
Di dalam ruangan poli kandungan.
Syafiq menggenggam erat tangan Sena yang saat sedang berbaring di hospital bed. Keduanya saling menguatkan satu sama lain. Menanti dengan harap-harap cemas, hasil pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh sang dokter kandungan.
Seorang dokter wanita nampak sedang menggerak-gerakkan transduser di atas perut Sena yang sudah diolesi dengan gel sebelumnya, seraya mengutak-atik data pada layar komputernya.
"Wah, akhirnya. Selamat ya bapak-ibu, ibu Sena positif hamil, sudah empat minggu," kata dokter kandungan tersebut seraya tersenyum.
Senyuman seketika terkembang di wajah Syafiq dan Sena. Keduanya sangat terkejut tetapi juga sangat bahagia mendengar perkataan dari dokter kandungan tersebut. Sena bahkan sudah menitikkan air matanya karena rasa bahagia yang membuncah. Pun demikian dengan Syafiq yang juga sudah berkaca-kaca.
Syafiq langsung bangun dari duduknya. Diciumnya kening Sena penuh sayang. Syafiq kemudian menghapus air mata di kedua pipi Sena menggunakan jari-jarinya.
"Alhamdulillaah sayang. Akhirnya penantian kita berakhir juga," kata Syafiq bahagia.
"Iya, kak. Syukur alhamdulillaah ya," lirih Sena juga.
"Terima kasih banyak ya, sayang. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan ini kepada kakak. Terima kasih karena kamu sudah bersedia mengandung buah hati kita," kata Syafiq yang masih berada tepat di depan wajah Sena.
"Kakak nggak perlu bilang makasih. Ini adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi aku karena telah dipercaya oleh Allah SWT untuk mengemban amanah ini. Kita jaga amanah ini bersama-sama ya, kak," balas Sena.
__ADS_1
"Pasti sayang. Kita akan bersama-sama menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Dan memberikan yang terbaik untuk calon buah hati kita," janji Syafiq.
"Iya, kak," balas Sena lagi.
Dokter dan perawat ikut tersenyum mendengar dan melihat interaksi sepasang suami istri itu. Dokter tersebut tentu saja tau benar bagaimana selama ini Syafiq dan Sena sudah menunggu momen bahagia ini. Karena beliau adalah dokter spesialis yang selama ini menjadi tempat konsultasi bagi Syafiq dan juga Sena untuk program kehamilan Sena.
Selesai melakukan USG, dokter kemudian mengajak Syafiq dan Sena untuk duduk di meja kerjanya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan saya, kondisi janin cukup stabil. Nanti saya resepkan vitamin-vitamin saja ya, untuk lebih memperkuat kondisi janinnya. Bu Sena juga jangan melakukan aktivitas yang berat-berat dulu ya, Bu. Perbanyak istirahat dulu saja," kata dokter kandungan menjelaskan.
"Baik, Dok," balas Sena.
Syafiq nampak mengesah pelan, membayangkan dirinya harus berpuasa selama satu bulan. Tapi sesaat kemudian senyuman kembali tersungging di wajahnya. Demi calon buah hatinya dan Sena yang sudah mereka nanti-nantikan selama ini, Syafiq rela melakukan apapun, apalagi hanya berpuasa tidak dapat jatah selama satu bulan.
"Baiklah, Dok. Demi calon buah hati kami, saya rela berpuasa selama satu bulan," kata Syafiq.
"Kakak,,," tegur Sena merasa tidak enak hati kepada sang dokter karena perkataan blak-blakan suaminya itu.
Syafiq menyengir, sementara sang dokter pun juga tertawa kecil.
__ADS_1
"Nggak pa-pa Bu Sena, saya sangat paham kok dengan maksud bapak. Kita sama-sama berdo'a saja ya, semoga bulan depan kondisi janin sudah lebih stabil lagi. Jadi biar bapak tidak harus berpuasa lebih lama dan ibu juga bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti biasanya," kata dokter kandungan tersebut lagi.
"Aamiin. Semoga ya, Dok," balas Syafiq yang juga diangguki oleh Sena.
πΊπΊπΊ
Sheila menunggu dengan harap-harap cemas di teras rumahnya. Menunggu kepulangan Syafiq dan Sena dari rumah sakit. Dan begitu mobil Syafiq terlihat memasuki halaman rumah, Sheila langsung bangun dari duduknya.
Sheila langsung menghampiri Syafiq dan Sena yang baru saja turun dari mobil.
"Gimana sayang hasilnya?" tanya Sheila seraya menggenggam lembut kedua tangan Sena.
"Syukur alhamdulillah, Bun. Sena hamil," jawab Sena yang sudah kembali berkaca-kaca, tetapi senyuman manis tersungging di bibirnya.
"Subhanallah, alhamdulillaah Yaa Allah," pekik bahagia Sheila yang langsung memeluk menantunya itu penuh sayang. "Selamat ya, sayang. Akhirnya penantian kalian berdua berakhir juga. Semoga sehat dan lancar sampai hari persalinan nanti ya, sayang," lanjut Sheila seraya mengusap lembut kepala Sena.
"Aamiin, Bun. Makasih banyak ya, Bun," balas Sena.
Kabar bahagia tentang kehamilan Sena akhirnya menjadi kabar yang juga sangat membahagiakan untuk seluruh keluarga besar mereka. Setelah hampir satu tahun akhirnya kabar bahagia itu datang juga dari pasangan suami istri tersebut. Ucapan selamat dan do'a-do'a mengalir begitu banyaknya dari semua keluarga dan sahabat untuk Sena dan juga calon buah hatinya.
__ADS_1