Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Antisipasi


__ADS_3

Syafiq dan Sena sedang berbaring di atas tempat tidur di apartemen mereka. Syafiq mengelus-elus lembut kepala istri cantiknya itu yang saat ini sedang berbantal di dada bidangnya, setelah pertempuran hebat yang mereka berdua lakukan bersama tadi akhirnya selesai.


"Sayang, pokoknya kamu harus inget baik-baik perkataan kakak ini, ya. Semisal nanti kamu dapat berita-berita tentang kakak dan Aletta, apapun dan dari siapapun itu, kamu nggak boleh langsung percaya begitu aja sebelum kamu konfirmasi langsung tentang berita itu sama kakak. Kamu ngerti kan?" pesan Syafiq kepada Sena.


"Iya, kak. Aku ngerti kok. Dan aku juga janji nggak akan langsung percaya dengan berita-berita dari luar. Aku cuma akan percaya sama kak Syafiq aja," janji Sena.


"Bagus. Itu baru istri kakak."


Cup. Syafiq mencium puncak kepala istrinya itu.


"Pokoknya kita harus inget ya, sayang. Seperti nasehat orang tua kita sama kita dulu, komunikasi yang baik dan juga rasa saling percaya di antara kita itu adalah kunci langgengnya hubungan rumah tangga kita. Ya sayang, ya," lanjut Syafiq lagi.


"Iya kak. Aku akan selalu ingat hal itu dengan baik."


"Syukurlah. Kita sama-sama berusaha ya, sayang. Semoga masalah apapun yang akan menghampiri rumah tangga kita, kita bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik," do'a Syafiq.


"Aamiin. Bismillah ya, kak. Semoga kita bisa," balas Sena seraya mengangkat wajahnya dan melihat ke arah suaminya itu.


"Iya, sayang. Kita pasti bisa," kata Syafiq juga.


Keduanya sama-sama tersenyum. Cup. Syafiq kemudian mencium bibir mungil istri cantiknya itu penuh sayang.


🌺🌺🌺


Keesokan harinya.


Alvin dan Ega saat ini sedang duduk di depan meja kerja Syafiq. Syafiq sengaja meminta keduanya untuk menemuinya pagi ini karena ada sesuatu hal yang ingin Syafiq bicarakan kepada mereka berdua.


"Vin, Ga, gue mau minta tolong sama Lo berdua. Tolong Lo berdua bantuin gue untuk ngurusin masalah Aletta, ya," kata Syafiq to the point.


"Bentar-bentar, ini maksudnya bantuin gimana dulu nih?" tanya Alvin yang masih bingung.


"Ya bantuin gue. Jadi nanti kalau Aletta datang buat minta tolong sama gue buat bantuin proses cerainya dia sama suaminya, Lo berdua bantuin gue buat ngurusin itu semua. Gue sengaja mau jaga jarak, kan sekarang gue udah punya istri. Dan gue mau menjaga hati istri gue aja biar nggak terjadi kesalahpahaman lagi. Lo berdua pasti ngertilah," jawab Syafiq menjelaskan.


"Oh, i see. Oke-oke, Lo tenang aja, gue pasti bantuin Lo kok," balas Alvin.

__ADS_1


"Saya juga Bos. Saya pasti bantuin Bos untuk ngurusin masalah Aletta nanti," imbuh Ega.


"Syukurlah. Soalnya jujur aja, gue ada feeling nggak enak tentang masalah ini. Jadi ya, itung-itung antisipasi aja gitu," kata Syafiq menyuarakan kekhawatirannya.


"Sama Bro, gue sama Ega juga udah mikir kayak gitu kemarin. Tapi Lo tenang aja, Bro. Kita berdua pasti bantuin Lo kok," balas Alvin yang diakhiri dengan berjanji.


"Iya Bos. Bos tenang aja. Kita pasti bantuin Bos," sambung Ega.


"Siip. Thanks banget ya sebelumnya," kata Syafiq tulus.


"It's okey. Santai aja, Bro," balas Alvin.


"Sama-sama Bos," Ega pun menjawab bersamaan dengan Alvin.


🌺🌺🌺


Siang harinya, Sean sengaja mengajak Syafiq untuk makan siang bersama dengan dirinya. Selain karena memang ada masalah pekerjaan yang harus mereka bicarakan, Sean juga ingin mewanti-wanti Syafiq mengenai masalah kembalinya Aletta.


"Jadi gimana nih Bang? Menurut Abang masih ada yang perlu untuk ditambahin lagi nggak dalam proposal proyek kita kali ini?" tanya Syafiq setelah Sean selesai membaca rancangan proposal proyek yang dia bawa.


