
Nathan turun dari mobil Taksi online tersebut dan memberikan ongkos sewa taksi online itu dengan beberapa lembar uang biru.
"Makasih banyak Mas," ucap syukur Supir tersebut.
"Sama-sama," jawab singkat Nathan.
"Maaf Mas uangnya lebih loh!" teriak driver ojol tersebut.
Baru ingin membuka pintu mobilnya, Nathan berjalan ke arahnya dan langsung membalas teriakan supir tersebut.
"Itu untuk bapak saja," ujarnya Bayu dengan seulas senyumannya lalu berjalan kembali ke dalam Bandara.
Bayu Nathaniel Rothschild mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu penumpang, karena pesawat yang akan mengantarnya ke Jakarta belum berangkat. Dia kembali membuka hpnya dan melihat wajah ayu nan cantik Fahira.
Bayu tersenyum melihat gadis yang ada di dalam hpnya. Nathan kemudian memindahkan foto itu ke dalam galeri fotonya.
"Kira-kira Apa yang akan kamu katakan jika kamu tahu Aku adalah Pria brengsek malam itu, mungkin kamu akan marah dan memaki-maki Aku, tapi Aku tidak akan melawan atau pun menghindar dari pukulan asal jangan laporin Aku ke Polisi, Aku tidak ingin tidur di dalam buih," batinnya Bayu
Bayu bergidik ngeri membayangkan dirinya di dalam penjara. Beberapa saat kemudian, Pesawat yang ditumpangi oleh Bayu sudah berada di dalam pesawat komersial.
Sedangkan di Jakarta, Selia kembali dibuat tercengang dengan perkataan dari atasannya yang mengharuskannya untuk mendampingi Presiden direktur mereka untuk bertemu dengan beberapa kliennya yang dari Belanda.
"Tapi pak, Saya kan bukan sekertaris pak Galang dan juga bukan asisten pribadinya, jadi seharusnya bukan saya yang harus mendampingi dan menemani Presdir untuk meeting!" Kilah Selia yang masih berusaha untuk menolak keputusan dan perintah dari Presdirnya.
"Ya ampun Selia, apa sih yang terjadi dengan kamu, sejak kemarin selalu menolak jika Saya suruh kamu untuk menghadap ke ruangan Presdir, andai saja Sasa dan Farhan hadir tidak mungkin kamu ditunjuk untuk menggantikan posisi mereka" ucap Pak Ridwan dengan jengah.
"Tapi Pak...." ucapan Selia yang langsung dipotong oleh Pak Ridwan selaku atasannya.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian lagi yang jelasnya kamu harus pergi dan Bapak tidak ingin mendengar penolakan dan alasan kamu yang tidak masuk akal itu atau Kamu ingin dipindahkan ke.." gertak Pak Ridwan.
"Eehh jangan dong pak, aku gak mau dipindahkan, apa lagi keluarga Faika baru saja datang dari kampung masa mereka harus pindah lagi, gak mudah loh pak urus berkas dan surat-surat kepindahan kami," ujarnya Selia yang terpaksa setuju dengan perintah bosnya.
"Selia tidak mungkin kamu dipindahkan ke daerah atau pun ke cabang lain, tapi saya harus memberikan sedikit ancaman agar kamu setuju," batinnya Galang yang tersenyum penuh kemenangan.
"Berarti aku harus berduaan dengan Mas Galang kalau begini," Selia membatin dengan tatapan tidak percayanya.
Selia meninggalkan ruangan pak Ridwan dengan sedikit lesu, loyo, lunglai dan lemah. Tapi di dalam ruangan lain, ada seorang pria yang tertawa melihat reaksi dari gadis pujaan hatinya.
"Kamu tidak akan bisa menolak permintaan ku, Selia andai kamu tahu aku sangat selalu ingin bersamamu dan berada di sampingmu melewati setiap detik, menit, jam dan hari ini, Aku tidak bisa tenang jika sehari saja aku tidak melihat senyuman mu itu," gumam Galang.
Selia kembali ke dalam ruangannya untuk segera bersiap Karena dia akan menemani Galang Alaric Kim bertemu dengan kliennya yang dari Belanda. Pintu ruangan Selia terbuka lebar dan masuklah Kania bersama dengan Aleeta.
"Entah apa yang terjadi dengan Ibu menejer kita yang satu ini, sedari tadi wajahnya ditekuk mulu dan sudah seperti pakaian kusut yang menunggu giliran untuk disetrika!"gurau Kania yang sudah duduk di hadapannya.
"Iya nih jangan-jangan lagi PMS yah sampe-sampe wajahmu sedatar itu" timpal Aleeta.
"Tunggu dulu Kalau wajahnya Faika seperti ini, Apa kamu gak nyadar kalau wajahnya mirip Presdir kit loh?" ucap Kania.
Aleeta langsung menyahut perkataan dari Kania.
"Iya yah Kalau diperhatikan sepintas mirip banget yah sama-sama di muka datar dan kaku hehehehe," canda Aleta yang semakin memanasi keadaan.
"Ooohh itu tidak mungkin lah aku ini cantik sedangkan si Presdir itu tampan jadi dari segi mananya aku sama?" tanya Selia yang keluar tingkah lucunya.
"Hahahaha!!!" bunyi suara tawa Aleta dan Kania.
__ADS_1
Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya dengan judul di bawah ini yang ceritanya juga bagus dibanding dengan Kau Hanya Milikku dijamin seru juga loh..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Pesona Perawan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1
Tetap Setia Dukung Kau Hanya Milikku dengan cara: like setiap babnya, komentar, gift seikhlasnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan juga yah..