Kampung Perjulidan Tetangga

Kampung Perjulidan Tetangga
Bab 52


__ADS_3

"Apaa!!!''


Bak di sambar petir disiang bolong, Nunung begitu kaget mendengar ucapan Disa.


"Sebentar, bisa aku jelasin," ucap Santo.


"Jelasin apa?! Ngapain kamu ke kosan anak gadis malam malam?!'' teriak Nunung histeris.


"Udah, Bu Nunung, Mari kita selesaikan, bicara baik baik. Jangan terbawa emosi seperti ini." ujar Bu RT berusaha menenangkan.


"Emosi aku bu rt!'' cetusnya geram.


"Mari Pak Santo, Neng Ema sama Bu Disa ke dalam dulu. Semuanya silahkan bubar!'' usir bu rt.


Terdengar kasak kusuk suara ibu ibu yang memenuhi telinga Nunung. Di sana ada Ros, Eri bahkan Fira juga ikutan. Mereka sempat masuk mengekor ke dalam rumah bu rt.


"Duduk dulu, kita bicarakan baik baik," ujar wanita setengah baya itu. "Dimulai dengan Bu Disa, silahkan."


"Begini, jadi sudah dua malam ini saya keluar tengah malam karena lupa angkat jemuran. Tak sengaja saya melihat sosok laki laki mengetuk pintu kamar Ema. Saya heran, kok jam segitu ada tamu, apalagi si Ema ini anak gadis. Eh, kagetnya saya, laki laki itu adalah Pak Santo. Ya, gimana gak curiga, semuanya bisa terpikir kalo ada apa apa diantar kalian," terang Disa.


"Jelasin, Pak!'' bentak Nunung penuh amarah melihat suaminya.


"A....aku gak selingkuh, Bu. Sumpah, enggak selingkuh sama Ema." ucap Santo dengan sedikit gagap.


"Terus alasannya apa kamu malam malam ke kosan Ema, hah?''

__ADS_1


"Benar begitu, Ema?'' tanya bu rt.


"Iya, Bu. Memang benar Pas Santo ke kamar saya, Bu." jawab Ema takut.


Seketika darah Nunung mendidih mendengar perkataan Ema.


"Ngapain? Jawab aku, Pak?! Kamu beda bangat akhir akhir ini, sukanya senyum senyum di hp, duduk di teras sampai larut malam. Keluar ke kosan anak gadis tengah malam! Ada apa dengan kamu, Pak?!'' histeris Nunung.


"Bu, tenang dulu." ujar suaminya itu.


"Gimana aku bisa tenang, Pak? Kamu sebenarnya ada hubungan apa sama si Ema ini?!''


"Jelasin aja susahnya minta ampun," geram Disa.


"Ayo Pak Santo, jangan membuat kami menunggu," ujar bu rt yang sudah tidak sabaran juga. Nunung mendelik pada suaminya tetapi ia malah cuek bebek.


"Se.....sebenarnya, Pak Santo....."


"Bu, sebaiknya kita pulang dan selesaikan masalah ini di rumah," Santo menarik tangan Nunung berdiri tetapi wanita itu menepisnya.


"Lanjutkan, Em." cetus Nunung.


"Bapak bilang pulang, Bu?!'' bentak Santo.


Nunung kaget bukan main, sebab selama ini suaminya itu tidak pernah bersuara keras padanya. Sekalipun dia marah, dia tetap lembut dan tenang menghadapi istrinya. Nunung terkejut menatapnya dengan air mata menggenang.

__ADS_1


"Pak, bapak bentak ibu?'' ucapnya.


"Makanya kalo dibilang jangan ngelawan, Bu. Ayo kita pulang dan selesaikan di rumah," katanya.


Dengan tak berdaya, Nunung ditarik paksa oleh suaminya untuk pulang ke rumah. Di kuar rumah bu rt, masih banyak ibu ibu yang menunggu.


"Eh, kok main pulang aja sih, jelasin disini biar kita semua tahu," kata Disa menahan mereka.


"Minggir kamu, Dis! Ini urusan saya dan istri saya. Kamu gak perlu ikut campur. Dan satu lagi, si Ema gak ada sangkut pautnya denganku apalagi berselingkuh, Itu semua tidak benar!'' ujar Santo tegas membuat Disa tutup mulut.


Nunung di tarik hingga masuk ke dalam rumahnya


"Kenapa, Pak? Apa yang bapak sembunyikan?'' tanya Nunung.


"Bapak mau nikah lagi, Bu." ujarnya.


Duuuarrrrr!!!!


"Apa??!!!!"


Seketika sekelilingnya berputar hebat, bagai dihantam paku besar, ia langsung jatuh.


"Bu.... Bangun, Bu...." suara suaminya masih terdengar, lambat laun kecil dan menghilang.


Tiiidakkkkk!!!!!

__ADS_1


__ADS_2