Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Rey Pun Jadi Korban


__ADS_3

Akhirnya Syafiq menuruti juga ngidam aneh Sena yang ingin makan berdua bersama dengan Rey. Tetapi dengan syarat Syafiq dan Naura ikut juga, meski mereka berada di meja yang berbeda. Dan tentu saja itu juga adalah syarat dari Rey. Rey tidak ingin sampai terjadi kesalahpahaman, baik antara dirinya dengan Naura, maupun antara Sena dengan Syafiq sendiri.


Bersyukur Sena tidak keberatan dengan syarat yang diajukan oleh Syafiq dan juga Rey tersebut. Bagi Sena, yang penting dia bisa makan berdua bersama dengan Rey dan mengenang kembali masa-masa persahabatannya dulu dengan Rey saat mereka masih menjadi partner satu tim di markas dulu.


Sena dan Rey sudah duduk berhadapan di sebuah meja di restoran ayam bakar favorit mereka berdua sejak dulu. Begitu juga dengan Syafiq dan Naura yang duduk berselang dua meja di sebelah meja Sena dan Rey.


Awalnya Rey sempat merasa canggung duduk berdua bersama dengan Sena, apalagi dengan diawasi oleh Naura, kekasihnya sendiri, dan juga Syafiq, suami Sena sekaligus bosnya di markas. Tetapi lama kelamaan akhirnya Rey larut juga dengan obrolannya bersama dengan Sena. Sena dan Rey mulai mengobrol seperti biasanya saat mereka masih menjadi partner satu tim dulu.


"Gimana hubungan Lo sama Naura? Kapan kalian mau nge-resmi-in hubungan kalian berdua? Awas aja ya kalau sampai Lo cuma mainin sahabat baik gue itu," cecar Sena yang diakhiri dengan ancaman.


"Lo tau gue, nggak mungkin lah gue sampai sejauh ini kalau gue nggak serius. Do'ain aja ya, semoga kita berdua bisa secepatnya nge-resmi-in hubungan kita ini," jawab Rey yakin.


"Aamiin. Do'a gue selalu menyertai kalian berdua," balas Sena.


"Dih, omongan Lo udah kayak orang tua kita aja, Sen, hahaha," Rey tertawa menanggapi perkataan Sena yang terkesan seperti perkataan orang tua itu.


"Asem Lo," kesal Sena.


Keduanya kemudian nampak tertawa bersamaan.


"Lo tuh ya Rey, dulu aja nolak-nolak pas mau gue kenalin sama sahabat gue. Eh, nyatanya sekarang bucin juga kan Lo sama sahabat gue itu," kata Sena balas mengejek Rey.


"Ya dulu kan gue belum tau kalau sahabat yang mau Lo kenalin itu sebaik, secantik, dan seimut Naura. Tau gitu juga gue nggak bakalan nolak kali," balas Rey membela diri.

__ADS_1


"Hilih, gaya Lo, Rey," cibir Sena.


"Sorry deh, sorry. Oh iya, kandungan Lo gimana, sehat kan?" tanya Rey kemudian, mencari topik pembicaraan lain.


"Alhamdulillaah sehat kok. Kemarin habis periksa ke dokter juga. Dan katanya gue udah boleh datang ke toko kue lagi, tapi tetep nggak boleh kerja yang berat-berat, gitu kata dokternya," jawab Sena.


"Syukurlah kalau gitu. Gue do'ain semoga Lo dan bayi Lo sehat selalu dan lancar sampai lahiran nanti ya, aamiin," do'a Rey juga.


"Aamiin. Thanks ya, Rey," balas Sena.


Tidak lama kemudian pesanan makanan mereka pun sampai. Sena dan Rey, juga Syafiq dan Naura, mereka pun kemudian mulai menyantap makanan pesanan mereka tersebut dengan lahap.


Sesaat kemudian tiba-tiba saja Sena menyendok sambal beberapa kali dan menaruhnya di atas piring milik Rey.


Rey tidak bisa makan sambal terlalu banyak, dan Sena tau benar akan hal itu. Itu kenapa Rey begitu kaget ketika melihat Sena menaruh beberapa sendok sambal ke atas piringnya.


"Lo itu cowok Rey. Jangan cemen deh. Cuman sambel doang juga," jawab Sena enteng.


"Tapi Sen, gue kan ---"


"Sssttt, diam. Nggak menerima protes. Gue nggak mau tau, pokoknya Lo harus habisin semua yang ada di piring Lo ini," tegas Sena.


Wajah Rey sudah berubah menjadi pucat pasi. Melihat Rey yang hanya terdiam, Sena kemudian mengambil inisiatif. Sena menyendok nasi, ayam, dan sambal di atas piring Rey kemudian menyodorkannya ke hadapan mulut Rey.

__ADS_1


"Buka mulut Lo!" perintah Sena.


"Sen,,," lirih Rey memohon.


"Ckk. Buruan, buka mulut Lo!!!" ulang Sena galak.


Syafiq merasa heran melihat wajah Rey yang semakin pucat pasi. Dan ketika dengan sangat terpaksa Rey akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari Sena, Syafiq semakin merasa heran ketika mendengar Naura yang duduk di depannya seketika menyemburkan tawanya.


"Lo kenapa jadi ketawa gitu, Nau? Terus si Rey juga kenapa itu? Kok kayak ketakutan gitu, sampai pucat banget wajah dia," tanya Syafiq heran.


"Kak, Mas Rey itu paling nggak bisa makan pedes kebanyakan. Bisa diare dia nanti," jawab Naura.


"Lah, emangnya Sena nggak tau masalah itu?" tanya Syafiq lagi.


"Ya tau lah kak. Nggak mungkin dong Sena nggak tau kebiasaan sahabatnya sendiri," jawab Naura masih dengan tertawa kecil.


"Lah, terus kenapa dia sengaja nyuapin Rey sambel sebanyak itu?" bingung Syafiq.


"Hahahaha, kayaknya itu efek dari ngidamnya Sena yang aneh-aneh itu deh, kak," jawab Naura yang semakin tidak bisa menahan tawanya.


Syafiq pun akhirnya ikut tertawa bersama dengan Naura setelah menyadari bahwa Rey pun ternyata juga menjadi korban dari ngidam aneh istri cantiknya itu.


Sementara Rey hanya bisa pasrah seandainya setelah ini dia harus mengalami diare akibat dari permintaan aneh sahabatnya yang sedang hamil itu.

__ADS_1


__ADS_2