
❝Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.❞
—Buya Hamka
*****
Hari-hari berlalu, semua berjalan mengikuti takdirnya masing-masing. Tidak perlu melawan, cukup ikuti alurnya, jika itu baik, maka ucapkanlah syukur sebanyak-banyaknya. Jika itu perih lagi menyakitkan, maka berlapang dadalah, ikhlaskan dan berjuanglah untuk memperbaikinya, fix it!!!
Terkadang, hanya dengan kesulitan seseorang bisa bertransformasi menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter. Betapa banyak orang yang berjatuhan karena diuji dengan kesenangan dunia yang semu dan fana ini. Ada yang berhasil melewatinya, namun hanya sedikit. Semua itu dikarenakan kurangnya rasa bersyukur dengan apa yang digenggamnya saat ini. Ada yang terlalu fokus mengejar apa yang diluar jangkauannya, hingga akhirnya setelah terlalu jauh berjalan, ia pun terhempas dak tidak memiliki pegangan sama sejali. When enough is enough, take it and live it!
Seperti itulah yang dirasakan Aya saat ini. Apa yang dimilikinya saat ini, maka akan ia jaga baik-baik. Apa yang menantinya di depan, maka dijalaninya dengan baik. Sesederhana itu saja keinginan Aya. Tidak perlu muluk-muluk, karena semakin banyak berharap, maka semakin besar peluang kecewanya. Namun, jika semakin ikhlas, semakin lapang dan ringan jalannya.
Arga menyeruput kopi panas dan pisang gorengnya di balkon kamarnya. Pagi-pagi sekali Aya membuat pisang goreng saat ke dapur hendak membuat kopi, di sana ia melihat 1 sisir pisang kepok dan langsung ia eksekusi.
"MaasyaAllah, ini pisang goreng terenak sejagat raya yang pernah mas makan!" Puji Arga membuat Aya mengerucutkan bibirnya dan memutar bola matanya jengah.
"Masih pagi, mas. Gombalannya disimpan dulu takutnya ada jin yang lewat sini terus keselek muntah paku, kan kasihan!" Protes Aya yang merasa suaminya itu terlalu gombal.
"Bagus dong, pakunya bisa dikiloin ke tukang besi tua!" Sergah Arga tak bisa menahan tawanya. Aya semakin mengerucutkan bibirnya dan berdiri hendak meninggalkan Arga sendiri di Balkon.
Arga refleks menarik tangan Aya, "eh..mau kemana? Masa suami ditinggal sendiri di sini, ntar digodain jin genit, cemburu lagi, dikejar lagi sampe ke Korea."
"Ih, apaan sih? Gak usah dibahas lagi kali!" Wajah Aya bersemu merah diingatkan kelakuan konyolnya mengejar Arga. Yang cemburu dia tapi yang ngejar-ngejar dia juga. Memalukan!
Arga menarik Aya duduk di atas pangkuannya, ia melingkarkan kedua tangannya erat melingkupi perut ramping Aya.
"Mas senang, mas bahagia diperlakukan seperti itu sama kamu, Ya. Dalam rumah tangga itu wajib ada rasa cemburunya. Selama cemburunya tidak berlebihan, justru itu menyehatkan. Suami macam apa yang senang melihat istrinya jadi bahan fantasi laki-laki lain? Istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya lebih ramah sama perempuan lain dibanding dirinya, istrinya sendiri? Jadi, cemburu itu penting. Penting banget malah!" Ujar Arga sambil mengendus aroma wangi strobery rambut Aya dari balik jilbab rumahannya.
Aya mengambil telapak tangan Arga lalu menggenggamnya. Ia menghirup banyak-banyak udara memenuhi paru-parunya, kemudian ia hembuskan pelan.
"Terima kasih yah, mas! Aku tidak tau bagaimana hidupku sekarang seandainya tidak ketemu mas, ibu dan ayah juga." Setetes air bening jatuh disudut matanya.
Arga memutar tubuh Aya duduk menyamping di atas pangkuannya agar ia bisa memandang wajah Aya.
