
"Hah? kiamat?'' tanya Nay.
"Egh, enggak Nay." jawabnya kikuk.
Erna sangat kaget melihat Rani bersama istri lelaki yang melabraknya kala itu. Bagaimana bisa mereka terlihat akrab sama seperti saudara. Padahal statusnya Rani adalah selingkuhan lelaki itu bahkan sekarang tengah mengandung.
"Tadi kamu ngomong kiamat." ujarnya.
"Ah, salah dengar kamu, Nay. Oh ya, udah hampir jam dua nih, kita kesana aja yuk." kata Erna mengajak Nay.
"Yuk, Ern."
Mereka berdua berjalan menuju ke bagian kantor, di sana sudah ada beberapa teman teman mereka yang hadir. Hari ini agendanya adalah mereka akan diperkenalkan dengan kelas masing masing dan menyapa para murid. Karena Erna berbeda kelas dengan Nay, sehingga mereka berpisah. Kelas Erna ada di lantai dua. Dia akan mengajar les untuk anak SD juga SMP.
Hari ini mereka juga akan diberikan modul untuk mengajar nanti dan mereka diberikan untuk mengembangkan materi agar menjadi lebih ringan dan mudah dipahami para murid.
Erna diajak oleh Miss Bertha. Ia yang akan menunjukkan kelasnya serta memperkenalkannya kepada murid.
Bertha menjelaskan jika para murid di sana sangat cepat menyerap pelajaran jika tutor memberi materi yang ringan. Mereka cenderung berpikir kritis dan cepat, jadi harus bisa menyeimbangi dengan para murid.
Erna mengangguk mengerti mendengar setiap penjelas Miss Bertha padanya. Sesampainya di kelas, Erna merasa sedikit gugup. Baru saja melihat kaca mata mereka, nyalinya sudah sedikit ciut.
"Kamu gugup?'' tanya Miss Bertha.
"Sedikit, Miss." jawab gadis itu.
"Santai aja." ucapnya tersenyum.
Miss Bertha memulai pelajaran les matematika sore ini. Sebelumnya, Erna dipersilahkan untuk memperkenalkan diri. Setelah itu Miss Bertha melanjutkan mengajar. Para murid terlihat sangat fokus, sesekali mereka mengajukan pertanyaan.
Erna memperhatikan gaya mengajar Miss Bertha yang asyik dan mudah dipahami meski materi agak sulit. Erna harus banyak belajar agar bisa menyesuaikan.
Misa Bertha juga mempersilahkan Erna untuk sedikit membawakan materi. Meski gugup tetapi ia berusaha tenang. Benar, Lama kelamaan, ia terbawa suasana dan menjadi enjoy. Para murid juga penuh perhatian dan terkesan menyenangkan. Sesekali diselingi dengan cerita tetapi tetap masih berkaitan dengan pelajaran.
__ADS_1
Tak terasa, dua jam sudah berlalu dan kelas hari ini pun usai.
"Gimana? Udah merasa enjoy kan kamu?'' tanya Miss Bertha.
"Iya, Miss. Meski awalnya aku gugup, tapi lama kelamaan bisa menyesuaikan. Murid murid juga pintar dan cepat menyerap pelajaran." ucapnya senyum.
"Baguslah. Besok adalah hari pertamamu mengajar. Jadi persiapkan dirimu baik baik." ujar wanita cantik itu.
"Siap, Miss." jawabnya.
Setelah bercakap cakap sebentar, mereka lalu berpisah. Erna berjalan menuju bangku yang ada di bawah pohon tadi untuk menunggu Nay. Dan tak lama kemudian Nay muncul dengan wajah sumringah.
"Udah lama nunggunya, Ern?'' tanya Nay.
"Belum, baru lima menit yang lalu." jawabnya.
"Gimana hari ini?" tanyanya dan duduk disebelah Erna.
"Agak gugup, Nay. Tapi lama kelamaan asyik juga." katanya senyum.
"Iya, Nay. Semoga besok besok bisa lebih baik lagi kita ngajarnya."
"Amin.... Ya udah kita pulang yuk," ajak Nay.
"Yuk, tapi kita mampir makan bakso yuk," ajak Erna.
"Hayuk, baru juga mau aku ajak, hehehe."
Mereka berdua berjalan keluar menuju gang depan.
"Aku lihat ada bakso enak di sana, Ern. Kita jalan aja biar hemat ongkos." kata Nay.
"Oke deh, Nay. Aku ngikut aja." sahut Erna.
__ADS_1
Sekitar seratus meter berjalan, akhirnya mereka tiba di depan kedai bakso. Kedainya lebih modern dan estetik kekinian. Erna dan Nay masuk ke dalam, suasana cukup ramai. Mereka memilih tempat duduk dulu lalu pelayan datang membawa daftar menu. Menu yang banyak dan menggiurkan membuat gadis itu mau memilih yang mana.
"Kamu pesan yang mana, Nay? Aku bingung nih, semuanya enak.'' kata Erna sambil menatap daftar menu.
"Hehehe, kalo aku milih bakso mercon. Aku suka makan pedas." kata Nay.
"Kalo gitu aku bakso urat campur aja deh," ujarnya.
Erna memang tidak terlalu suka makan makanan pedas. Pernah sakit perut yang tak tertahankan dan menyiksa sehingga sejak saat itu, Ia berhenti alias mengurangi makan cabe.
Tak lama, pesanan mereka pun datang. Erna dan Nay menyambutnya dengan senang.
"Foto dulu sebelum makan, Ern." kata Nay.
"Ya ellah, Nay. Dimana mana doa dulu sebelum makan bukan foto," balas Erna.
"Hehehe, Maaf." katanya lalu menurunkan ponselnya kembali.
Erna yang sudah selesai berdoa duluan langsung saja makan tanpa memfoto pesanannya itu. Menurut gadis itu, itu kurang sopan karena menurutnya masih banyak di luar sana yang tidak bisa makan. Nay yang melihat sikap Erna pun ikutan tak memfoto dan langsung makan.
"Enak ya, Ern." ucap Nay.
"Iya, Enak Nay. Mau pesan lagi." katanya.
"Hehehe, perut kamu muat banyak juga ya,"
"Aku gitu, badan kecil tapi tampungannya besar. Hahaha...."
Gadis berdua itu menikmati makanannya dan sesekali bercanda gurau apalagi disaat Nay kepedasan.
"Ern?'' panggil Nay berbisik.
"Kenapa?'' tanya Erna kebingungan.
__ADS_1
"Kamu kenal tuh cewek di sana? Dari tadi dia ngelihatin kesini terus," ujar Nay.
"Hah? Siapa?"