"Oke. Syukurlah kalau gitu," balas Syafiq lega.


"Oh iya Fiq, Abang denger kalau Aletta udah balik ya?" tanya Sean tiba-tiba.


"Abang tau darimana?" Syafiq balik bertanya.


Tidak ada keterkejutan dalam nada bicara Syafiq. Sean bisa mengambil kesimpulan kalau perasaan Syafiq dulu ke Aletta sepertinya sudah benar-benar tidak ada. Dan Sean berharap semoga tebakannya itu benar adanya.


"Dari Alvin sama Ega. Kemarin sore Abang ke kantor, mau bicarain masalah proposal proyek ini sama kamu. Tapi kata Ega kamu sama Sena ijin pulang lebih awal. Kebetulan ada Alvin juga. Dari situ Abang minta mereka buat cerita ke Abang," jawab Sean.


"Ooohhh," balas Syafiq ber-oh ria.


"Jadi?" tanya Sean lagi.


"Ya, gitu deh Bang. Aletta emang udah balik dari Amerika. Dia bilang dia mau cerai sama suaminya. Dan dia minta bantuan ke gue buat bantuin dia."

__ADS_1


"Terus kamu iya-in?"


"Ya gue sih emang ngiyain, Bang. Mengingat pertemanan kami dulu, jadi gue iya-in untuk bantuin dia. Tapi gue juga udah peringatin sama dia, untuk nggak membawa-bawa ataupun mengungkit lagi masalah gue yang dulu sempet suka sama dia. Gue udah tegasin juga sama dia kalau sekarang gue udah nikah sama Sena dan gue sangat mencintai Sena," jawab Syafiq panjang lebar.


"Jadi Sena juga udah tau tentang masalah itu?"


"Udah Bang. Bahkan kemarin gue sengaja nyuruh Sena buat masuk dan nemenin gue. Gue nggak mau Sena jadi salah paham. Selain itu, gue juga mau tegasin ke Aletta kalau sekarang cuma ada Sena aja di hati gue."


"Jadi itu alasan kenapa kemarin Sena ijin buat pulang lebih awal dan kamu juga ngikutin dia?"


"Iya Bang."


"Gimana tanggapan Sena?"


"Ya dia emang sempat cemburu, Bang. Wajar lah Bang, namanya juga cinta. Apalagi ada wanita dari masa lalu suaminya yang kembali, jadi sangat bisa dimaklumi lah rasa cemburu Sena itu. Belum lagi usianya yang masih bisa dibilang labil. Menurut gue sih itu hal yang sangat wajar."


"Terus sekarang?"


"Kemarin gue langsung jelasin semuanya ke Sena kok, Bang. Gue juga udah yakinin Sena kalau Aletta cuma sekedar masa lalu gue aja. Dan saat ini di hati gue cuma ada Sena seorang. Dan alhamdulillah Sena percaya kok, Bang. Gue juga udah wanti-wanti sama Sena, kedepannya kalau ada berita macam-macam, dia nggak boleh langsung percaya begitu saja dengan berita-berita tersebut sebelum dia konfirmasi langsung sama gue."


"Good job. Tapi tetep aja, Abang mau ingetin sama kamu. Kamu boleh bantuin Aletta, tapi kamu juga tetep harus jaga batasan kalian. Ingat, sekarang ada istri kamu, Sena, yang harus kamu jaga hatinya. Dan lagi, entah kenapa tapi Abang ngerasain firasat nggak baik tentang kembalinya Aletta ini," kata Sean yang diakhiri dengan kekhawatiran.


"Kita sepemikiran, Bang. Itu kenapa gue juga udah minta bantuan sama Ega dan Alvin untuk bantuin gue ngurusin masalah Aletta ini. Dan Abang tenang aja, gue janji gue nggak akan pernah nyakitin hati Sena sedikit pun Bang. Gue juga nggak akan ngebiarin Aletta atau siapapun itu untuk nyakitin hati Sena. Abang bisa pegang janji gue," balas Syafiq penuh keyakinan.


"Abang pegang janji kamu. Dan Abang juga yakin kalau kamu pasti akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa menepati janji kamu itu."


"Pasti Bang."


"Kalau ada sesuatu yang bisa Abang bantuin, jangan ragu-ragu untuk minta bantuan sama Abang."


"Oke Bang. Thanks sebelumnya."


"Nggak perlu bilang makasih, itu udah jadi tanggung jawab Abang. Kamu adik Abang," kata Sean seraya menepuk pundak Syafiq.


"Iya Bang," balas Syafiq.

__ADS_1


__ADS_2