"Hussshh.. jangan ngomong begitu. Mas yang terima kasih ke kamu karena sudah hadir dalam hidup mas. Lucky me for having you in my life. I love you!" Ucap Arga menatap ke dalam manik mata Aya.
"I love you more, Arga Pramudya Hutama!" Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Arga.
Sungguh Arga ingin mengatakan sesuatu namun di tahan Aya dengan meletakkan jari telunjuknya di atas bibir Arga.
"Stop talking! I know you love me, too! But i fall in you, today, tomorrow and still counting!" Ucap Aya memberi senyum manisnya pada Arga kemudian mereka saling meraup kedalaman rasa dari mereka masing-masing.
Rasa yang membuat hati menjadi tenang namun meletup-letup bergelora memenuhi dinding-dinding harapan akan masa depan yang indah.
__ADS_1
Rasa yang terus membangkitkan semangat untuk terus menjadi lebih baik dan saling memberi kekuatan.
Tak perlu takut jatuh cinta pada dia yang juga mencintaimu. Tak perlu takut percaya pada dia yang juga percaya padamu. Tak perlu menghiraukan segala kemungkinan kesakitan dan luka di masa depan, karena bisa jadi itu bukan takdirmu.
*****
Siang ini Aya ditemani Arga dan Bara datang menemui om Dino di rumahnya. Aya pun juga memanggil tante Dewi untuk bertemu di sana. Aya ingin menyelesaikan semuanya, Aya ingin membersihkan semua dendam dan prasangka di antara mereka.
Aya tidak ingin hidup dibawah bayang-bayang dendam dan rasa sakit di masa lalu. Biarkan ia melebur bersama jalannya waktu. Tidak perlu lagi mengorek-ngorek luka lama jika itu hanya menjadi masalah baru yang kemungkinan bisa terwariskan pada generasi berikutnya. Kasihan!
Aya sudah mempertimbangkan banyak hal, beberapa deal-dealan sudah ia rancang untuk merangkul keluarga ayahnya tersebut. Namun, jika mereka menolak, maka tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menghadapinya.
Setelah sampai di rumah om Dino, di sana tante Dewi sudah lebih duluan datang. Mereka menyambut kedatangan Aya dengan hangat, meski om Dino masih terlihat sedikit kaku menghadapi Aya, namun ia juga berusaha bersikap hangat. Aya sendiri tidak ingin mengambil pusing.
"Om.. tante.. saya ke sini tidak ingin basa-basi dan berlama-lama. Saya juga datang ke sini bukan untuk membuka cerita lama yang sudah berlalu. Jujur, bagi saya cerita itu sudah tamat dan bukunya akan saya tutup selamanya."
Aya menjeda kalimatnya kemudian memberi kode kepada Bara untuk mengambil berkas yang sudah ia siapkan.
"Untuk tante Dewi, maaf jika selama ini ayah dan ibu saya punya salah, mohon dimaafkan dan diikhlaskan kesalahan mereka. Saya dengar tante akan ikut keluarga tante ke Aceh. Kebetulan di sana ada perkebunan kelapa sawit dan juga punya pabrik pengolahan CPOnya sendiri. Ini adalah sertifikat dan seluruh dokumen-dokumen perkebunan dan perusahaan tersebut. Sekarang saya hibahkan ke tante. Saya harap ini di terima dan dikelola dengan baik. Semoga di tangan tante, perusahaan ini makin maju dan karyawannya semakin sejahtera."
Tante Dewi terus menunduk, sedari tadi ia menangis tanpa suara. Entah apa yang ada di dalam fikirannya.
"Untuk om Dino. Om tentu tau bahwa ayah memiliki perusahaan property di Manchester, Inggris. Saya lihat perusahaan itu kini semakin maju di sana, dan kalau om bersedia, maka perusahaan tersebut akan saya alihkan kepemilikannya atas nama Om." Aya menatap ke wajah om Dino yang juga sedari tadi menunduk. "Dan setelah ini, saya harap om tidak mengganggu kehidupan saya lagi dan jangan coba-coba membuat kekacauan di kantor. Saya tidak akan tinggal diam, saya bisa saja membuang om membusuk di penjara jika saya mau tapi itu tidak akan saya lakukan. Saya tidak ingin membuat luka baru, cukup saya yang menjadi korban dan terluka di sini, semua harus berhenti di saya, jangan ada lagi anak keturunan kita yang memiliki dendam di masa depan." Ucap Aya lagi menambahkan.
