
"Eh, btw Erna udah dapat kerja dimana? Cepat amat," kepo Nunung.
"Ya, namanya rejeki anak sholeh. Si Erna sekarang kerja di tempat les yang terkenal itu loh," kata Idah membuat mereka semakin kepo.
"Oalah, aku tahu karena anaknya teman aku juga les di sana. Katanya mahal dan gurunya berpengalaman." ujar Bu Disa.
"Hm, si Erna masuk aja ada bantuan orang dalam ya?" tanya Nunung sedikit tidak percaya.
"Enak aja orang dalam! Anakku ikut seleksi dan lolos secara murni." cetus Idah langsung membantah.
"Tapi dia kan belum punya pengalaman mengajar. Kalo pengalaman bersih bersih sih ada. Atau mungkin dia jadi OG lagi di sana," sindir Fira.
"Hm, susah ya ngomong sama manusia yang otaknya kurang oksigen kayak kalian," kata Idah santai.
"Hahahah," tak sadar Erna menertawai ucapan ibunya pada mereka semua.
"Eh, Idah. Malas juga ngomong sama kamu!'' kata mereka.
"Sama," balas Idah dengan santainya sambil melihat ke arah meraka.
__ADS_1
Erna keluar berdiri di depan pintu untuk melihat mereka semua.
"Bu ibu belum pada lapar ya? Itu kasihan sayurannya udah pada kering loh, tahu sama tempenya juga itu udah asem!'' kata Erna.
"Heh, emak sama anak sama saja," ketus Bu Disa lalu pergi.
"Eh, Erna. Kalo di sana masih ada lowongan kabarin ibu ya. Biar si Tini juga dimasukin kerja di sana. Minimal bagian admin atau apalah," ujar Nunung tanpa ada rasa bersalah atau apa sama sekali.
Erna hanya menanggapinya dengan senyum. Setelah mengejek, ia malah minta tolong lagi pada gadis itu. Hadeh, benar benar butuh asupan energi otak mereka itu.
Pukul satu siang, Erna sudah siap dengan setelan yang rapih untuk berangkat kerja. Gadis itu memilih pergi agak awal untuk bisa melihat lihat suasana di sana. Ternyata tempatnya lumayan luas dan tak hanya memberi les mata pelajaran umum saja. Ada juga les musik dan les tari. Beruntungnya Erna diterima bekerja di sana.
"Hati hati ya, Nak. Semangat untuk hari ini, semoga semuanya lancar." jawab Idah.
"Amin, Ibu aku tinggal ya,"
"Iya, Nak."
Dengan menggunakan payung agar terlindung dari matahari, Erna berjalan menuju gang depan untuk naik angkot.
__ADS_1
Beruntung sekali, Setibanya dia di sana angkot sudah datang jadi dia tak perlu menunggu lagi.
"Mira."
"Eh, Nay, " sapa Erna saat melihat Nay ada di dalam angkot yang sama.
"Wih, kebetulan bangat kita bisa bareng." ujarnya.
"Iya, jadi ada teman jalan nanti, Hehehe." kata Erna.
Tak terasa, Angkot yang mereka tumpangi sudah tiba di gang tempat mereka akan kerja. Erna dan Nay langsung turun dan berjalan ke dalam gang itu sembari mengobrol dan bercerita tentang satu sama lain.
Karena masih setengah jam lagi mereka mulai mengajar, kedua gadis itu lebih memilih duduk dibangku dekat pohon besar. Terlihat anak anak juga mulai berdatangan.
"Sepertinya mereka les tari." kata Nay memperhatikan mereka.
"Iya, Nay." jawab Erna ikut mengamati.
Tak lama sebuah mobil merah yang tak asing memasuki parkir. Nampak lelaki yang tadi Erna lihat dan Rani beserta seorang anak kecil. Yang membuat Erna lebih terkejut lagi adalah istri lelaki itu juga keluar dari mobil yang sama.
__ADS_1
"Wahh, kayaknya dunia bakal kiamat!!''