
Saat ini Revan berada di balkon kamar milik Bastian, sebenarnya Revan belum pernah berkunjung ke kediaman keluarga Gregorius, tetapi itu tidak masalah bagi dirinya, dengan kekuatan iblis yang di milikinya, Revan dengan mudah dan cepatnya menemukan kediaman keluaga Gregorius.
Iris mata hitamnya akan berubah menjadi merah darah bila insting iblisnya sedang bekerja, Revan hanya memfokuskan pikirannya untuk menuju kediaman Gregorius dan dalam sekejap akan muncul garis merah di hadapannya seperti penunjuk jalan baginya.
Revan terbang dan hanya mengikuti garis merah itu saja lalu seketika itu juga dirinya langsung tiba di tempat tujuan. Itu sangat cepat dan tidak memakan waktu lama.
Seperti saat ini, dalam waktu kurang dari satu menit Revan sudah tiba di balkon kamar milik Bastian.
Sebenarnya sangat-sangat tidak sopan dengan apa yang Revan lakukan saat ini, seharusnya dirinya bertamu dan masuk melalui pintu depan tetapi Revan tidak peduli, yang ada di pikirannya saat ini adalah dirinya harus cepat membawa Bastian ke rumah kayu dan menjalankan ritual penghidupan Revina sebelum bulan purnama merah tertutup sempurna.
Saat Revan akan membuka jendela balkon tiba-tiba tirai putih penutup jendela terbuka dan menampilkan seorang pria yang terkejut melihat kehadiran dirinya.
__ADS_1
Bastian tampak mengerutkan kening mengingat siapa pria yang berada di balkon kamarnya ini.
"Apakah dia, Revan?" gumam Bastian dan langsung membuka pintu jendela kamarnya.
"Revan, kau Revan kan, ada apa kau kemari?" tanya Bastian memastikan setelah berhadapan langsung dengan Revan. Bastian yakin dirinya tidak salah ingat.
"Ya benar, dan tujuanku kemari adalah untuk mengajakmu ke tempat kakakku," jawab Revan langsung pada intinya.
Bastian bergidik ngeri lalu memundurkan langkahnya dengan tatapan mata tak percaya pada Revan. Bahwa Revan kemari akan membunuhnya agar Bastian bisa bersama dengan Revina. Bergegas Bastian masuk ke dalam kamarnya kembali, saat akan menutup jendela kamarnya tiba-tiba Revan menahannya.
"Tak ada waktu lagi, kita harus cepat sebelum bulan purnama merah tertutup sempurna!" seru Revan dan langsung menarik paksa Bastian kemudian melesat pergi ke rumah kayu di tengah hutan.
__ADS_1
Bastian yang melayang-layang di udara bersama Revan pikirannya sudah tak menentu arah, Bastian berpikir apakah dirinya akan di korbankan dan di jadikan tumbal? Lalu ada apa dengan bulan purnama merah.
Bastian tahu bulan purnama merah akan muncul hari ini tetapi dirinya tidak mengetahui sebenarnya ada misteri apa dengan bulan purnama merah, karena semua orang menutup pintu rapat-rapat rumahnya dan di sekitar rumah terpasang tulisan atau benda-benda untuk mengusir roh jahat.
Sebenarnya tadi Bastian saat membuka jendela balkon akan memasang jimat yang di berikan oleh Chintya, menurut sang ibu jimat itu sebagai penangkal roh jahat yang akan memasuki dirinya saat bulan purnama merah sudah tertutup sempurna.
Bastian sebenarnya tidak percaya akan hal itu dan karena dirinya tidak ingin menhecewakan Chintya maka di turuti lah ucapan sang ibu, hanya sekedar untuk menyenangkannya.
Tetapi di luar dugaannya, Revan malah membawanya pergi untuk menemui Revina, apakah Bastian akan di korbankan atau akan di jadikan apa dirinya tak tahu, yang ada dirinya hanya bisa pasrah saat Revan membawanya.
...******...
__ADS_1