Kapal Cinta Ayana

Kapal Cinta Ayana
Pernikahan Alya dan Alif


__ADS_3

H-1 pernikahan Alya dan Alif, semua keluarga nampak sibuk. Tak terkecuali Aya. Bahkan dia ikut-ikutan ambil cuti panjang. 2 minggu, rekor terbaru baginya karena selama ini paling ambil cuti 2 atau 3 hari, tidak pernah lebih.


Kabar baiknya, Aya juga sudah memasukkan surat pengunduran dirinya di salah satu Rumah Sakit tempatnya bekerja, ia memilih bertahan di Rumah Sakit Harapan Kita karena lokasinya yang paling dekat dari apartemennya.


Semua sudah dipertimbangkannya dengan matang, dia butuh istirahatkan tubuh dan fikirannya. Sudah cukup ia melarikan diri dari rasa traumanya. Ia ingin sembuh, apalagi ada tante Andini dan Alya yang selalu setia menemani dan mendukungnya.


Sebuah pesan masuk ke salah satu aplikasi pesan di ponselnya. Nomor tak dikenal dengan foto profil helypad di atas kapal.


"Assalamu'alaikum. Simpan yah nomorku.


From your future husband.


Arga Tampan"


"Cih.. ni orang udah gila kali yak. Ck ck ck." Aya geleng-geleng, ada gitu manusia yang tingkat kepedeannya ngalah-ngalahin orang gila.


Mengabaikan pesan dari Arga, dia bergegas ke Hotel tempat acara Akad dan Resepsi pernikahan Alya yang diadakan besok dari pagi hingga malam.


*****

__ADS_1


Di dalam kamar rias, Alya nampak cantik dalam balutan gaun pengantin yang mewah dan elegannya. Tak kalah dengan Alya, Aya pun tampil sangat memukau saat ini. Sementara di Area ballroom Hotel sudah ramai keluarga dekat hadir hendak menyaksikan prosesi ijab kabul sang pengantin.


Setelah berbagai rangkaian acara, akhirnya prosesi ijab kabul pun berlangsung dengan khidmat hingga akhirnya terdengar seruan kata "SAH" menggema di seisi ruang ballroom hotel.


Aya dan Alya berpelukan penuh haru. "Jangan nangis, nanti cantiknya hilang" Aya mengusap air mata sahabatnya itu dengan selembar tissue. "Selamat yah..semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Langgeng sampai kakek nenek, sehidup sesurga, InsyaaAllah. Aamiin." Doa Aya tulus.


"Aamiin.." Alya kembali memeluk Aya. "kamu juga harus merasakannya suatu saat nanti." Aya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Disana mama Mita dan tante Andini ikut terharu dan saling berpelukan dengan perasaan bahagia. Mereka pun kini menuju tempat ijab kabul dilaksanakan, di sana sudah menunggu sang mempelai laki-laki yang menyambut pengantin wanitanya dengan senyum merekahnya.


Suasana haru dan bahagia melebur dalam doa-doa kebaikan yang terlantun menembus pintu-pintu langit.


Arga tampak menggandeng seorang perempuan cantik di sisinya. Cantik dan tampan, pasangan serasi. Hampir semua mata tertuju pada mereka berdua. Mereka kini berjalan mendekat ke arah Aya yang kebetulan duduk bersama om Hutama dan tante Andini di meja yang sama.


"Baru kemarin ngaku-ngaku future husband, sekarang udah gandeng cewek lain" kesalnya dalam hati. "Loh, apa peduliku?" Aya menggeleng sendiri dengan fikirannya.


Perempuan cantik itu berjalan cepat dan menghambur ke pelukan om Hutama dan tante Andini.


"Ibu, ayah, Lala kangen" serunya manja tanpa melepaskan pelukannya pada tante Andini.

__ADS_1


"Hai kakak ipar!" Sapanya kemudian beralih pada Aya yang masih berdiri canggung di hadapan Arga. "Uppsss" kedua tangannya menutup mulutnya, "masih on the way calon kakak ipar kan yah?" Lala melirik nakal ke arah Arga. "Kenalin kak, aku Lala. Adiknya mas Gagah yang tampannya melebihi Lee Min Ho ini." lanjutnya menjabat tangan Aya dan tak lupa cium pipi kiri dan pipi kanannya.


Aya hanya bisa tergugu merespon kelakuan absurd Lala. Dia sudah kehilangan kata-kata. Dia tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya. Ingin rasanya menghilang saat ini juga. Sungguh dia tidak kuat dengan gurauan yang dilancarkan oleh perempuan cantik yang mengaku adik Arga ini. Belum lagi sedari tadi ekor matanya menangkap tatapan berbeda dari Arga. Aya menengok ke arah Arga, matanya menyiratkan permohonan agar Arga mengurus kesalahpahaman ini, tapi tampangnya datar-datar saja, malah nampak tidak terganggu dengan godaan adiknya. Parahnya Arga bersikap seperti orang yang baru pertama  kali bertemu dengannya. Sungguh, Aya tidak tahan berada dalam situasi seperti ini.


Satu-satunya solusi yang sempat difikirkan oleh otak encernya adalah kabur ke toilet. Ia buru-buru ke toilet terdekat. Meredakan semua perasaan gugupnya, ia berkali-kali mengambil air dengan telapak tangannya dan membasuh ke wajahnya. Lupakan dulu urusan make up, kata tukang riasnya tadi ini pakai bahan waterproof semua. Ia betul-betul butuh sesuatu untuk menetralkan suasana hatinya.


*****


Malam ini Aya tampil begitu cantik dalam balutan gamis warna navy dipadu padankan dengan jilbab senada dengan gamisnya. Makin klepek-klepek dah si mas Gagah tampan.


Sayangnya dia hanya bisa memandangnya dari jarak jauh. Dia tidak ingin bertindak terlalu agresif, khawatirnya Aya akan menjauhinya. Tapi tetap saja dia selalu mengambil posisi yang bisa terjangkau pandangan Aya, aksi tebar pesona tidak boleh kendor.


Tebar pesona sama istri sendiri kan gak ada salahnya, malah dapat pahala. Apalagi aksinya ini didukung oleh keluarga besarnya. Dia sendiri sedang menunggu, drama apalagi yang sudah disusun oleh ibu tercintanya untuk kemajuan hubungannya dengan Aya.


"Andai kamu tau Aya, sudah hampir sebulan kita menikah. Mungkin saja sekarang sudah tumbuh janin di perutmu andai pernikahan kita seperti pernikahan Alya dan Alif." Ucapnya dalam hati. Arga menerawang jauh, dia masih memikirkan cara terbaik mengungkap hubungan mereka. Sekarang dia benar-benar pasrah, biarlah Tuhan yang mengaturnya.


×××××


Ada yang penasaran kelanjutan kisah Aya dan Arga???

__ADS_1


__ADS_2