Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 43


__ADS_3

Rudolf, Rebeca, Dareen, Sunny, Levia dan Matilda sangat penasaran dan menunggu jawaban dari Nenek Ero. "Mereka semua adalah orang-orang yang tidak berkepentingan, tidak mematuhi larangan-larangan dan ingin mengambil harta karun yang ada di hutan ini," jelas Nenek Ero sambil menggelengkan kepalanya merasa iba pada orang-orang yang telah berubah menjadi patung. Rebeca yang mendengar penjelasan dari Nenek Ero langsung bergidik ngeri dan merangkul lengan Rudolf lalu memundurkan langkahnya menjauh dari depan pintu pagar.


Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi tetapi langit sudah mulai gelap. Nenek Ero menegadahkan kepalanya memandang ke arah bulan purnama yang semula berwarna putih kini secara perlahan mulai berwarna merah. "Cepat! Kita harus bergegas mencari pohon itu!" Nenek Ero setengah berteriak sambil menatap ke arah Dareen, Levia dan Sunny.


Dareen, Levia dan Sunny berjalan masuk ke dalam hutan mengikuti Nenek Ero dari belakang. Rudolf menutup pintu pagar dan menggemboknya sesuai perintah dari Nenek Ero. Rudolf, Rebeca dan Matilda duduk di bangku kayu panjang yang berada di luar hutan lumut merah itu, tak henti-hentinya mereka berdoa memohon kepada Tuhan supaya anak dan menantunya itu kembali dengan selamat.

__ADS_1


Sunny berjalan sambil memapah Dareen. Semenjak Dareen berada di dalam hutan lumut merah, tubuh Dareen semakin lemah dan tak bertenaga, entah karena energi dari hutan lumut merah ini atau karena kondisi tubuh Dareen yang sedang sakit, Dareen tak tahu. Namun, Dareen harus tetap kuat dan berusaha untuk kembali pada tubuhnya yang dulu.


Dareen mendorong tubuh kecil Sunny hingga tersungkur jauh darinya. Dareen merasakan panas yang teramat sangat pada tubuhnya setelah hampir mendekati pohon besar yang terdapat lubang kunci. Tiba-tiba saja Dareen mengeluarkan suara lolongan serigala dan itu membuat kaget Nenek Ero, Sunny dan Levia yang berada di dekatnya.


Kedua bola mata Dareen langsung berubah menjadi merah semerah darah, kuku-kuku panjangnya mulai keluar dari kedua tangan dan kakinya. Perlahan tubuh manusia Dareen berubah menjadi seekor serigala kemudian mulai membesar hingga tiga kali lipat ukuran tubuh seekor serigala normal. Dareen telah berubah menjadi monster serigala yang sangat mengerikan.

__ADS_1



*visual monster serigala, sumber google.


"Dia telah menampakkan wujud aslinya. Itu lah wujud asli suamimu," ucap Nenek Ero tenang sambil menatap ke arah Sunny. Sunny yang masih berada di atas lumut merah dengan satu tangan menopang tubuhnya dan satu tangannya lagi memegangi dadanya yang terasa sakit saat Dareen mendorongnya hingga keluar sedikit darah segar dari mulutnya, menatap terkejut ke arah Dareen yang telah berubah menjadi makhluk yang sangat menyeramkan. Sunny bergidik ngeri melihat monster serigala di hadapannya ini, dirinya tak percaya sungguh tak percaya dengan apa yang di lihatnya, Sunny tak menyangka selama ini makhluk itu adalah suaminya. Sunny berpikir, dirinya telah menikahi monster serigala.

__ADS_1


...******...


__ADS_2