Kapal Cinta Ayana

Kapal Cinta Ayana
Drama Salah Kamar


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan Pukul 10 malam, namun tamu-tamu yang menghadiri resepsi pernikahan Alya dan Alif masih terlihat ramai. Aya sudah lelah dan mengantuk, dia ingin segera membaringkan tubuhnya. Toh rekan-rekannya dari Rumah Sakit tempatnya bekerja bersama Alya yang hadir malam ini semuanya sudah pulang. Jadi Aya tidak perlu merasa bersalah karena meninggalkan acara ini sebelum selesai.


Aya menghampiri Alya dan Alif untuk pamit sama, setelah itu ia lalu pamit sama tante Andini dan mama Mita. Kebetulan sudah ada beberapa kamar yang memang sengaja di-booking di Hotel ini untuk keluarga Alya dan Alif, termasuk untuk Aya.


Aya mengambil kunci di resepsionis lalu segera menuju kamarnya. Setelah masuk di kamarnya, dia langsung ke kamar mandi, membersihkan sisa-sisa make up di wajahnya lalu berganti memakai pakaian tidur.


"Alya sial*n, kok baju tidurnya lingerie begini sih? Tau gini aku bawa pakaian sendiri." Aya ngedumel sendiri melihat pakaian tidur yang disediakan Alya untuknya. Sebenarnya dia sudah berencana membawa pakaian sendiri, tapi Alya melarangnya, katanya dia sudah siapkan semuanya. Dia tinggal bawa badan saja ke Hotel.


Aya sudah malas mandi, pengennya langsung tidur. Dia benar-benar mengantuk berat, sedari tadi tak henti-hentinya menguap. Makanya dia putuskan meninggalkan acara lebih dulu karena merasa malu menguap terus di tengah-tengah orang ramai.


Dia mematikan semua lampu kamar. Aya tidak bisa tidur saat lampu masih menyala, kalaupun pada akhirnya tertidur, biasanya tidurnya gelisah dan mendapatkan mimpi buruk. Setelah semua lampu padam, ia kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk ukuran king size yang ada di dalam kamarnya. Akhirnya ia jatuh terlelap, terlelap dalam mimpi indahnya.


*****


Detak jantung Arga berpacu dengan kencang. Tangannya sedikit gemetaran. Bagaimanapun, menurutnya ini adalah ide yang paling gila dari Ibunya. Sekarang dia sudah berada di dalam kamar Aya.


Aya tidak akan mungkin menyadari kehadiran Arga karena sebelumnya dia sudah meminum minuman yang sudah diberi obat tidur meskipun dosis rendah saat makan malam tadi.


Sebenarnya Arga sudah menolak ide gila ini, ia takut Aya akan membencinya setelah ini. Tapi ibunya berhasil meyakinkannya, rencananya sudah tersusun dengan rapi, perfect!


Arga melepas semua pakaiannya dan hanya menyisakan boxer di tubuh atletisnya itu. Memang seperti itu kebiasaannya saat tidur, Arga tidak bisa tidur jika masih ada baju menempel di badannya meskipun itu hanya baju kutang. Dia ikut masuk ke dalam selimut dan menarik Aya ke pelukannya dengan posisi Aya membelakanginya. Ia bisa menangkap aroma mawar dari rambut Aya, ini rasanya menenangkan dan memabukkan.

__ADS_1


Arga merapikan anak rambut yang menutupi leher putih bersih Aya, rambutnya yang panjang sebahu itu lembut dan wangi. Ia memberanikan diri mencium lembut tengkuk Aya, entah berapa kali dan berapa lama ia melakukannya.


Dia laki-laki normal, ini adalah pengalaman pertamanya berada pada posisi begitu intim dengan seorang wanita dewasa. Arga hanya bisa menahan hasratnya dan akhirnya ikut terlelap.


