
"Tapi bukan baru kali ini aja loh si Idah nerima tamu laki lama bangat. Secara nih yah, dia kan udah lama gak dapat jatah. Kalian gak curiga apa?'' pancing Nunung.
Nampak yang lain sedang berpikir mencerna ucapannya Nunung.
"Hm, benar juga sih. Aku aja gak tahan kalo gak dikasih jatah." ujar Fira.
"Lah, apalagi Idah yang sudah lama banget," ujar Nunung.
"Mending kudu jaga jagain laki kita deh. Secara anak ibu ibu sama cantik gitu, takutnya di embat gitu." sambung Bu Ros.
Begitulah keseharian mereka membahas Idah yang sekarang sudah resmi janda. Sore hari stelah puas berkeliling mencari tahu keadaan tetangganya, Nunung memutuskan untuk pulang karena badannya sudah badan.
Seperti biasa, suaminya Santo sudah pulang dan sedang duduk ngopi sore.
"Pak, udah pulang?'' tanya Nunung.
"Udah, nih." jawabnya lalu menyeruput kopi.
"Ya udah, ibu kedalam dulu buat mandi. Nanti bapak tolong ke depan buat beli ikan bakar, ibu lagi malas makan." jawabnya santai.
"Hhm," balasnya.
"Kok nyahut ibu begitu sih pak?'' gerutu Nunung terima.
__ADS_1
"Iya Bu, Bos. Nanti bapak belikan."jawabnya.
"Gitu dong Pak, makasih ya." jawab Nunung lalu masuk ke dalam.
Tak menunggu lama, Nunung langsung mandi mengguyur dengan air dingin yang segar. Setelah mandi, Nunung langsung berpakaian dan berdandan cantik.
Ting.....
Bunyi pesan masuk ponsel suaminya karena lupa membawa ponselnya. Nunung hanya sekedar melihatnya dan melihat itu dari nomor baru. Wanita paruh baya itu tak lagi menghiraukan dan sibuk memakai bedak. Tak lama bunyi motor suaminya masuk ke dalam halaman rumahnya.
"Bu, sudah saya belikan ini." suara suaminya menggelegar.
"Simpan aja di meja, Pak." titahnya.
"Ini disini." balasnya. "Ada pesan masuk dari nomor baru."
"Udah ibu baca?'' tanyanya sedikit kaget.
"Belum, ibu masih sibuk make up ini."
Ia menarik nafas lega lalu menghembuskannya. Aneh, seperti lega dari sesuatu. Tapi Nunung tak terlalu menghiraukannya dan lanjut berdandan.
Setelah selesai dandan, Nunung menuju ke depan untuk duduk bersama suaminya. Dari pintu Nunung melihatnya sedang berbalasan pesan di hp dengan wajah tersenyum. Hati wanita paruh baya itu mendadak curiga, dengan siapa suaminya itu berkirim pesan.
__ADS_1
"Pak, ngapain? Serius bangat,'' tanya Nunung sembari berjalan ke arahnya.
"Enggak kok." jawabnya lalu mematikan ponsel dan menyimpannya.
Suami istri itu duduk mengobrol, tetapi Nunung merasa ada yang gak beres. Ah, mungkin ini perasaannya saja yang terlalu suka bergosip. Jadinya kebawa suasana takut suaminya mendua.
Selesai makan malam, Tini dan Nunung beberes lalu masuk ke dalam kamar masing masing. Terlihat Santo sudah tidur, Nunung mengambil ponselnya untuk mengecek. Tetapi nihil, ia tidak menemukan apapun di sana. Hatinya seketika menjadi tenang lalu ia tidur disamping suaminya itu.
Tengah malam, Nunung terbangun karena ingin buang air kecil. Saat sadar ia merasa bahwa suaminya tidak ada disampingnya.
"Loh, Bapak kemana?'' batinnya.
Karena ia tidak bisa menahannya lagi, ia langsung saja menuju kamar mandi. Setelah selesai dan keluar dari sana, Nunung juga melihat suaminya yang baru masuk ke dalam rumah dari pintu belakang.
"Dari mana, Pak?'' tanyanya.
"Eh, Ibu? Belum tidur?'' katanya sedikit kaget.
"Kebangun, kebelet pipis." jawabnya. "Dari mana? Kok masuknya lewat situ?''
"Ayam di belakang dikejar kucing, jadi bapak ngecek." ujarnya.
"Oh, ya udah. Ayo tidur lagi besok bapak kan kerja." Mereka kembali masuk ke dalam dan tidur.
__ADS_1