Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Bab. 79


__ADS_3

Bayu demi ingin mengetahui siapa perempuan yang telah direnggut mahkotanya itu, ia kembali ke kota Makassar untuk mencari informasi sendiri tanpa bantuan dari detektif swasta ataupun anak buahnya. Karena jika memakai jasa mereka nisa- akan ketahuan kesalahan yang pernah dilakukannya dulu.


Bayu yang rebahan di atas sofa beludru itu sambil mengingat beberapa kejadian yang dialaminya selama berada di Makassar.


"Semoga saja gadis SMA itu tidak gila karena saya dengar kalau Sania sempat dirawat di rumah sakit gara-gara depresi ringan,tapi semoga saja sembuh total penyakitnya selama di Jakarta," cicitnya Bayu sambil menaikkan tangannya di atas keningnya.


Berselang beberapa menit kemudian, Bayu yang mendapatkan telpon dari Galang Alaric Kim segera meluncur dari apartemennya menuju ke perusahaannya Galang sahabat sekaligus sepupunya itu.


"Apa yang ingin dikatakan oleh Galang, kenapa meski mengajak kami bertemu di perusahaan padahal biasanya di rumahnya saja, aku jadi penasaran kalau seperti ini,"


Bayu terus mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan milik kedua orang tuanya Galang. Tak berselang lama, mobil Bayu sudah terparkir di depan lobi perusahaan miliknya Galang. Galang berjalan dengan tergesa-gesa karena ia tidak ingin membuat sahabatnya terlalu lama menunggu.


"Assalamualaikum," ucapnya Bayu ketika sudah berada di dalam kantornya Galang.


"Waalaikum salam,kok lama banget tumbenan kamu datang terlambat," Tanyanya Galang.


"Maaf saya tadi sempat ketiduran sehingga melupakan janji temu kita," ujarnya Bayu dengan tampan memelasnya itu.


"Tidak apa-apa,kalau gitu kamu pasti tahu siapa ini?" Tanyanya Galang sambil menyodorkan sebuah foto ke hadapannya Bayu.


Bayu tanpa basa basi segera mengambil secarik kertas yang berisi foto seorang gadis berhijab yang masih memakai seragam putih abu-abu itu. Bayu melototkan matanya saking tidak percayanya jika perempuan yang dicarinya itu diketahui oleh Galang.


Bayu segera menetralkan perasaannya yang terkejut agar tidak diketahui oleh Galang. Bayu berusaha untuk menutupi kenyataan tersebut.


"Apa maksudnya ini? Apa jangan-jangan kamu menjodohkan aku dengannya?" Tebaknya Bayu.

__ADS_1


"Kau tidak perlu repot-repot mengelak dan menutupi semuanya karena aku akan menikahkan kamu dengannya agar kamu bisa bertanggung jawab atas perbuatan yang kamu lakukan!" Tegasnya Galang.


Bayu saking terkejutnya langsung spontan berdiri dari duduknya itu," bagaimana caranya kamu bisa mengetahuinya sedangkan saya tidak pernah berkata jujur masalah ini kepada siapapun!?"


Galang bangkit dari duduknya sambil tersenyum lebar dan berjalan ke arah Bayu yang masih berdiri," kamu tidak perlu gimana caranya aku mengetahui itu tidak ada gunanya yang paling penting harus segera bertanggung jawab dan aku sudah mengatakan kepada paman dan Tante masalah kamu besok akan melamar perempuan itu tapi, terlebih dahulu kamu harus berkata jujur kepada perempuan itu sebelum kami membantumu melamarnya," pintanya Galang.


"Tapi bagaimana kalau gadis itu marah dan malah menghukum aku lalu melaporkan aku ke polisi gimana itu kalau sampai terjadi?" Tanyanya Bayu yang mulai ketakutan dengan hal itu padahal itu belum tentu jadi kenyataan.


Galang kembali tersenyum tipis," kamu yah belum jadi kenyataan sudah berfikiran negatif dicoba dulu kenapa lagian ini juga semua karena kesalahan kamu sendiri jadi siap tanggung resiko juga," cercanya Galang.


Bayu menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar dan keras kemudian memutuskan untuk berbicara jujur di depan Sania.


