Kapal Cinta Ayana

Kapal Cinta Ayana
Ikut Honeymoon


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Arga tidak pernah menampakkan batang hidungnya di depan Aya. Memang saat itu Arga langsung bertolak kembali ke Australia untuk menyelesaikan kontraknya bersama perusahaan Woodside Energy di sana.


Sebenarnya Arga sangat ingin menemui Aya langsung dan meminta maaf padanya, namun urusan pekerjaannya betul-betul tidak bisa ia tinggalkan. Setelah urusannya selesai di Australia, ia pun akan bertolak ke Korea Selatan untuk melihat Galangan Kapal yang berpotensi akan menjadi pilihan utamanya untuk membangun kapal cargo yang dipesan perusahaan ayah mertuanya.


Aya sendiri memilih tidak mau ambil pusing. Setelah mendapat penjelasan dari tante Andini dan juga resepsionis hotel yang mengaku salah memberikan kunci kamar, Aya pun tidak mempersoalkannya lagi. Arga tidak salah. Lagian tidak terjadi apa-apa diantara mereka, jadi untuk apa meminta tanggung jawab Arga.


Dua kejadian memalukan itu tentu saja tidak mudah diabaikan begitu saja oleh Aya, dan tidak bertemu dengan Arga adalah solusi terbaik untuk menata hatinya saat ini.


Aya benar-benar mati gaya, baru satu minggu cuti dia sudah sangat bosan, padahal masih tersisa satu minggu lagi. Alya sendiri hampir tidak pernah memberi kabar. Maklum pengantin baru.


Suara notifikasi dari aplikasi pesan membuatnya meraih ponselnya dan meletakkan novel yang sedang dibacanya.


Dari Alya.


"Jeng, honeymoon yuk!"


"Maksud lo gue ikut kalian honeymoon gitu?" Balas Aya


"Ya iyalah, jeng. Lo siap-siap sekarang. 2 jam lagi kami jemput." balas Alya dan keluar dari aplikasi pesan itu.


"Mmmm... malas banget gue Al. Lo mesra-mesraan sama Alif, trus gue mesra-mesraan sama siapa? Nyamuk?"

__ADS_1


Beberapa menit kemudian balasan pesan dari Alya masuk. "Buruan, tiket sama visa udah gue beresin. Lo tinggal bawa diri aja." Kali ini Alya maksa.


Lama Aya berfikir, menimbang-nimbang tawaran Alya. Jadi obat nyamuk buat orang pacaran asli bikin Aya eneggghh.. gimana kalau yang lagi honeymoon.


Tapi, kalau difikir-fikir lagi, hitung-hitung liburan gratis, toh di sana dia bisa jalan-jalan sendiri tanpa perlu mengekor Alya dan Alif. Dengan semangat 45, Aya akhirnya memutuskan ikut.


*****


Welcome Seoul, Korea 😍😍😍


Aya sangat antusias karena tempat honeymoon yang dipilih Alya adalah negara Korea Selatan, tepatnya di Kota Seoul. Bagaimana pun ia pernah hampir melanjutkan studinya di Negara ini. Sedih juga, andai kejadian naas itu tidak merenggut nyawa ibunya, mungkin dia dan ibunya sudah menetap di Korea sekarang.


Tiba di Bandara, rupanya Lala sudah menunggu mereka di sana. Lala mengantarkan mereka ke Hotel, sengaja dia pilih hotel yang tidak jauh dari rumah orang tuanya. Sebenarnya bisa saja Alya dan Alif tinggal di rumah om Hutama di sana, tapi kan ini ceritanya lagi honeymoon, bukan silaturrahim. Aya sendiri memutuskan ikut tinggal bersama Lala, lumayan ada teman dan sekalian akan jadi tour guidenya. Tidak mungkin bukan Aya mengekori dua orang yang lagi kasmaran itu sepanjang liburannya di Korea.


"Gila lo pada yah, tega banget mau jadikan gue saksi dari aksi iya-iya kalian." Aya memutar bola matanya jengah.


"Ha ha ha" Alif ngakak. "Ini ilmu baru buat lo, Ya. Biar segera terinspirasi pensiun dari dunia perjombloan." Alif menaik-naikkan dua alisnya masih menggoda Alya.


Aya mencebikkan bibirnya. Udah malas ngomong sama mereka.


"Betul kata Alif, Ya. Itung-itung buat nambah pengetahuan lo klo nikah itu gak cuman sedih-sedih doang, tapi ena-enanya juga banyak." kembali tawa mereka pecah. Muka Aya sudah memerah, habis dia digodain Alif dan Alya.

__ADS_1


Sampai di rumah Lala.


"Kakak ipar tidur di kamar kak Arga aja yah, kamarnya kosong kok. Udah berpuluh-puluh purnama orangnya gak pernah muncul. Lala udah bersihin tuh." Lala menarik tangan Aya langsung masuk ke kamar.


Mendengar nama itu disebut membuat Aya sedikit tegang. Lagi-lagi nama itu di dengarnya setelah hampir seminggu ini berusaha dihindarinya. Hmmm.. nuansa kamar yang didapatinya tidak jauh beda dengan kamar Arga di Indonesia. Oh iya, ini kamar pemiliknya orang yang sama. Aya hampir lupa kenyataan itu.


"Panggil kak Aya aja, La. Jangan kakak ipar. Nanti kalau ada yang dengar, bisa ribet loh urusannya. Apalagi klo didengar pacar Arga" protes Aya.


"Kakak ipar gak usah khawatir, kak Arga itu sudah jomblo sejak lahir. Jomblo sejati. Mana ada dia punya pacar. He he he." Jawab Lala nyegir.


"Kakak sendiri kok disumpahin jomblo sejati sih, La?" Aya bingung dengan kelakuan absurd Lala.


"Ya udah, sumpahnya Lala revisi. Semoga, status jomblo kak Arga segera diputus sama kak Aya. Aamiin" Lala mengangkat kedua tangannya lalu mengusap wajahnya.


"Aam...., apaan sih, La?" Aya memukul lengan Lala, hampir saja dia keseleo lidah ikut mengaminkan doa Lala.


"Ha ha ha" Lala tertawa keras. "Kak Aya lucu. Ha ha ha".


"Udah ah, kakak capek banget, lapar juga" Aya mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memegang perutnya.


"Kakak bersih-bersih aja dulu, Lala siapin makan di bawah."

__ADS_1


"Ok" Aya segera masuk ke kamar mandi sementara Lala keluar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


×××××


__ADS_2