Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Bab. 74


__ADS_3

"Maaf katanya bapak Suardi Anda mencari siswa kelas tiga yang menghuni villa kamar tiga yah?" tanya Ibu Maryam selaku wali kelas tiga.


"Ia benar sekali Bu, kalau begitu sebaiknya kita berbincang di dalam ruangan ku tidak enak di sini nanti sekolah kami ditegur oleh masyarakat kalau kami tidak menyambut baik tamu kami," Tutur Ibu Maryam.


"itu terserah dari Ibu saja, saya tidak mempermasalahkannya dan juga tidak keberatan kok Bu," sahut Bayu lagi.


Bayu dan Ibu Siti Maryam pun berjalan ke arah kantor khusus guru. Ibu Maryam pun duduk di meja kerjanya.


Bayu Nathaniel Rothschild dan Ibu Siti Maryam pun berjalan ke arah kantor khusus guru. Ibu Maryam pun duduk di meja kerjanya.


"Kalau gitu apa yang Anda cari bisa Anda utarakan di depanku," pinta Ibu Maryam di depan Bayu yang sudah tidak sabar untuk berbicara.


Bayu mulai bercerita dan menjelaskan semuanya awal dia kehilangan dompetnya walau pun ada sedikit bumbu halus da kebohongan di dalamnya. Tidak mungkin dia berterus terang dan jujur tentang apa yang terjadi padanya waktu itu.


"Begini Bu, waktu itu saya berlibur di daerah Malino dan tanpa sengaja dompet saya terjatuh dan sesuai keterangan masyarakat di sana katanya ada siswi anda yang dapat dan dia menginap di Villa Highland di kamar enam," jelasnya Bayu panjang lebar.


Ibu Maryam pun mencoba mengingat siapa yang berada di dalam kamar itu.


"Ooh itu siswi kami Pak kebetulan ada empat orang yang menginap di dalam kamar itu, dan kalau tidak salah ada Sania Marshanda, Hasniah dan Winda," jawab Ibu Maryam.


"Apa saya boleh minta nomor hp atau alamat mereka Bu, karena ini sangat penting di dalam dompetku ada surat-surat yang sangat penting dan saya butuh surat itu!" harap dan mohon Bayu kepada ibu Maryam.


Tanpa pikir panjang lagi ibu Maryam pun menulis di atas kertas nomor handphone dan alamat keempat mantan siswanya itu. Lalu menyodorkan ke hadapan Bayu.


"Makasih banyak atas bantuan ibu guru dan saya pamit dulu Bu, maaf sudah ganggu aktivitas ibu, dan karena masih banyak kerjaan yang harus Saya selesaikan" terang Nathan.


"Sama-sama," ucap Ibu Maryam.


Nathan berjalan tergesa-gesa dengan langkah yang lebar menuju di mana mobilnya terparkir itu.


"Alhamdulillah saya dapat petunjuk lagi dan semoga berhasil, ya Allah bantulah Saya untuk segera bertemu dengan gadis malang itu, aku ingin bertanggung jawab atas kesalahanku," batinnya Bayu dengan penuh semangat dan harapan.


Bayu memutuskan untuk melajukan mobilnya ke alamat rumah Marshanda tapi, ternyata Marsha sudah pindah ke kota Makassar karena akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Nathan pun menelpon nomor hp Marsha orang yang pertama dia telpon.


"Assalamu alaikum, maaf apa betul ini nomor hp Marsha?" tanya Bayu yang langsung to the poin yang masih berada di depan rumah Marsha.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, benar sekali yang Anda bilang, tapi maaf Anda ini siapa? tanya balik Marsha yang bingung karena tiba-tiba ada orang asing yang menghubungi nomor hpnya.


"Maaf adik! Saya ingin bertanya apa kamu menemukan dompet yang terjatuh di sekitar kebun teh?" Bertanya langsung tanpa basa-basi terlebih dahulu yang tidak ingin membuang waktunya dengan sia-sia.