Jam 4 subuh, suara alarm dari ponsel Arga dan Alya saling bersahutan. Dengan malas Aya meraba-raba ke nakas samping tempat tidur tempatnya meletakkan ponselnya semalam. Dapat!!! ia mematikan alarmnya.


Ada yang aneh, suara alarm dengan nada yang berbeda tertangkap jelas di pendengaran Aya. Ia ingin menggerakan tubuhnya tapi terasa ada benda berat yang menghimpit tubuhnya. Ia menekan saklar lampu tidur di dekat kepalanya.


"Tekkkk"


"Apa ini? Sebuah tangan kokoh melingkar di perutnya." Perasaannya mulai tidak enak, seketika semua kesadarannya kembali. Ia menghempaskan tangan itu kasar. Arga pun segera tersadar. Aya membalikkan tubuhnya.


Mata mereka bertemu dengan jarak yang begitu dekat.


"Aaaaaaaaaaaaaa" teriak Arga


Mereka berteriak bersamaan, keduanya panik. Tubuh Aya bergetar hebat lalu seketika lemas dan kehilangan kesadarannya.


Arga semakin panik, ia menepuk-nepuk wajah Aya tapi tidak ada respon. Arga segera meraih ponselnya lalu menelpon ibunya agar segera ke kamar mereka.


Cepat-cepat Arga memperbaiki posisi tidur Aya, ia memakaikan kemejanya menutupi pakaian tidur Aya yang cukup tipis lalu memasangkannya jilbab. Tak lupa ia merapikan selimut menutupi tubuh Aya dari kaki hingga dada. Ia yakin sebentar lagi kamar akan ramai. Ia tidak mau aurat istri tercintanya dilihat oleh orang lain.

__ADS_1


Ibu Andini, ayah Hutama, mama Mita, papa Adam, Lala dan juga pasangan pengantin baru Alya dan Alif sudah berada di dalam kamar Aya. Semua mata tertuju pada Arga jelas meminta penjelasan. Hanya ibu Andini dan Alya yang tau rencana ini.


"Nanti akan saya jelaskan, sekarang kita tunggu Aya siuman." ibu Andini mencoba menormalkan suasana mencekam di ruangan itu.


Aroma minyak kayu putih yang begitu menyengat dan pijatan-pijatan lembut di bagian kaki dan kepalanya perlahan mengembalikan kesadaran Aya. Ia membuka matanya dan di sana sudah ramai yang menungguinya.


"Kamu sudah sadar, nak" mama Mita menegur Aya.


"Hiikkkksss..hikkkssss..hikssss" tangis Aya pecah. "Arga... Arga... hikkkssss." Aya tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia hanya terus menangis.


Ibu Andini menarik Aya ke dalam pelukannya. "Udah..udah.. jangan nangis. Kamu tenang yah, nanti tante jelasin ke kamu kalau kamu udah merasa baikan." bujuknya menenangkan Aya.


Alya ikut memeluk Aya, "gila lo yah, gue yang pengantin baru tapi lo duluan yang buka segel," canda Alya setengah berbisik. "Awwwww", Alya meringis mendapatkan cubitan Aya di perutnya. Aya mencebikkan bibirnya lalu mempererat pelukannya pada Alya.


"Lo tenang aja, mas Gagah bakal tanggung jawab kok." Alya melanjutkan candaannya.


Aya hanya bisa pasrah, di tengah suasana seperti ini, si Alya masih sempat-sempatnya bercanda.


Seketika tubuh Aya menegang ketika melihat Arga masuk kamar. Pandangan mereka saling mengunci beberapa saat. Arga nampak begitu tampan dalam balutan baju kokonya. "Kok malah terpesona? Tidak..tidak.. ini tidak benar. Dia sudah kurang ajar, aku akan membuat perhitungan dengannya." batin Aya berperang.


"Keluar!!!" Teriak Aya kembali menangis histeris.

__ADS_1


×××××


__ADS_2