
Rebeca berjalan menuju kamar Dareen, semenjak kejadian di hutan lumut merah itu. Rebeca memutuskan untuk kembali ke negaranya. Sudah berhari-hari Dareen dan Sunny belum sadarkan diri.
Dareen dan Sunny untuk sementara waktu ditempatkan pada kamar terpisah untuk menyadarkan diri masing-masing. Kedua sama-sama tidak sadarkan diri akibat peristiwa bulan purnama merah. Kini Rebeca hanya dapat berharap dan berdoa agar sepasang suami istri itu dapat segera sadar dan menjalankan hari-harinya seperti sedia kala.
Rebeca perlahan membuka pintu kamar Dareen dan seketika itu juga indra penciumannya mencium bau yang teramat busuk. Iapun mengurungkan niatnya untuk memasuki kamar sang putra. Dengan cepat ia menutup pintu kamar itu dan langsung berlari menuju wastafel terdekat untuk memuntahkan isi perutnya.
"Berasal darimana bau busuk itu, Aku benar-benar mual," ucap Rebeca perlahan. Rudolf yang sedang berjalan menuju ke arah kamar Dareen mendengar suara seorang wanita yang sedang muntah-muntah. Rudolf langsung mempercepat langkah kakinya menuju ke arah sumber suara tersebut.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Rudolf melihat sang istri yang sedang muntah-muntah di wastafel. "Apakah sayangku sedang hamil?" tanyanya pada dirinya sendiri dan langsung tersenyum penuh kebahagiaan. Dengan cepat Rudolf langsung menghampiri sang istri.
Dengan sigap Rudolf langsung memegang kedua lengan sang istri. "Apa kau baik-baik saja, sayang?" tanya Rudolf sedikit cemas melihat wajah pucat sang istri dari cermin. Rebeca langsung menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami.
Rudolf tersenyum penuh arti ia berpikir bahwa Dareen sebentar lagi akan memiliki seorang adik. Dengan perlahan memapah sang istri lalu berjalan ke arah sofa yang ada didekatnya. Ia berusaha menenangkan sang istri sambil mengusap lembut punggung Rebeca.
"Apa maksudmu? Sebenarnya apa yang terjadi pada putra kita?" Rudolf benar-benar bingung dengan permintaan Rebeca. "Akan Aku jelaskan nanti, yang terpenting cepat datangkan petugas kebersihan khusus. Kau jangan masuk ke dalam kamar Dareen sebelum petugas kebersihan datang." Rebeca belum sanggup untuk menjelaskannya, kepalanya menjadi sangat pusing setelah muntah tadi. Akhirnya iapun tertidur di pundak sang suami karena tidak sanggup lagi menahan sakit pada kepalanya. Rudolf menuruti permintaan Rebeca dan menghubungi petugas kebersihan khusus kediaman keluarga Rudolf.
__ADS_1
Petugas kebersihan khusus diturunkan hanya pada saat diadakan pesta, sehingga suasana kediaman Rudolf tetap terjaga kebersihan dan keharumannya. Petugas itu hanya di khususkan hanya untuk kediaman Rudolf saja. Rudolf bingung mengapa petugas kebersihan khusus diturunkan sedangkan tidak ada pesta di kediamannya. "Apakah Dareen akan mengadakan pesta?" gumam Rudolf yang duduk di samping Rebeca yang tengah tertidur.
Namun, Rudolf sangat bingung dan penasaran, mengapa dirinya tidak diijinkan masuk ke dalam kamar putranya sendiri. "Ada apa sebenarnya?" gumam Rudolf yang sangat penasaran tingkat dewa. Tidak berapa lama petugas kebersihan khusus itupun tiba, kepala pelayan langsung memerintahkan petugas menuju kamar tuan mudanya itu.
Saat kamar Dareen di buka, dengan cepat bau busuk itupun menyebar. Kepala pelayan yang ada di tempat itu yang sangat penasaran akhirnya pingsan di tempat karena tidak kuat mencium aroma busuk yang teramat sangat menyengat. Sedangkan para petugas kebersihan yang sebelumnya telah memakai masker premium lima lapis langsung menyemprotkan cairan pengharum. Membuka pintu, jendela dan membuang hampir semua barang-barang yang berbau busuk dan sangat menyengat.
***
__ADS_1