Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 21


__ADS_3

Keesokan paginya saat Sunny terbangun dari tidurnya, Sunny tidak mendapati sang suami di sampingnya.


"Tumben sekali sudah bangun," lirih Sunny dan bergegas untuk membersihkan diri.


Setelah mandi dan merias tipis wajahnya dengan cream pagi, bedak tabur dan lipstik merah mudanya, Sunny berdiri di depan cermin, menampilkan dirinya hanya memakai kaos longgar, celana jeans selutut dan sandal selop rumahan dengan rambut yang sedikit basah di biarkannya terurai.


Setelah yakin akan penampilannya, Sunny akhirnya keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan bermaksud untuk sarapan, karena cacing yang ada di dalam perutnya sudah meronta-ronta.


Alangkah terkejutnya Sunny saat tiba di meja makan, meja makan di hadapannya sangat bersih, tidak ada makanan satu piring pun.


Sunny melangkahkan kakinya ke dapur, mungkin saja para pelayan bangun kesiangan dan saat ini sedang menyiapkan sarapan.


'Kosong'


Tak ada satu orang pun, semua perabotan bersih, dapur pun bersih.


"Ada apa ini, apa yang terjadi? Kemana perginya para pelayan?"


Saat Sunny akan membuka kulkas untuk mencari makanan, sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara keramaian, karena penasaran Sunny pun akhirnya menghampiri keramaian itu yang ternyata berasal dari halaman depan.


Di halaman depan itu terparkir satu mobil truk berwarna putih dan para pelayan mengitari mobil truk tersebut.


"Pantas saja di dalam sepi, ternyata pada berkumpul di sini," gumam Sunny.


Sunny terus melangkah mendekat ke arah bagian belakang mobil truk itu, melihat Dareen bersama beberapa pelayan sedang membagikan makanan kepada pelayan lain.


"Ada apa ini?" tanya Sunny kepada Dareen.

__ADS_1


"Bukankah sudah aku bilang, aku akan membelikanmu hamburger satu truk," ucap Dareen sambil terus sibuk membagikan hamburger kepada para pelayan.


"Kau serius!" seru Sunny dan langsung mengambil satu bungkusan putih yang ada di tangan Dareen.


Sunny langsung membukanya dan memakan isinya yang adalah hamburger, Sunny memakannya dengan lahap karena memang saat ini dirinya sangat lapar.


Sudah habis satu bungkus karena masih sangat lapar Sunny pun langsung mengambil dua bungkus lagi, dan memakannya dengan lahap, selesai makan lalu meminum satu gelas minuman cokelat yang masih hangat.


Para pelayan yang memperhatikan tingkah Sunny tentu saja terkejut, karena sang nyonya mudanya bertingkah tanpa tau malu, makan dan minum di hadapan para pelayan, pengawal dan petugas truk, dengan santainya duduk di tangga halaman depan, sama sekali tidak memperhatikan sopan santun.


Sunny mengelus-elus perutnya yang kekenyangan sambil tertawa menatap sang suami yang sedang sibuk membagi-bagikan makanan dan minuman kepada seluruh para pelayan dan pengawal yang ada di mansion.


Tak tega melihat sang suami kerepotan, Sunny pun membantu membagi-bagikan makanan dan minuman itu. Sebenarnya Dareen tidak sendirian saat membagi-bagikan makanan itu, tentu saja di bantu oleh para pelayan dan pengawalnya, karena Dareen yang adalah seorang tuan muda, putra pemilik mansion tentu saja pasti akan kerepotan karena tidak terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu.


"Akhirnya selesai juga, tetapi masih banyak di dalam," ucap Sunny sembari melihat ke dalam truk.


"Kau berikan saja pada pria di taman itu," usul Sunny kepada Dareen.


Pria yang di maksud Sunny adalah pria yang makanannya di ambil oleh Sunny semalam. Sunny berfikir untuk membalas kejahatan yang sudah di perbuatnya.


