
Wajah Bu Disa memerah menahan malu, ia cengengesan menatap ibu dan anak itu.
"Aku pulang dulu ya, Dah, Erna. Kasihan anak anak udah kelaparan," katanya pamit.
"Ingat juga sama anak lapar?'' sindir Idah.
Disa tak lagi menjawab dan langsung pergi menuju rumahnya.
"Huh, biar dia rasain. Perbuatannya akhirnya menimpa dia juga." kata Erna.
"Perlahan lahan, mereka akan terima dan rasain sendiri akibatnya." ucap Idah.
Ibu dan anak itu masih duduk di teras menatap anak anak yang bermain sepeda.
"Erna, Bu," teriak Ema sambil melambaikan tangan. Ia nampak berboncengan dengan Pak Santo.
"Kok si Ema bareng sama Pak Santo? Kalo dilihat si Nunung bisa jadi berabe," ucap Idah yang penasaran.
"Mungkin ketemu di jalan. Pak Santo kan baik suka numpangin orang." kata Erna berpikir positif.
"Iya, berpikir yang positif aja. Lagian Ema anak baik kok," ucap Idah.
__ADS_1
Tak lama Nunung berlari dari arah depan gang menuju ke rumahnya.
"Aws kamu, Santo! Ketahuan selingkuh," katanya sambil ngos ngosan.
Erna dan Idah ikut berdiri melihat Nunung yang kesulitan berlari karena badannya yang gemoy.
"Waduh, bahaya nih, Bu,"
**********
Namanya Nunung Manohara, Ia dijuluki sebagi tukang julid di kampung julid. Ya, hidupnya tak asyik jika tidak berbicara tentang hidup orang lain. Menurutnya itu sangat mengasikkan dan salah satu hiburan buatku.
Sasaran empuk buatnya yang cerita hidupnya paling menarik di antara tetangganya adalah su Idah dan anak gadisnya Erna. Tak ada yang salah dari kehidupan mereka yang anteng, tapi tetap saja mereka paling enak dijadikan bahan obrolan mereka.
Nunung menjadi sosok ibu dan istri yang memiliki banyak waktu di rumah. Itu sebabnya ia sangat hobby keliling rumah rumah tetangga untuk bercerita.
Sekarang, Gosip yang tengah naik daun adalah kasus tetangga baru mereka si Rani dan kasus Idah yang diceraikan di Heri.
Nunung merasa kasihan dengan Idah, Si Heri yang pergi meninggalkan mereka bertahun tahun telah kembali namun dengan sosok pendamping lain. Nunung kagum karena Idah tak lemah, ia sangat kuat menerima kenyataan hidupnya. Tetapi mulut Nunung tidak bisa berhenti berkomentar tentang Idah.
Kadang kala, Nunung merasa begitu iri padanya yang tangguh meski tak bersuami. Anaknya mampu ia sekolahkan hingga sarjana dan menjadi anak yang mandiri dengan bekerja. Hidup janda itu nampak anteng tak bermasalah, rukun dan damai. Rumahnya rapih juga pohon dan tanamannya bagus. Ia pandai mengurus segala sesuatu dengan baik.
__ADS_1
Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan kehidupan Nunung. Meski ia memiliki anak gadis seumuran Erna, tapi nasih baik tidak berpihak padanya. Si Tini hanya lulusan paket C dan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Bukan masalah tak mampu sebab suaminya berpenghasilan besar karena pegawai BUMN. Tetapi anaknya itu malas dan hanya mau gampangnya saja. Mungkin ini efek dari Nunung yang terlalu memanjakan anaknya.
Rumah mereka juga cukup besar meski hanya tinggal berempat. Adiknya si Tini yaitu Toni masih duduk di bangku SMA. Ia jarang sekali keluar rumah pulang sekolah. Hanya di kamar dan rebahan sambil bermain game. Keluar kamar jika lapar dan ingin buang air. Suaminya si Santo, orangnya tidak terlalu menuntut dan mengatur anak anaknya sehingga mereka sangat merasa bebas dan merdeka. Nunung memang sungguh beruntung memiliki suami sepertinya.
Hari ini seperti biasa, sehabis makan siang, Nunung dan teman temannya yang lain duduk di rumahnya Disa. Mereka membuat rujak lalu menikmatinya sambil bergosip ria.
"Eh, lihat tuh, ada tamu di rumah si janda baru," ujar Nunung.
"Hah? Emang disini yabg janda baru siapa, Nung?" tanya Disa.
"Yaela, Dis. Ya itu si Idah lah, masa mau aku," cetus Nunung.
"Oh, emang tamunya siapa lagi?''
"Noh, bapak bapak keren tadi,"
"Oh, mungkin pelanggan jahitannya kali," kata Ros yang kepedasan.
"Hm, tapi kok lama bangat ya?'' ujar Nunung memperhatikan dan mulai mengawasi serta kepo maksimal.
"Maklumlah. Mungkin Idah butuh teman ngobrol. Siapa tau mereka klop," ujar Disa cekikikan.
__ADS_1
"Tapi bukan baru kali ini aja loh si Idah nerima tamu laki lama bangat. Secara nih yah, dia kan udah lama gak dapat jatah. Kalian gak curiga apa?'' pancing Nunung.