Kapal Cinta Ayana

Kapal Cinta Ayana
Strike Steel


__ADS_3

Geoje Shipyard


Arga mendapat sambutan hangat oleh General Manager Geoje Shipyard langsung beserta beberapa orang jajarannya. Setelah berbincang beberapa saat dan melakukan meeting dengan para manager dan Enginer-engineer yang akan in-charge penuh selama proses Fabrikasi berlangsung, Arga kemudian di arahkan menuju ke sebuah ruangan untuknya beristirahat sejenak.


Arga tidak berangkat sendiri, ia ditemani 2 orang staffnya dari Indonesia dan juga 2 orang penduduk lokal yang mereka hire untuk kedepannya di tempatkan di Geoje Shipyard sebagai Owner Representative.


Arga membawa semua perlengkapan safety yang diberikan pihak Geoje tadi untuk ia gunakan di kamar ganti. Sebuah warepack membungkus tubuhnya, safety shoes bertengger gagah di kakinya, Helmet putih menutupi kepalanya, kacamata hitam menutupi sorot tegas pandangannya dan sepasang earplug ia pasang di telinganya mengingat suasana bising di Yard akan sangat mengganggu pendengaran.


Matahari mulai sedikit meninggi, aroma laut bercampur dengan aroma besi terasa menusuk di hidung. Kehidupan khas galangan kapal yang didominasi oleh kaum laki-laki itu menggeliat sepanjang hari sepanjang malam. Para worker begitu serius dan telaten mengerjakan pekerjaannya masing-masing.


Arga dan rombongan melewati beberapa workshop sebelum sampai ke tempat strike steel ceremony akan dilaksanakan. Di sana General Manager Geoje Shipyard memberi sambutannya terlebih dahulu kemudian disusul oleh Arga yang juga memberi kata-kata sambutannya.


Setelah semua rangkaian acara dilaksanakan, akhirnya mereka memasuki acara puncak yaitu pemotongan pita sebagai tanda bahwa project "AYANA SHIPPING UNIVERSE" telah dimulai kemudian diikuti bunyi sirine panjang.


Kapal peti kemas ini termasuk jenis kapal ramah lingkungan karena diilengkapi mesin generasi teranyar dan Becker Twisted Fin yang diklaim dapat menurunkan konsumsi minyak hingga -25% dan emisi gas buang hingga 4%. Selain itu, kapal ini juga memiliki sistem filter dan lampu UV untuk pengolahan ballast water (air yang diisi ketika kapal tidak bermuatan) yang memastikan perlindungan keanekaragaman hayati laut yang lebih besar.


Kapal ini juga dilengkapi dengan ABB Turbocharger untuk mendukung performa dan peningkatan efisiensi bahan bakar sehingga menghasilkan kecepatan maksimum sampai 22 mil laut per jam.


Dan karena tambahan teknologi itulah yang dulunya membuat mendiang ayah mertuanya tertarik menggunakan desainnya dalam pembangunan mega structure tersebut.


Setelah pemotongan pita, Arga dan rombongan kembali dibawa ke workshop CNC cutting. Di sana akan dimulai pemotongan pelat besi baja pertama dilakukan.


Akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ceremony tersebut selesai dalam sehari. Kegiatan ini sangat melelahkan karena tadi ia ikut ke drydock tempat dimana keel laying block pertama kedepannya akan di tempatkan.

__ADS_1


Arga menyaksikan beberapa Drydock di dalam lokasi Geoje Shipyard. Bangunan kolam raksasa ini terletak ditepi laut, dindingnya yang kokoh seperti kolam renang karena pada saat kosong, dok akan menerima tekanan tanah dari sekitarnya, sedangkan pada saat ada kapal yang akan dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari dalam dok, beban berat air akan diterima oleh dinding dan lantai dok kolam tersebut.


Arga memperhatikan pintu drydock yang berdiri kokoh. Pintunya berbentuk seperti sebuah ponton, terbuat dari suatu kontruksi baja, dimana pada pintu tersebut terdapat rongga – rongga yang dapat diisi air ataupun dikosongkan, sehingga pintu itu bisa terapung diatas air dan dipindahkan, apabila rongga-rongga tersebut telah dalam kondisi kosong.