"Dompet!! Maksudnya dompet apa dan siapa yang punya? maaf saya tidak melihat dompet coba kita tanyakan temanku yang lain sempat mereka lihat dompetnya Pak!" tutur Marshanda yang bertanya-tanya siapa orang yang sedang menelponnya..


"Makasih banyak dan maaf sudah mengganggu," ujarnya Bayu lagi.


Bayu lalu memblokir nomor hp Marsha karena ia tidak ingin nanti Marshanda menghubungi nomornya dan dia terganggu nantinya untuk kedepannya juga. Bayu kemudian lalu menelpon nomor hp Hasmia dan tersambung. Tapi Hasniah pun tidak tahu mengenai dompet tersebut seperti halnya dengan Marshanda.


Bayu kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Winda karena nomor hpnya Winda tidak aktif sehingga memutuskan ke rumahnya Winda, walaupun jarak dari rumahnya Marsha cukup jauh sekitar 30 Menit perjalanan tapi tidak menyurutkan niat dan semangat empat lima.


"Ya Allah Kok sudah sekali untuk bertemu dengan gadis itu, padahal niatku baik," Bayu membatin.


Sesampainya di depan rumah Winda yang sudah terpasang janur kuning dan dihiasi dengan berbagai macam pernak pernik pernikahan dan sepertinya akan ada yang menikah di rumah itu. Bayu khawatir jika yang punya rumah itu adalah gadis yang dia cari.


Ternyata akan menikah pasti akan membuat hatinya bersedih dan kecewa. Bayu pun turun setelah beberapa saat berperang dengan pemikirannya sendiri. Nathan berjalan ke arah seorang bapak yang sedang berdiri di sekitar pelaminan pengantin itu.


"Assalamu alaikum Pak!" Sapanya Bayu dengan penuh keramahan yang membuat orang itu terkejut mendengar suara Bayu yang tiba-tiba dari arah belakang.


"Eeehhhh waalaikum salam, maaf siapa dan apa kita cari?" tanya bapak itu yang sudah setengah baya jika dilihat dari wajahnya dan postur tubuhnya.


"Iye benar sekali, kenapa dan apanyaki Winda?" tanya Balik bapak tersebut.


"Saya temannya Winda dan saya ingin bertanya yang penting sama Winda!" tutur Bayu.


"Ohh temannyaki, kalau begitu duduk saja dulu Nak, baru Bapak panggil Winda," pinta Bapak tersebut sambil berlalu dari hadapan Bayu yang sudah mendudukkan dirinya.


"Semoga bukan perempuan ini yang saya cari kalau dia berarti pupus sudah harapanku untuk bertanggung jawab,"gumamnya Bayu.


Bapak tersebut kembali setelah dari dalam memanggil Winda.


"Maaf nak na bilang winda masuk, di dalam bicara sama Winda, ia sudah selesai pakaian pengantinnya," jelas Pak Dodi pamannya Winda.


"Kalau gitu makasih Banyak Pak, bisa bapak bantu antar saya ke dalam bertemu dengan Winda!" harap Nathan.

__ADS_1


"Bisaji, kesini ikut sama bapak ke dalam!" Pungkas Bapak Dodi sambil berjalan ke arah kamar Winda.


Bayu mengikuti langkah kaki Pak Dodi dan Bayu terpana melihat penampilan Winda yang sudah berbalut pakaian pengantin khas Makassar.


"Apakah dia adalah gadis itu ya Allah…?" Lirihnya Bayu yang berdiri mematung dan tidak bergeming.


"Forget the about one who coused the pain, Lupakan seseorang yang membuatmu sakit."


...****************...


Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya dengan judul di bawah ini yang ceritanya juga bagus dibanding dengan Kau Hanya Milikku dijamin seru juga loh..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Pesona Perawan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap Setia Dukung Kau Hanya Milikku dengan cara: like setiap babnya, komentar, gift seikhlasnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan juga yah..


__ADS_2