Kampung Perjulidan Tetangga

Kampung Perjulidan Tetangga
Bab 19


__ADS_3

Pukul empat sore, Idah sang ibu membangunkan Erna agar bersiap.


"Emangnya ibu udah sembuh? Gak demam lagi atau merasa kurang sehat?''


"Gak, Nak. Ibu sudah merasa baikan sekarang. Cepat siap siap, jam 5 kita berangkat." jawab ibunya.


Dengan semangat Erna mulai langung bersiap siap. Setelah sekian lama, ini adalah yang pertama kalinya ibunya mengajaknya jalan jalan lagi.


Erna langsung memesan taksi online untuk menjemput mereka.


"Pintunya udah dikunci semua kan?'' tanya ibunya memastikan.


"Beres, Bu."


Idah nampak lebih segar saat ini, jarang sekali ia melihat ibunya berdandan meski hanya dandanan yang natural. Taksi pesanan mereka datang dan akhirnya mereka berdua berangkat.


"Mau kemana, Dah? Kamu udah sembuh?'' tanya Bu Disa.


"Mau jalan sama Erna, seperti yang kamu lihat, Dis." jawab Idah dengan ramah.


Bu Disa sepertinya masih ingin bertanya tetapi Erna langsung menarik tangan ibunya untuk masuk ke mobil.


Agenda mereka sore ini adalah ke mall, setelah itu mencari makanan kaki lima di pasar malam.


Sesampainya di mall, Erna mengajak ibunya bermain di area time zone. Mereka bermain lempar bola basket. Ibunya tak menolak, bahkan sangat ceria. Setelah puas bermain, Erna kembali mengajak ibunya untuk jalan jalan melihat sepatu dan tas. Rencananya ingin membelikan ibunya dengan bonus yang didapat kemarin. Tak apa sesekali menyenangkan orang tua. Toh, uang masih bisa dicari.

__ADS_1


"Ibu lihat lihat aja, kalau ada yang suka silahkan ibu ambil. Nanti Erna bayarin." kata sang anak semata wayangnya dengan senyum menatap ibunya itu.


"Benar, Nak? Kamu punya uang?''


"Erna kemarin dapat bonus, Bu. Jadi aman aja." jawabnya senyum mengelus lengan ibunya.


Saat memilih milih tas, Erna dikagetkan dengan sentuhan di bahunya. Matanya membulat terkejut mendapati orang yang berdiri dibelakangnya.


"Kamu?"


Erna begitu terkejut karena bapaknya juga berada di sana. Ibunya belum melihat suaminya itu karena masih asyik memilih tas.


"Sebaiknya bapak pergi, jangan temui aku maupun ibu!'' kata Erna dengan tegas.


"Kenapa, Nak? Kamu marah sama bapak?''


Tak tega rasanya ibunya melihat suaminya yang sedang berbelanja bersama istri mudanya. Erna tak mau lagi ibunya sedih, cukup sudah ibunya sakit kemarin.


"Bu, udah dapat tasnya?'' tanya Erna.


"Hm, semua bagus bagus, Nak. Ibu bingung mau pilih yang mana."


"Boleh ambil dua kok." jawab Erna santai.


"Ah, jangan boros, Ern. Ibu ambil yang ini aja, kebetulan warnanya sama kayak warna baju yang lagi ibu jahit." ujarnya memilih tas berwarna peach.

__ADS_1


"Iya, Bu. Itu juga bagus." kata Erna setuju.


"Kalau gitu bayarin aja yang ini, Kamu gak beli, Nak?'' tanya ibunya.


"Gak, Bu. Erna beli baju aja." jawabnya.


Sebenarnya juga Erna masih ingin lama lama di sana untuk melihat tas, tapi gadis itu takut bahwa ibunya bertemu dengan bapaknya.


Setelah membayar tas yang ibunya pilih, mereka berdua langsung keluar dari toko tersebut.


"Mau beli baju dimana, Nak?'' tanya ibunya membuyarkan lamunan Erna.


"Eehhh....."


Dia berpikir sejenak karena dia juga bingung mau beli dimana.


"Kamu kenapa? Kok bingung gitu sih?'' tanya Idah yang melihat Erna kebingungan gitu.


"Ah, gak kok, Bu. Mungkin Erna karena udah lapar aja." jawabnya ngeles.


"Oh, ya udah kita makan disini aja. Habis itu kita lanjut belanja." kata sang Ibu.


"Gak, Bu. Erna mau makan di angkringan pasar malam aja deh."


"Hm, ya udah deh." jawab Ibunya pasrah.

__ADS_1


Mereka berdua bergandengan tangan keluar dari mall. Sebenarnya masih ingin berlama lama, tetapi ia tidak ingin ibunya sedih lagi. Karena tujuannya kesana bersama ibunya untuk bersenang senang.


Erna langsung memesan taksi online saja agar tidak ribet. Apalagi, Erna menghindari agar mereka tidak ketemu lagi dengan Laki laki itu. Dengan cepat, Mereka langsung naik setelah mobil pesanannya datang.


__ADS_2