
Seminggu berlalu setelah pernikahan dadakannya itu. Arga setia menemani ayah mertuanya yang dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit. Setelah itu dia begitu disibukkan oleh ayah mertuanya yang dalam waktu dekat ini akan menyerahkan kepemimpinan perusahaannya ke tangan Arga. Sebenarnya Arga menolak keras, akan tetapi ayah mertuanya itu memaksa.
Beberapa perjalanan dinas ke luar kota mereka lakukan bersama. Mertuanya itu membawanya ke cabang-cabang usahanya yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia. Ia ingin mengenalkan menantunya itu ke semua kepala cabang sekalian untuk membuat menantunya itu mengerti seluk-beluk usahanya tanpa tertinggal sedikit pun.
Bintang Bahari membangun perusahaannya bersama dengan istrinya. Jatuh bangun mereka rasakan bersama dan akhirnya bisa berkembang pesat sampai saat ini dan memiliki ribuan karyawan. Dia tidak ingin perusahaannya jatuh ke tangan orang yang salah ketika ia meninggal nanti. Seharusnya, putrinyalah yang memegang tampuk kepemimpinan itu, tapi rasanya itu tidak mungkin.
*****
Saat ini Aya sedang bersantai di apartementnya. Dia mengambil cutinya untuk 2 hari ini. Bukan apa-apa, dia hanya ingin memberikan hak tubuhnya untuk beristirahat. Sejenak menghabiskan waktu dengan membaca novel-novel favoritnya atau menonton drama korea kesukaannya, kadang juga nonton TV untuk beberapa channel yang dianggapnya punya program yang menarik.
Deringan ponselnya mengalihkan perhatiannya dari televisi. Tampak nama Alya di sana.
"Hallo... assalamu'alaikum"
"...................."
"Lagi di planet Mars"
__ADS_1
"...................."
"Duh, gue males banget, Al. Ini lagi pewe di depan TV juga"
"..................."
"Ok, baiklah. Tapi gakpapa kan nunggu sekitar 1 jam lagi? Soalnya aku mau siap-siap dulu, belum lagi perjalanan ke sana makan waktu beberapa puluh menit".
Aya bergegas ke kamarnya, dia dandan ala kadarnya. Baginya berdandan itu tidak penting, dandan buat siapa juga? Buat menyenangkan mata laki-laki di luar sana? No! Itu bukan Aya banget. Cukup tampil bersih dan merasa nyaman dengan diri sendiri sudah cukup.
Dia menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi. Alya minta tolong padanya untuk menjemput tante Andini di salon. Katanya Alya sudah janji menemani tantenya shopping di mall setelah habis dari salon tetapi mendadak ada pasien Alya yang harus dioperasi sekarang juga. Makanya dia meminta Aya yang menemani tantenya itu.
Mereka duduk berhadapan, tante Andini terus menatap lekat ke Aya. Merasa tidak nyaman dengan pandangan wanita paruh baya di hadapannya ini, Aya berusaha menyibukkan diri dengan membaca menu makanan di meja.
"Tante mau pesan apa?" tanya Aya.
"Makanan dan minumannya disamain aja, nak." jawab tante Andini.
__ADS_1
Aya lalu memesan makanan mereka dan kembali duduk di mejanya. Aya yang merasa terus mendapatkan tatapan dari tante Andini memberanikan diri bertanya padanya.
"Maaf tante, kok liat-liatin Aya terus? Apa ada yang aneh yah di muka Aya?"
Tante Andini tersadar, "oh..itu. maaf. Tante hanya merasa kamu mirip dengan seseorang. Dulu tante punya sahabat namanya Farah, dia mirip banget sama kamu." jawab tante Andini gelagapan.
Mata Aya membulat, "apa maksud tante Farah Fahirah?" Tanya Aya antusias. Baru kali ini dia bertemu dengan orang yang mengenal dekat dengan ibunya jika benar Farah yang dimaksud oleh tante Andini adalah ibunya..
Tante Andini sudah tidak bisa menahan dirinya lalu menghambur memeluk Aya. Ia seperti menemukan sosok Farah di dalam diri Aya, sahabatnya yang begitu ia rindukan.
"Iya sayang, tante adalah sahabat ibu kamu." Tante Andini melepaskan pelukannya tapi air matanya masih mengalir deras di pipinya.
Banyak cerita yang mengalir di antara mereka. Tak ada perasaan canggung dari Aya. Dia merasa mendapatkan kembali kehangatan kasih sayang seorang ibu dari sahabat ibunya itu.
Tante Andini yang awalnya berencana shopping malah menghabiskan waktunya berjam-jam bercerita dengan Aya. Merasa belum puas, tante Andini mengajak Aya ke rumahnya.
Sebenarnya Aya sungkan, tapi bagaimanapun ia juga merasa penasaran dan masih nyaman berbagi cerita dengan tante Andini. Akhirnya ia memutuskan ikut ke rumah tante Andini.
__ADS_1
×××××
Arga ada di rumah gak yah???