Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 55


__ADS_3

Di sebuah kamar yang bernuansa gelap, terbaring seorang pria diatas ranjang. Terlihat perisai transparan menyelimuti seluruh tubuh pria itu. Perlahan tubuh pria itu terangkat keatas lalu berputar. Tiba-tiba sebuah cahaya berwarna putih masuk kedalam mulutnya yang sedikit terbuka.


Tubuh pria itu masih terus berputar secara perlahan. Beberapa menit kemudian kedua matanya terbuka menampilkan bola mata merahnya. Tiba-tiba saja tubuhnya mengejang cukup lama. Kemudian kedua matanya kembali terpejam dan tubuhnya pun kembali tenang. Secara perlahan tubuh pria itu kembali turun hingga menyentuh ranjangnya kembali.


Seluruh tubuh pria itu dipenuhi keringat dan seketika itu juga kedua matanya kembali terbuka. Kali ini menampilkan bola mata normalnya. Ia terlihat kebingungan lalu mengedarkan pandangan matanya kesegala arah.


Perlahan ia dapat menghilangkan kebingungannya dan mulai mendudukkan tubuhnya diatas ranjang yang basah akibat terkena keringat. Napasnya yang awalnya terengah-engah kini mulai teratur. Pria itupun menarik napasnya secara perlahan untuk menenangkan tubuh dan pikirannya.


Iapun mencoba mengingat kembali semua kejadian yang telah dialaminya. Namun, nihil seakan-akan semua ingatan tentang masa lalunya terhapus. Yang ia ingat dirinya mengalami sebuah kecelakaan mobil akibat mabuk. Ia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri hingga ia menabrak tembok pembatas dan akhirnya tidak sadarkan diri.


Pria itu menyentuh sebelah kepalanya yang terasa teramat sakit. Ia benar-benar merintih kesakitan hingga tak mampu mengeluarkan suara untuk meminta pertolongan. Setelah beberapa menit merasakan kesakitan yang teramat sangat.

__ADS_1


Kini rasa sakit itu perlahan memudar, lalu berganti dengan rasa haus yang teramat sangat. Iapun langsung meraih segelas air putih yang berada di atas meja di samping ranjangnya. Meminumnya hingga habis, tetapi rasa haus itu masih saja ia rasakan.


Pria itupun mengedarkan pandangannya keseluruh ruang kamarnya. Tidak terlihat ada air mineral disana. Pandangan matanya lalu tertuju pada sebuah pintu yang bertuliskan kamar mandi. Tanpa pikir panjang iapun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi itu.


Pria itu langsung menyalakan keran air lalu menyatukan kedua tangannya untuk menampung air yang mengalir keluar dari dalam keran. Iapun langsung meminum air itu dengan rakusnya. Dirinya benar-benar merasakan haus yang teramat sangat.


Ia sendiripun tidak mengerti mengapa dirinya seperti ini. Setelah puas melepas dahaga, iapun memutuskan mandi untuk menghilangkan bau yang menempel pada tubuhnya. Anehnya bau yang tercium dari tubuhnya adalah bau bangkai, darah dan bau kotoran, entah kotoran manusia atau kotoran hewan.


Setelah beberapa menit membersihkan diri hingga tiga kali memakai sabun dan shampo. Akhirnya pria itu menyudahi ritual mandinya. Ia lalu mengeringkan seluruh tubuhnya kemudian berjalan menuju ke depan cermin.


Memperhatikan tubuhnya dari atas kepala hingga kebagian perut. Sedangkan pada bagian pusar ke bawah tertutup handuk. Cukup lama ia bercermin sambil tersenyum-senyum memperhatikan wajahnya.

__ADS_1


"Ternyata, Aku sangat tampan dan ...." ia menghentikan ucapannya lalu mengangkat tangannya secara bergantian. Mencium kedua ketiaknya secara bergantian. Ia sangat senang saat mencium aroma tubuhnya yang wangi.


"Tentu saja wangi," lanjut ucapannya penuh percaya diri sambil menaik turunkan kedua alisnya. Tak berapa lama ia pun membuka pintu kamar mandi bermaksud untuk mengenakan pakaian. Alangkah terkejutnya ia saat baru membuka sedikit pintu kamar mandi.


Tiba-tiba saja hidungnya langsung mencium aroma yang tidak sedap. Aroma itu sama seperti aroma pada tubuhnya saat sebelum mandi. Iapun langsung mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar mandi.


Pria itu langsung menutup rapat pintu kamar mandi dan langsung menuju wastafel untuk memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perutnya. Perutnya benar-benar terasa mual. Kini tubuhnya terasa sangat lemas dan sangat lapar. Pria itu duduk bersandar pada tembok, ia benar-benar tidak mengerti ini semua.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2