
Dareen yang sudah berubah menjadi monster serigala terus saja melolong. Nenek Ero yang melihat itu berusaha melumpuhkan monster itu dengan kekuatan yang dimilikinya, dirinya takut bila nanti kawanan monster serigala itu datang ke hutan lumut merah ini. Setelah bergulat cukup lama dengan monster serigala itu, akhirnya Nenek Ero dapat melumpuhkan monster serigala itu dan mengikatnya pada pohon dengan ikatan tali emas yang terlebih dahulu sudah di rendam ke dalam air suci.
"Aku hanya bisa melumpuhkannya untuk sementara waktu, saat bulan purnama sudah merah sempurna monster serigala ini akan sangat sulit untuk dilumpuhkan kembali, karena kekuatan roh jahat akan benar-benar menguasainya," ucap Nenek Ero. "Saat sinar bulan purnama merah sudah mengarah pada pohon itu, kau harus cepat bertindak. Kau mengerti," imbuh Nenek Ero sambil menatap ke arah Sunny penuh harap. Sunny hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Sunny mengerti dan sudah mengingatnya di luar kepala tentang langkah-langkah yang harus dilakukannya. Dirinya harus menusukkan pedang kepala naga tepat pada jantung Levia, lalu Levia akan berubah menjadi sebutir mutiara ungu dan Sunny harus menelan mutiara itu, dan yang terakhir dirinya masuk ke dalam pohon untuk menyelamatkan sang suami. Nenek Ero tersenyum senang melihatnya.
Sinar bulan purnama merah sudah mulai menyinari tepat pada batang pohon yang terdapat lubang kunci. Nenek Ero meminta Levia untuk berdiri tepat di bawah sinar bulan merah itu. Levia memposisikan dirinya tepat berada pada sinar bulan merah itu.
__ADS_1
Pedang kepala naga sudah berada dalam genggaman tangan Sunny. Sunny memegang pedang itu sangat erat. Sunny dan Levia sangat terkejut saat sebagian pedang yang terkena sinar dari bulan purnama merah berubah warna menjadi merah, dan kedua mata pada kepala naga itu berubah menjadi merah semerah darah.
Nenek Ero menegadahkan kepalanya melihat ke arah bulan purnama yang hampir tertutup sempurna dengan bayangan merah. Lalu pandangan matanya di alihkan pada monster serigala yang mulai bergerak-gerak. Nenek Ero mulai terlihat cemas.
"Sunny! Bersiaplah!" Teriak Nenek Ero yang pandangan matanya tak lepas dari monster serigala itu. Monster serigala mulai membuka kedua matanya yang berwarna merah darah, menatap ketiga orang dihadapannya dengan garang dan tatapan membunuh. 'Dareen sadarlah, aku Sunny, istrimu,' batin Sunny saat monster serigala itu menatap ke arahnya.
Monster serigala terlihat melunak saat menatap kedua bola mata Sunny. "Sunny! Sekarang!" teriakan Nenek Ero sukses membangunkan Sunny dari lamunannya saat menatap ke arah monster serigala. Sunny yang belum sepenuhnya sadar memandang bergantian ke arah Levia dan Nenek Ero.
__ADS_1
*gambar bulan purnama merah, sumber google.
"Sunny cepatlah!" teriak Levia saat Sunny tak kunjung juga menusukkan pedang itu tepat ke jantungnya. "Maafkan aku Levia, aku tak bisa," ucap Sunny yang hampir menangis. "Kau pasti bisa Sunny! Cepat lakukan! Aku mohon bebaskan aku dari kehidupan abadi ini, aku ingin dapat bereinkarnasi dan berkumpul lagi bersama keluargaku, aku mohon Sunny," ucap Levia yang juga hampir menangis.
Monster serigala terlihat mengamuk dan berusaha melepaskan diri dari ikatan emas itu. Nenek Ero berusaha menahannya tetapi tidak bisa, kini monster serigala itu memiliki kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya. "Cepat! Sunny! Aku sudah tidak kuat untuk menahannya lagi! Monster ini semakin kuat!" teriak Nenek Ero saat dilihatnya Sunny belum juga menusukkan pedang itu pada jantung Levia.
__ADS_1
Sunny masih dengan kebingungannya, dirinya tak sanggup melakukan semua ini. Sunny baru saja menemukan teman baik yaitu Levia, dirinya tak mau berpisah dengan Levia. Sunny meneteskan air matanya saat menatap bola mata Levia yang juga mengeluarkan air mata. Levia menganggukkan kepala dan berkata, "Tusukkan pedang itu,"
...******...