
"Pantas aja, aku dengar kalau dia nyebut nama ibu, katanya belum move on," ujar Erna.
"Haaa, tadi dia kesini juga bahas itu. Ibu gak tahu apa maksudnya, Nak. Emang move on itu apa sih?'' tanya Idah polos.
"Move on itu tandanya ibu belum bisa lupain Bapak. Masih mengharapkan bapak kembali sama ibu," jelas Erna.
"Idihh, amit amit mah, Ern. Ibu sudah gak berharap lagi sama bapakmu. Lagian sekarang sudah cukup kuta berdua bahagia." jawab Idah.
Idah memang baru tau apa itu arti move on setelah Erna kasih tahu, untung aja ada anaknya kalau gak bisa dikatain bego dia dengan bahasa gaul oleh para ibu ibu julid itu, dan sepertinya dia juga harus belajar bahasa bahasa itu dari Erna.
"Bagus deh kalau gitu, Erna jadi senang." ujarnya tersenyum karena jawaban ibunya yang membuatnya senang dan merasa tenang.
"Jadi kamu beneran gak mau pergi ke acara bapakmu itu?'' tanya Idah.
"Hm, kalau ibu udah move on, kita pergi aja deh. Nanti malah dikirain lain lagi. Kita buktikan ke bapak dan semua orang kalau kita gak sedih ditinggalin dia," kata Erna senyum.
"Ya udah deh, ibu ngikut kamu aja." jawab Idah senyum juga.
"Oke, Bu." jawab Erna sembari berlalu dari tempatnya berdiri. Bokongnya terasa keram karena duduk sedari tadi.
Setelah satu stel jahitan Idah selesaikan, wanita itu istirahat sejenak. Ia menuju ke dapur dan membuka kulkas serta mengeluarkan sekotak nangka untuk ia makan.
__ADS_1
"Seger, enak bangat." monolognya.
Setelah menghabiskan nangkanya, Idah beralih menuju ruang tengah untuk menonton televisi karena biasanya siang siang begini acara televisi bagus bagus, pergosipan selebriti yabg sering ia tonton.
Kadang, Idah berpikir jika hidupnya hidupnya di kampung ini sudah seperti para seleb. Bagaimana tidak? Setiap hari Nunung dan kawan kawannya membicarakan namanya. Semua kehidupannya mereka akan tahu, sungguh luar biasa tetangga tetangganya itu.
Tokk.... tokk... tokk.....
Saat tengah asyik menonton, pintu rumahnya ada yang ngetok. Idah langsung berjalan ke arah pintu.
"Hay, Idah." sapanya.
"Eh Elsa, masuk Sa." ujarnya pada Elsa.
"Gimana kabar kamu, Dah?" tanya Elsa.
"Aku baik, Sa. Lama loh gak lihat kamu." jawabnya sambil senyum.
"Hehehe, Maklum Dah. Aku sibuk bangat jualan di pasar yang lagi rame ramenya karena musim kondangan.'' ucap Elsa.
"Yaa bersyukur, Sa. Kamu dapat rejeki banyak."
__ADS_1
"Iya, Dah. Lumayan buat tambahin uang kuliah anak aku di kota besar," jawabnya.
"Iya, Sa. Oh ya, ada apa kamu kesini?'' tanya Idah.
"Ini, aku bawa baju gaunku untuk dikecilin, Berat badanku udah turun," ujarnya sambil memberikan sebuah kantong plastik.
"Iya udah, Aku ukur lagi ya, biar pas nanti dan gak kekecilan pas dikurangin." kata Idah sembari menuju ruang jahitnya untuk mengambil meteran.
Setelah badannya diukur, dan dicatat, Idah langsung mengecilkan bajunya karena ditungguin oleh Elsa. Malam ini mau dia pakai ke acara pernikahan saudaranya.
"Eh, Dah. Aku dengar dari si Nunung kamu sama Heri udah cerai ya?'' tanya Elsa yang duduk di kursi sembari menunggu Idah yang lagi mengecilkan bajunya.
"Ya begitulah, Sa." jawabnya singkat.
"Wah wah, Keterlaluan si Heri itu. Aku ketemu sama Nunung dan Fira saat mereka mampir ke lapakku. Mereka heboh sekali menceritakan kamu. Katanya kamu sampai sakit sakitan karena gak terima Heri mau nikah lagi." ucap Elsa.
"Astaga, si Nunung sama Fira sampai begitunya yah," jawab Idah tersenyum sambil geleng geleng.
"Katanya kamu belum mop on, apa lah. Huh, mereka berdua semangat sekali sampai sampai teman sebelah lapakku tahu kamu karena mereka cerita," ujar Elsa.
Idah sebenarnya merasa geram di hatinya. Nunung dan Fira udah keterlaluan sekali menceritakan masalah rumah tangganya sampai di dengar orang lain. Wanita paruh baya itu berniat untuk memberi pelajaran pada manusia tukang julid itu agar mereka tahu rasa.
__ADS_1
Setelah Elsa pulang, Idah langsung melanjutkan sisa jahitannya, Karena besok ia dan Erna akan pergi ke pesta pernikahan mantan suaminya itu, maka akan ia gunakan cara itu untuk membuktikan jika ia sudah tak lagi berharap dan sedih kehilangan lelaki pecundang gila harta itu.
"Idah sudah move on."