Setelah perbincangan keduanya berakhir, sepeninggal Bayu, Galang segera segera menghubungi nomor kedua orang tuanya Bayu yaitu Bu Gina Ariani dengan Pak Gunawan Kusuma. Keduanya sangat bahagia karena sudah berniat mengakhiri masa dudanya setelah ditinggal oleh istrinya yang berani selingkuh itu.


Malam harinya, Bayu memikirkan untuk hari esok bagaimana caranya untuk mengatakan kepada Sania. Galang sudah memberikan alamat kampus dan rumahnya Sania adiknya Selia.


Pagi pun menjelang subuh, Bayu baru saja terlelap dalam tidurnya itu. Saking banyaknya pikiran dan beban yang menghantui pikirannya sehingga dia kesulitan untuk tidur.


Sedangkan di tempat lain, Bu Halimah Atikah ibunya Selia dan Sania terkejut mendengar perkataan dari perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.


"Jadi Ibu dengan anaknya hari ini akan datang berkunjung, tapi ngomong-ngomong Anda mau datang ke sini untuk apa?" Tanyanya Bu Halimah melalui telpon.


Ketiga anaknya duduk di sampingnya sambil duduk diam manis memperhatikan dan juga menunggu apa yang akan Ibu Renita Karisma katakan yaitu maminya Galang.


"Kami sekeluarga akan datang melamar putri Ibu,saya harap Ibu besok siang bersiap menunggu kedatangan kami dengan niat yang baik," ujarnya Bu Renita dengan serius.

__ADS_1


"Melamar putriku!" Beonya Bu Halimah.


"Iya benar sekali Bu,kami akan melamar kedua putri ibu yang bernama Selia dan Sania untuk kedua putraku,kami berharap besok niat baik kami ini disambut hangat oleh kalian," pintanya Bu Reni.


"Alhamdulillah insya Allah kami akan bersiap semampu kami Nyonya, jadi silahkan datang saja," tuturnya Bu Halima.


Setelah sambungan telepon putus Sania awalnya ingin menentang keputusan kedua orang tua itu, tapi ia urungkan niatnya itu karena tidak mau dianggap anak durhaka.


"Kalau aku menentang keputusan mereka, siapa lagi Pria yang mau dan sudi menikahi perempuan yang tidak perawan lagi jadi aku lebih terima saja."


"Nak Sania apa kamu bersedia menikah dengan Nak Bayu Prasetya?" Tanyanya Bu Halimah yang menghadap ke arah anak keduanya itu.


Sania yang awalnya terdiam tanpa ragu-ragu langsung mengiyakan permintaan dari Ibunya itu.


"Bismillahirrahmanirrahim Insya Allah saya setuju Bu,"


"Alhamdulillah makasih banyak nak ke kau tidak mengecewakan ibu, kalau Selia, pria yang akan menikahi kamu adalah katanya kalian dulu saling kenal sebelumnya tapi karena nak Galang Alaric Kim keluarga negri sehingga kalian putus, apa ini benar nak?"


Selia tidak mungkin punya alasan untuk menyanggah perkataan ibunya," sa-ya…" ucapannya Selia terputus.


"Nak ini anugerah terindah dalam hidup kita semua karena kalian berdua langsung mendapatkan lamaran dari pria yang sama baiknya, sama bertanggung jawab andai bapak masih hidup pasti akan sangat bahagia dengan kebahagiaan ini,"


"Baiklah kalau seperti itu, saya akan menerima lamaran Abang Galang," ujarnya Selia.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap sedangkan Bayu berniat berkata jujur di hadapan langsung semua orang agar tidak ada dusta diantara mereka.

__ADS_1


Segala persiapan sudah disediakan oleh kedua belah pihak keluarga. Bu Renita juga mencari informasi tentang adat istiadat pernikahan orang suku Bugis Makassar. Mulai berbagai macam seserahan pernikahan, makanan berupa kue-kue dan yang lainnya seperti yang diharapkan dan petunjuk dari teman sosialitanya yang kebetulan orang dari suku Makassar asli.


Bayu dan Galang ikut ke dalam rombongan calon pengantin untuk melihat langsung apa yang terjadi di dalam sana. Keduanya


__ADS_2