Dareen pun menyetujuinya dan mobil truk itu bergegas meluncur ke alamat pria itu. Tidak sulit bagi Dareen untuk menemukan alamat pria itu, pastinya dengan bantuan para karyawannya.


******


Tidak butuh waktu lama, mobil truk itu pun tiba di sebuah rumah yang sangat sederhana, Dareen dan Sunny mengikuti mobil truk itu dari belakang menggunakan mobil pribadinya, sebenarnya sudah tak layak lagi di sebut rumah, karena di sana sini kayu-kayu yang menopang rumah itu sudah keropos dan lapuk di makan usia.


"Permisi! Paket!" seru petugas pengantar makanan di depan pintu masuk.

__ADS_1


Tak berapa lama keluarlah seorang pria dewasa yang kira-kira berusia 35 tahun. Terlihat pria itu sangat terkejut saat petugas pengantar makanan mengatakan bahwa ada kiriman makanan untuknya. Pria itu menolaknnya dan mengatakan bahwa dirinya tidak memesan makanan sama sekali.


Sunny dan Dareen mendekati pria itu untuk meminta maaf atas apa yang terjadi semalam dan Sunny berniat untuk mengganti makanan yang sudah di curinya.


Pria itu bercerita kepada Sunny dan Dareen bahwa makanan itu akan di berikan kepada adik dan ibunya, makanan itu di belinya dari hasil upah bonus yang di terimanya saat bekerja sebagai kuli panggul di toko, karena adiknya sangat ingin makan hamburger dan juga minuman cokelat panas dan itu juga merupakan makanan dan minuman favorit adiknya.


Sunny yang mendengar itu sangat sedih dan menyesal karena telah mencurinya. Tetapi Sunny sekarang telah mengembalikannya berlipat-lipat.


Pria itu menerima maaf dari Sunny dan sudah melupakan kejadian itu, kemudian pria itu bersama sang adik sibuk membagi-bagikan makanan dan minuman itu kepada para tetangganya.


Sunny bercerita kepada Dareen bahwa dirinya berniat untuk membangun kembali rumah milik pria itu yang terlihat sangat tidak layak huni. Sunny akan mencarikan rumah sewa untuk di tempati oleh pria itu dan keluarganya sementara selama proses pembangunan rumah.


Dareen setuju dan menyambut baik niat Sunny, Dareen juga yakin bahwa kedua orang tuanya pun akan setuju dengan niat Sunny.


Setelah semuanya beres dan Sunny menceritakan niatnya itu kepada Jerry -nama si pria itu-, Jerry terlihat sangat senang dan sangat berterima kasih atas kebaikan yang di berikan kepada dirinya.


Akhirnya Sunny dan Dareen pun pamit undur diri dan semua itu akan di urus oleh karyawan Dareen.


******


Dalam perjalan pulang Sunny hanya diam dan pandangan matanya menatap ke arah luar jendela mobil, sedangkan Dareen sibuk melihat-lihat gambar sketsa rumah untuk membangun rumah milik Jerry, dan gambar sketsa rumah itu akan di kirim ke karyawannya lalu akan di kirim lagi ke jasa pembangunan rumah.


Tiba-tiba Sunny merasakan ketidak nyamanan di sekitar lehernya, sedikit terasa panas dan lama kelamaan menjalar ke seluruh tubuhnya, Sunny tidak tahan akan rasa panas yang di rasakan dan seketika itu juga Sunny terkulai lemas jatuh ke pangkuan Dareen.


Dareen yang melihat Sunny tak sadarkan diri langsung menghentikan aktifitasnya lalu menepuk-nepuk pipi Sunny sedikit keras, namun tetap tak ada reaksi. Dareen panik dan memerintahkan sopir untuk menuju rumah sakit terdekat.


Beberapa saat kemudian, kalung yang melingkar pada leher Sunny memancarkan cahaya ungu yang cukup terang hingga menyilaukan mata. Dareen memerintahkan sang sopir untuk menepikan mobilnya di tepi jalan karena takut terjadi kecelakaan akibat cahaya yang menyilaukan ini.

__ADS_1


******


__ADS_2