
Selia menatap ke arah temannya itu," emangnya mau minta tolong apa sih Kan, kayak ragu dan sungkan begitu," pungkasnya Selia.
"Aku mau minta tolong nih?" tanya Kania yang ada guratan kesedihan dari wajahnya.
"Iya Ka katakan saja kamu mau minta tolong apa, sepertinya penting banget," jawabnya Selia.
"Aku ingin minta pinjam uangmu, nanti habis gajian baru aku ganti," harap Kania.
Kania yang berharap sekali kepada sahabatnya, Kania bisa saja meminta tolong kepada atasannya tetapi itu jalan terakhir yang bisa dilakukan oleh Kania jika sudah mendapatkan jalan buntu.
"Boleh saja tapi berapa Kan, dan kalau boleh tahu untuk apa uang itu? itu pun kalau Kamu gak keberatan aku tahu?" tanya Selia yang memperhatikan wajah sahabatnya yang cukup sendu dan seperti banyak beban pikiran yang melanda Sahabat baiknya itu.
"Sebenarnya aku malu sama Kamu Fa, tapi tak ada jalan lain sudah yang bisa Aku lakukan, dan Aku minta sekitar 15 juta," ucap Kania yang langsung menurunkan volume suaranya karena takut jika Selia menolak permintaannya.
"Semoga saja Selia bisa membantuku, Kalau tidak kasihan adikku yang sudah ingin lulus kuliah tapi kami tidak punya biayanya dan Ibu di kampung tidak punya uang sama sekali dan mau jual barang berharga yang ada hanya rumah yang kami tempati," Kania membatin.
"Apa yang sedang terjadi pada sahabatku, apa keluarganya di kampung menghadapi cobaan dan masalah yang cukup berat sehingga Kania terpaksa meminjam uang yang jumlahnya banyak sekali," batinnya Selia yang menatap intens ke arah sahabat terbaiknya itu.
"Insya Allah ada, memangnya kamu butuh sekarang atau nanti saja kan?" tanyanya Selia lagi yang langsung mengambil hpnya dari dalam tasnya dan siap membuka aplikasi mobile Bankingnya.
Selia ingin bertanya tapi, ia urungkan niatnya itu. Selia tidak ingin Kania merasa tersinggung sehingga, dia membatalkan saja niatnya untuk bertanya.
"Kalau bisa sekarang saja Selia tunggu aku ambil nomor rekening adikku dulu" ucap Kania yang juga membuka aplikasi Chatnya untuk mengambil nomor rekening adiknya.
Selia mengambil hpnya Kania lalu membuka mobile Bankingnya dan menekan beberapa digit nomor rekening bank yang dimaksudkan dalam hitungan detik saja. Transaksi tersebut yang dilakukan olehnya sudah berhasil dan sukses terkirim ke nomor rekening adiknya Kania.
"Alhamdulillah… sudah terkirim dan sukses ke nomor rekening atas nama Kinasih alamat sukamaju kota Surabaya," jelas Selia.
"Iy benar itu sudah alamat, namanya adikku, makasih banyak Sel! bantuanmu ini sangat berarti untukku dan Kau tidak tahu harus mencari pinjaman di mana lagi yang aman tanpa bunga tinggi," jawabnya Kaniayang sangat bahagia karena masalahnya sudah teratasi.
__ADS_1
Wajah Kania langsung berubah drastis dari kebingungan, risau dan sedih sekarang sudah menampilkan senyuman di wajahnya. Kania langsung memeluk sahabat rasa saudaranya itu. Kania Sangat bersyukur karena memiliki teman yang selalu bisa diandalkan dari sejak mereka masih kuliah hingga sekarang.
"Aku tidak tahu harus membalas kebaikan kamu ini dengan cara apa, Aku sangat bahagia karena masalahnya adikku sudah bisa diatasi, kasihan ibuku di kampung sudah ke mana-mana mencari pinjaman tapi tidak dapat dan bahkan mereka malah menghina ibuku," tutur Kania yang memperlihatkan sisi rapuhnya di hadapan Selia.
Selia langsung memeluk tubuh sahabatnya itu yang sudah bergetar dalam tangisnya. Kania menangis tersedu-sedu saking bahagianya. Ia hanya memeluk tubuh sahabatnya tanpa berbicara sepatah kata pun.
Dia ingin membiarkan Kania meluapkan segala gundah gulananya tanpa ada paksaan darinya sendiri. Sedangkan di dalam ruangan lain yang lebih besar dan mewah tentunya dengan furniture yang cukup elegan dan tentunya mahal dengan kualitas nomor Wahid.
Presdir baru tersebut kedatangan tamu yang tidak diundang. Tamu itu adalah sahabatnya Galang, sejak mereka masih memakai baju putih biru hingga sekarang bahkan mereka sama-sama kuliah di UK Inggris Londona dulu.
"Apa gerangan yang membuat tuan muda Nathaniel Ahmed datang mengunjungi kantorku yang kecil ini!" Gurau Galange Alaric Meyer yang langsung berdiri berjalan ke arah sahabatnya dan mereka pun berpelukan.
"Bagaimana kabarnya Brotha, Lama tidak jumpa?" Tanyanya Bayu yang membalas pelukan sahabatnya itu.
"Alhamdulillah baik, silahkan duduk," pinta Galang.
"Kapan balik dari UK, aku kira kamu tidak akan kembali lagi ke Indonesia?" tanya Bayu setelah mengistirahatkan tubuhnya di kursi.
Galang tidak sengaja melihat ada luka di wajahnya Nathan yang seperti bekas cakaran kuku yang sangat tajam itu. Galang refleks menyentuh luka itu dan membuat Bayu meringis dan mengeluh kesakitan.
"Auhhh!" Keluhnya Bayu yang langsung menyingkirkan tangan Galang dari wajahnya sedikit kasar.
"Maaf, sakit yah?" tanyanya Galang dengan sedikit tersenyum cengengesan.
"Gak sakit sih cuma sedikit perih saja," balas Bayu yang bertanya pada dirinya sendiri kenapa ada luka di wajahnya yang seperti bekas cakaran dari hewan buas saja.
Bayu kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat dirinya melihat dengan mata kepalanya perselingkuhan istrinya Miranda bersama asisten pribadinya sendiri.
Hingga dirinya sampai di sebuah kebun teh dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan yaitu pingsan di dalam lubang yang sengaja dibuat oleh petani teh.
__ADS_1
...----------------...
Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya dengan judul di bawah ini yang ceritanya juga bagus:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Pesona Perawan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1
Tetap Setia Dukung Kau Hanya Milikku dengan cara: like setiap babnya, komentar, gift seikhlasnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan juga yah..