Om Dino segera bangkit dan menghambur di kaki Aya.
Bara bereaksi cepat dengan membawa om Dino kembali ke tempat duduknya semula, sementara Arga terus menggenggam tangan Aya, memberinya kekuatan dan keteguhan hati agar Aya tidak lagi bersikap lemah di hadapan keluarganya.
Aya menyeruput teh yang sudah mulai dingin yang ada di atas meja, seteguk hingga 3 teguk.
"Baik, kalau begitu saya permisi pulang. Maaf tidak bisa lama-lama di sini. Terima kasih untuk tehnya, tante Dina." Tante Dina hanya mengangguk pelan, rasanya ia pun tak berani menatap wajah ponakan suaminya itu.
Mereka bertiga segera bergegas keluar rumah. Saat Aya sudah hendak masuk ke dalam mobil, tante Dewi berlari mengejarnya lalu mengambil Aya masuk ke dalam pelukannya. Lama mereka berpelukan, saling menumpahkan perasaan dalam tangis tanpa kata. Setelah merasa tenang, tante Dewi mengurai pelukannya.
"Semoga kamu bahagia, nak. Maafkan kami!" Ucapnya singkat namun terasa begitu tulus.
Aya mengangguk, menyusut air matanya yang pada akhirnya jatuh juga dan tak bisa ia bendung.
Bara melajukan mobil ke arah pantai terdekat. Sengaja Arga meminta Bara membawa mereka ke pantai agar Aya bisa merilekskan fikirannya.
Deburan ombak pecah bersahutan silih berganti, desauan angin meniup daun-daun pepohonan menghadirkan melodi sendu, suara burung-burung beterbangan menciptakan sebuah harmoni yang pas. Tak ada yang berlebihan, semuanya bergerak sesuai yang seharusnya.
Aya memicingkan mata memandang laut lepas yang berkilauan diterpa cahaya matahari di atasnya.
__ADS_1
"Bagaimana? Lega?" Tanya Arga memecah kesunyian mereka.
Aya merentangkan kedua tangannya lebar-lebar kemudian menutup matanya.
"Lega, lega banget!" Ucap Aya tersenyum lebar.
"Good girl! I love you!"
Aya membuka matanya lalu melirik Arga yang sedang memandang jauh ke depan. Aya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Aya mendesah kasar.
"Mas.."
"Hemmm.." Arga membawa semua perhatiannya berpusat pada perempuan cantik dan sangat ia cintai di depannya itu.
"Ayo kita bikin anak!" Ucap Aya lalu berlari menyusuri bibir pantai dengan terus tertawa riang. Arga mengejarnya lalu menangkap tubuhnya dan membanting Aya menabrak gelombang pecah yang datang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka berdua.
Mereka tertawa, saling memercik air bahkan Aya mengambil pasir lalu dijadikan shampo di atas rambut Arga.
Semuanya terasa indah, sungguh membahagiakan.
"Semoga dikekalkan cinta kalian hingga ke jannah-Nya!" Lirih Bara pelan kemudian meninggalkan mereka berdua di pantai.
÷÷÷ S E K I A N ÷÷÷
Hai-hai.. readers...
makasih banyak buat yang udah rajin baca novel perdanaku ini. makasih untuk support kalian semua. maaf jika ceritanya saya tamat-kan di sini.
maaf untuk banyak typo, maaf kalau ceritanya tidak terlalu runut, maklum msh newbie. tapi jujur author senang banget udah dapat respon dari kalian.
doakan yah agar author bisa tetap berkarya.
thanks.
eh, met idul adha yah. maaf lahir dan batin.
see you soon in other story. InsyaaAllah🤗
++++++
Lanjut yah baca seri ke-duanya..
REKAYASA PERASAAN
__ADS_1
klick profilku dan kalian akan menemukan novel baru author di sana. thanks🤗
ㅤㅤ