
Terlihat seorang remaja pria dengan membawa sebuket bunga mawar merah, mendaratkan kedua kakinya di atas tanah, lalu mengucapkan mantra dan seketika itu juga perisai yang menyelimuti seluruh rumah kayu itu hilang dalam sekejap, lalu kedua kakinya melangkah masuk perlahan ke dalam rumah kayu itu.
Setelah remaja pria itu berada di dalam rumah, dirinya mengucapkan mantra kembali dan seketika itu perisai menyelimuti seluruh rumah kayu itu.
Remaja pria itu terus melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam rumah kayu hingga terdengar suara langkah kakinya yang menggema di dalam rumah itu, lalu menghentikan langkah kakinya tepat di depan sebuah ruangan dengan pintu yang terbuat dari kayu yang berukiran bunga mawar merah dan memasuki ruangan itu.
Ya, sang pemilik ruangan itu sangat menyukai bunga mawar merah.
Dilihatnya buket bunga mawar yang telah layu di samping peti kaca lalu membuangnya keluar jendela dan menggantinya dengan buket bunga baru yang di bawanya itu.
Remaja pria itu adalah Revan menatap ke arah peti kaca yang di dalamnya terbaring sesosok cantik memejamkan kedua matanya dengan tubuh tanpa jiwa dan mengenakan gaun putih berenda emasnya, menampilkan wajah cantik dengan riasan tipisnya.
Cukup lama Revan menatap sang kakak, Revina, dirinya benar-benar rindu dengan canda tawa sang kakak.
"Kak, aku sudah memutuskan, aku yang akan bertukar jiwa denganmu dan aku tidak akan mengorbankan jiwa suci seperti yang iblis itu minta, aku yakin semuanya akan baik-baik saja dan kau akan bahagia bersama Bastian," senyum kecut terlukis di wajah Revan sambil terus memandang ke arah Revina yang terbaring di dalam peti kaca.
__ADS_1
"Bila aku tiada nanti, tolong jaga Mami dan Papi, aku mengandalkanmu kak,"
Revan tak sanggup lagi menyembunyikan kesedihannya, berbalik dan tubuhnya merosot hingga terduduk di atas lantai kayu, dirinya tak sanggup lagi membendung air matanya dan akhirnya menangis dalam diam.
Selama ini Revan berusaha untuk kuat, mencoba menghibur dirinya dengan bermain bersama teman-temannya, tetapi tetap saja bayang-bayang Revina yang sangat di sayanginya itu terus berada di pikirannya.
Kedua orang tua Revan dan Revina sangat sibuk dengan bisnis yang mereka jalani masing-masing, Papinya sibuk dengan bisnis elektroniknya sedangkan Maminya sibuk dengan bisnis kecantikannya dan tak jarang juga keduanya pergi keluar negeri untuk mengembangkan bisnisnya itu, jadi mereka hanya hidup bersama pelayan yang ada di mansionnya.
Jadi dalam setahun pertemuan antara orang tua dan anak dapat di hitung dengan jari, bahkan saat ulang tahun saja orang tuanya tidak datang hanya video call dan memberikan banyak hadiah sesuai keinginan sang anak, awalnya Revan dan Revina senang dengan banyak hadiah tetapi lama kelamaan mereka rindu ingin bercanda tawa dengan kedua orang tuanya, maka dari itu Revan lebih dekat dengan sang kakak.
Bulan purnama merah adalah satu-satunya harapan Revan untuk menghidupkan kembali sang kakak lewat bantuan sang iblis, walaupun nyawa Revan sebagai gantinya dirinya tidak merasa keberatan asalkan sang kakak dapat hidup kembali dan merasakan kebahagiaan.
Sedangkan Revan tidak sanggup bila hidup tanpa Revina, karena menganggap Revina adalah segalanya dan dirinya bertekad kelak akan mencari istri seperti sang kakak, tetapi itu tidak mungkin terwujud karena dirinya akan mengorbankan dirinya demi sang kakak.
Setelah dapat menenangkan dirinya, Revan memutuskan untuk kembali ke ruangannya yang ada di sebelah ruangan Revina, Revan memutuskan akan bermalam di rumah kayu itu karena besok adalah kemunculan bulan purnama merah dan dirinya harus bersiap untuk itu. Lagipula sekolah juga telah di liburkan jadi dirinya bebas, setelah berpamitan kepada Revina yang tentu saja tidak membalas ucapannya, Revan pun pergi menuju ruangan di sebelahnya.
__ADS_1
Revina di tempatkan di tengah hutan yang cukup jauh dari pusat kota, di sekeliling rumah kayu itu di beri perisai untuk melindungi jasad Revina dari serangan binatang buas ataupun makhluk-makhluk tak kasat mata lainnya.
Sesekali Revan mengunjungi sang kakak dan mengecek keadaan Revina dan juga sekeliling rumah kayu, takut bila ada ular atau hewan buas lainnya yang dapat menyelinap masuk melalui celah kayu.
Kedua orang tua Revan tidak di beri tahu tentang hal ini, karena dirinya berencana memberi kejutan perihal kebangkitan Revina dari kematiannya.
Revan memakai kekuatan dari sang iblis untuk mengawetkan jasad Revina sehingga jasad Revina tetap utuh dan tidak kurang satu apapun.
"Sebaiknya aku tidur dan besok membawa Bastian kemari," gumam Revan dan langsung memejamkan kedua matanya di atas ranjang yang sudah di siapkannya.
Revan berpikir, saat besok kemunculan bulan purnama merah, aksinya dan iblis untuk menghidupkan Revina dan menyerahkan jiwanya untuk sang iblis akan di mulai.
Saat Revan sudah tidak bernyawa, ada Bastian yang akan membawa Revina keluar dari hutan, tentu saja Revan akan memberikan sedikit kekuatan kepada Bastian, agar Bastian dapat melesat dengan cepat keluar dari dalam hutan ini.
Revan berharap besok akan berjalan lancar sesuai keinginannya.
__ADS_1
...******...