Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Bab. 68


__ADS_3

"Hahahaha!!! Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan wanita sial, wanita ja las ang, perempuan tidak tahu diri," makinya Bayu yang tersenyum licik.


Tapi perempuan itu terus memberontak dan melawan hingga pertahanannya runtuh ketika Bayu berhasil mengikat kedua tangannya dan kakinya. Hingga malam itu menjadi tragedi untuk perempuan yang baru disadari olehnya kalau gadis itu bukanlah mantan istrinya yang selingkuh itu.


Air mata kesedihan dan kehancuran serta ratapan seorang gadis belia yang berada dibawah bawah kungkungannya sama sekali tidak dihiraukannya.


Waktu terus berlalu, Bayu pun akhirnya berhasil merenggut mahkota perempuan yang bukanlah istrinya. Dia berdiri dan bangkit dari posisinya setelah merasa cukup memberikan pelajaran untuk perempuan yang dianggap Mirna oleh Bayu. Kesalahpahaman itu terus berlanjut hingga tubuh gadis malang itu tak berdaya.


Setelah menyadari kalau perempuan itu bukanlah Mirna, Bayu pun kembali ke tempat ini untuk menyelidiki dan mencari tahu siapa sosok perempuan itu yang membuatnya selalu mimpi basah dalam tidurnya.


"Semoga pencarianku kali ini berhasil dan membuahkan hasil yang baik sesuai yang Aku harapkan," batinnya Bayu dengan optimis.


Bayu memutuskan untuk berjalan perlahan menyusuri kebun teh itu dan menjadi pusat perhatian dari beberapa petani teh yang sedang memetik daun tehnya.


Bayu sesekali memperhatikan indahnya tanaman teh yang menghijau di sepanjang jalan yang dilaluinya. Ia terus berjalan dan tidak terusik dengan tatapan aneh dari orang-orang. Dia tidak akan pulang ke Ibu kota Jakarta jika belum berhasil menemukan siapa perempuan itu.


"Aku tidak akan pulang ke kota Jakarta jika, belum berhasil menemukan titik terang dari keberadaan dan fakta malam itu," gumamnya Bayu yang keringatnya mulai bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.


Bayu Nathaniel Sanjaya juga datang ke sini untuk mencari keberadaan dompetnya yang hilang dan mungkin tercecer saat itu di tempat kejadian. Dia sudah lelah berjalan dibawah teriknya sinar matahari siang itu. Seumur-umur hidupnya baru kali ini merasakan perjalanan yang cukup terpanjang dalam hidupnya itu.


"Ternyata capek juga harus berjalan kaki menyusuri pinggiran pematang sawah ini," lirihnya sambil sesekali menyeka keringatnya bercucuran membasahi pipinya.


Hingga sudut matanya melihat ada sebuah gasebo kecil dan Nathan berniat untuk berteduh dan beristirahat sejenak melepaskan lelah dan penatnya.


"Ya Allah aku sudah berjalan hingga puluhan meter bahkan sudah beberapa kilo tapi Kok Aku belum menemukan tempat itu, yang aku ingat hanya ada tulisan di sekitar gubuk kecil itu yang bertuliskan kebun teh Barokah, mungkin aku harus bertanya kepada seseorang untuk memudahkan jalanku," gumam Bayu.


Bayu membuka penutup botol air mineral kemasan yang sempat dia bawa, dan untungnya Nathan membawa ransel kecil di punggung nya untuk menyimpan beberapa barang penting termasuk beberapa botol air minum.

__ADS_1


Dahaga yang dirasakan oleh Bayu seketika lenyap setelah berhasil menghabiskan satu botol air mineral hingga tandas isinya. Rasa segar langsung datang memenuhi rongga tubuhnya.


"Alhamdulillah," cicitnya yang bersyukur karena masih mampu bertahan sampai detik itu juga.


Ada seorang bapak-bapak yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Nathaniel dan bapak tersebut mengingat kejadian beberapa minggu lalu, waktu itu dia menemukan seorang pemuda yang terjatuh dan tertidur di dalam lubang sumur yang belum selesai digali saat itu.


"Assalamu alaikum Nak," sapa salam Bapak itu.


Bapak tersebut yang memakai pakaian petaninya dengan tutup kepala khas seorang petani yang dianyam dari daun pelepah nira dan mungkin berusia sekitar 60 an tetapi postur tubuhnya masih sedikit tegap dengan kulit sawo matang.


Nathan menolehkan kepalanya ke sumber suara tersebut sembari tersenyum sebelum menjawab salamnya, "Waalaikum salam Pak "


"Sepertinya Bapak pernah melihat kamu tapi Bapak takut salah orang saja," tutur Bapak tersebut.


"Kalau boleh tahu bapak lihat Saya di mana mungkin bapak masih ingat?" tanya Bayu yang berharap bapak tersebut bisa memberikan petunjuk dan informasi yang dia cari.


Sudut matanya memandang ke arah sumur itu dan memandang sekeliling lokasi tempatnya berada. Dia spontan pun bahagia karena disinilah tempat yang sedari tadi dia cari.


"Benar sekali apa yang Bapak katakan tadi," timpalnya Bayu dengan cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Bagaimanami kabarmu nak, apa baik-baikmi luka diwajahmu sama kakimu itu apa sudah sembuh?" tanya Bapak itu yang tersenyum menanggapi perkataan dari Bayu dengan menelisik tubuhnya Bayu dari atas kepala hingga ujung kaki.


...****************...


Mohon Maaf alur Kau Hanya Milikku itu alurnya maju mundur cantik..


Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya dengan judul di bawah ini yang ceritanya juga bagus dibanding dengan Kau Hanya Milikku dijamin seru juga loh..

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Pesona Perawan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap Setia Dukung Kau Hanya Milikku dengan cara: like setiap babnya, komentar, gift seikhlasnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan juga yah..

__ADS_1


__ADS_2