Selain itu, drydock ini juga dilengkapi dengan katup – katup yang dapat dibuka guna mengisi rongga – rongga tersebut dengan air supaya pintu itu tenggelam. Untuk   mengeluarkan air baik dari rongga-rongga pada pintu maupun air yang berada pada kolam maka dok ini dilengkapi dengan pompa air.


Sebagai tempat untuk membangun atau memperbaiki kapal, maka sama dengan fasilitas tempat pembangunan kapal yang lain, maka dalam operasionalnya selalu dilayani dengan berbagai peralatan angkat (crane) yang mempunyai kapasitas angkat yang cukup besar, sesuai dengan kapasitas sendiri yang berjalan di sisi atas dinding dok tersebut (gantry crane).


Arga ingin segera terbang ke Seol, namun ditahan pihak Geoje, mereka ingin mengadakan makan malam bersama Arga dan staffnya. Sebenarnya Arga ingin menolak, namun demi menghargai rekan bisnis, ia pun menyerah. Ia segera menuju ke penginapan sudah disiapkan untuk mereka.


Seharian Arga sangat sibuk sehingga tidak sempat memeriksa ponselnya. Setelah ia cek ternyata bateraynya mati, Arga mengisi dayanya kemudian ia tinggal membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


*****


Aya terus menghubungi nomor Arga, namun tidak pernah aktif. Perasaan khawatir menjalari perasaan Aya. Ia takut sesuatu yang buruk menimpa Arga, namun ia terus berusaha menekan perasaannya dan berharap Arga baik-baik saja.


Mungkin Arga sedang sibuk, mengingat dia ke sini memang untuk urusan pekerjaan yang penting. Untuk sementara ia akan beristirahat sejenak di rumah, setelah itu ia akan diantar oleh pak Hamdan menuju Geoje.


Setelah mendapatkan tidur yang cukup dan makan yang cukup, jam 1 siang Aya dan pak Hamdan meluncur menempuh beberapa jam perjalanan menuju Geoje. Menurut perkiraan pak Hamdan, mereka akan sampai di sana sebelum malam.


Aya terus dilanda perasaan gelisah, sampai sekarang ponsel Arga tidak bisa dihubungi, bahkan pesan yang entah sudah berapa banyak ia kirim hanya menunjukkan centang satu. Ia tidak ingin menduga-duga namun kalau seperti ini istri mana yang bisa tenang.


*****

__ADS_1


Karena terburu-buru, setelah mandi dan berpakaian rapi, Arga tidak lagi mengecek ponselnya. Ia segera menuju restoran Hotel tempatnya menginap dimana di situ juga mereka akan mengadakan perjamuan makan malam dengan pihak Geoje.


Di sana Arga dan staffnya disambut hangat oleh General Manager Geoje Shipyard bersama dengan istrinya.


++++kita anggap saja percakapannya dalam bahasa Korea yah++++


"Selamat malam pak Arga! Suami saya sudah banyak bercerita tentang Anda. Salam kenal, saya Lili." Ucap istri pak Kang, GM Geoje Shipyard.


"Selamat malam, bu Lili. Terima kasih untuk sambutannya."


"Kamu bisa bahasa Korea?" Tanya bu Lili takjub.


"Iya, kebetulan saya lahir dan besar juga di Seoul, hanya saja orang tua saya asli Indonesia." Balas Arga tersenyum.


"Wah..ini sangat menyenangkan pak Arga!" Ujar bu Lili tak kalah hebohnya.


Saat suasana begitu hangat dan akrab, percakapan Arga dan bu Lili mengalir begitu saja. Tiba-tiba mata Arga menangkap sesosok perempuan cantik sedang menatapnya dengan tatapan penuh arti.


Arga merasa seperti sedang berhalusinasi, mungkin itu hanya fikiran Arga saja karena sangat merindukan istrinya itu. Arga menggeleng-gelengkan kepalanya, ia kembali membawa pandangannya ke arah dimana ia tadi melihat bayangan Aya, dan akhirnya ia sadar. Ia tidak sedang berhalusinasi.


Aya!!!


.

__ADS_1


__ADS_2