, Fiq. Sekarang dokter sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut," jawab Bima antusias.
"Oke, Fiq. Kamu hati-hati ya. Assalamu'alaikum."
"Iya, Pa. Wa'alaikumsalam."
🌺🌺🌺
Tut.
Syafiq mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Ada apa, kak?" tanya Sheila yang sedang berdiri di sebelah Syafiq dengan menggendong baby Shakila.
"Kata Papa Bima, Sena sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kesadarannya, Bun," jawab Syafiq bersemangat.
"Syukur alhamdulillah," pekik bahagia Sheila, Sonia, Safa, dan yang lainnya juga.
"Kakak ke rumah sakit sekarang ya, Bun," ijin Syafiq.
"Iya, kak," balas Sheila.
"Ayah ikut, Fiq," kata Steven.
"Abang juga," sambung Sean.
"Kami juga ikut ya, Fiq," kata Bella juga, mewakili Vira dan Azka yang juga ikut menganggukkan kepala di sebelahnya.
"Oke. Ayo kita berangkat sekarang juga," balas Syafiq mengiyakan. "Kakak titip baby Shakila ya, Bun," kata Syafiq beralih kepada Sheila.
"Iya, kak. Kakak tenang aja. Ada Sonia dan Safa, juga yang lainnya yang bantuin Bunda jagain baby Shakila. Jadi kakak nggak perlu khawatir. Segera kabari kalau ada perkembangan terbaru ya, kak," balas Sheila sekaligus berpesan.
"Pasti, Bun. Kakak pergi dulu. Assalamu'alaikum," pamit Syafiq.
Steven, Sean, Bella, Vira, dan Azka pun juga segera berpamitan.
"Wa'alaikumsalam," balas Sheila dan yang lainnya bersamaan.
__ADS_1
Syafiq, Steven, Sean, Bella, Vira, dan Azka kemudian segera meninggalkan acara tersebut dan bergegas menuju ke rumah sakit.