Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 28


__ADS_3

"Kau mengenal nenek buyutku?" tanya Nyonya Nixon penasaran menatap Sunny.


"Iya, dia yang memberiku kalung ini," Sunny menunjukkan kalung liontin kunci emas bermata permata ungu kepada Nyonya Nixon.


Nyonya Nixon tersenyum dan mengarahkan telunjuknya ke arah kalung yang di pakai oleh Sunny, kemudian muncul sinar berwarna putih yang langsung mengarah lurus ke arah permata ungu yang menempel pada liontin kunci emas itu, kemudian berseru, "Keluarlah!"


Rudolf, Rebeca, Dareen dan Matilda sangat terkejut saat melihat Levia muncul tiba-tiba di hadapannya.


"Sebentar lagi bulan purnama merah akan muncul, kau sudah tahu harus berbuat apa padanya?" tanya Nyonya Nixon kepada Sunny sambil menunjuk dengan dagunya ke arah Levia.


Sunny menatap ke arah Levia sejenak, Levia pun menatap Sunny, mata mereka pun saling bertemu, kemudian Sunny menatap Nyonya Nixon kembali sambil menganggukkan kepalanya.


"Setelah kau menusukkan pedang itu tepat di jantungnya, dia akan berubah menjadi mutiara ungu, ambil dan telan mutiara itu, dan kau akan dapat membebaskan pria itu dari kutukan nenek buyutku," jelas Nyonya Nixon lalu menunjuk Dareen dengan jari telunjuknya.


Saat Sunny akan bertanya mengenai mutiara ungu, Nyonya Nixon sudah berkata lagi.


"Mutiara ungu itu akan melindungimu dari roh jahat, karena gadis itu adalah gadis suci yang terbunuh oleh pedang yang telah di kutuk, maka roh jahat akan menghindarimu, mereka takut akan terkena kutukan dari pedang itu, tetapi kau tak perlu khawatir, itu tidak akan berpengaruh kepadamu," jelas Nyonya Nixon.


"Ambil pisau belati ini untuk membebaskan ikatan pria itu," ucap Nyonya Nixon lalu memberikan sebuah pisau belati kepada Sunny. Sunny mengerti yang di maksud 'pria itu' adalah sang suami, Dareen.


Sunny menerima pisau belati yang gagangnya berwarna merah berkepala ular itu dan memasukkannya ke dalam tas selempang yang di bawanya.


Tetapi Sunny bingung, dirinya memandang ke arah Dareen, tidak terikat sama sekali, tetapi wanita paruh baya di hadapannya ini menyebut 'Membebaskan ikatan' apa maksudnya itu, Sunny sibuk dengan pikirannya sendiri.


Nyony Nixon memejamkan kedua matanya sejenak sambil mulutnya komat kamit merapalkan sesuatu, mungkin merapalkan sebuah mantra atau apalah Sunny tidak mengetahuinya.


Setelah cukup lama Nyonya Nixon memejamkan kedua matanya, tak lama kedua matanya pun terbuka dan berkata.


"Tiga hari lagi bulan purnama merah akan muncul, kau, kau dan pria itu harus pergi ke hutan lumut merah, dan temukan sebuah pohon dengan lubang kunci pada batangnya, lalu kau masukkan liontin kunci itu pada lubang kunci yang ada di pohon itu, setelah itu kau bisa menyelamatkan jiwa pria itu." ucap Nyonya Nixon sambil menunjuk Sunny, Levia dan juga Dareen dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Apa maksud Nyonya, dengan 'jiwa pria itu'?" tanya Sunny penasaran.


"Jiwa pria itu telah di tukar setengahnya dengan jiwa makhluk penghisap darah, tetapi untungnya jiwa yang tertinggal di tubuh pria itu bisa menahan napsunya untuk tidak menghisap darah manusia. Bila pria itu sekali saja menghisap darah manusia, maka sebagian jiwa milik pria itu yang terkurung tidak akan pernah kembali lagi, dan bisa di pastikan pria itu selamanya akan menjadi makhluk penghisap darah,"


Sunny, Rudolf, Rebeca, Levia dan Matilda terkejut mendengarnya dan secara bersamaan langsung memandang ke arah Dareen yang terdiam sambil memandang kosong ke arah depan.


Nyonya Nixon menghentikan ucapannya kemudian memandang ke arah Sunny, "Tetapi, sebelum kau masuk ke dalam pohon itu, kau harus menusukkan pedang itu terlebih dahulu padanya," Nyonya Nixon mengalihkan pandangan matanya ke arah Levia.


Nyonya Nixon menghela napas pendek lalu memandang ke arah foto Nenek Ero, "Nenek buyutku yang telah mempertemukan kalian semua," kemudian pandangannya beralih kepada Sunny, "Tetapi hanya kau yang dapat menyelesaikan semuanya,"


Sunny menatap ke arah Nyonya Nixon dengan tatapan mata yang rumit dan penuh tanya.


"Aku yakin, kau pasti bisa," ucap Nyonya Nixon meyakinkan dan memberi semangat kepada Sunny.


"A-Aku... tetapi, kenapa harus aku?" Sunny benar-benar tidak mengerti.


Sunny yang mendengar itu hanya terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Levia mendekati Sunny dan mengusap lembut punggung Sunny.


"Matilda, kau mengetahui tentang dimana keberadaan hutan lumut merah itu, tiga hari lagi tolong kau antarkan mereka kesana," pinta Nyonya Nixon dengan suara lembutnya kepada Matilda.


"Baik, nyonya," jawab Matilda sambil menundukkan kepalanya.


Suasana di dalam ruangan itu hening sejenak, kemudian Rebeca berdiri dan berjalan lalu duduk di sebelah Nyonya Nixon dan membisikkan sesuatu di dekat telinganya.


Rudolf mengernyitkan keningnya ketika melihat tingkah sang istri, dirinya benar-benar penasaran dengan apa yang di bisikkan ke telinga Nyonya Nixon.


Rebeca dan Nyonya Nixon saling tertawa bahagia, kemudian Nyonya Nixon mengeluarkan sebuah guci kecil dengan tutup berwarna merah dari dalam sebuah laci meja.


Rebeca sangat senang menerimanya lalu memasukkan sebuah guci kecil itu ke dalam tas jinjingnya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna cokelat, amplop itu terlihat menggelembung.

__ADS_1


"Terimalah ini sebagai tanda terima kasih dari keluargaku," Rebeca mengulurkan tangannya memberikan amplop itu kepada Nyonya Nixon.


"Maaf, Nyonya, aku tidak bisa menerimanya, karena secara tidak langsung nenek buyutku lah yang telah membawa kalian kemari," Nyonya Nixon menolak pemberian Rebeca.


"Tidak ada penolakan!" seru Rebeca dan langsung memasukkan amplop cokelat itu ke dalam sebuah laci meja yang ada di depan Nyonya Nixon.


Nyonya Nixon pun hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Rebeca yang memasukkan amplop ke dalam laci, sepertinya amplop itu berisi uang. Nyonya Nixon pun mengucapkan terima kasih kepada Rebeca.


Dan tidak berapa lama kemudian mereka berenam pun pamit undur diri dari ruangan Nyonya Nixon.


Setelah berada di luar ruangan Nyonya Nixon, Rudolf dengan tingkat penasaran yang sangat tinggi langsung menarik salah satu tangan Rebeca untuk mendekat padanya dan menanyakan tentang guci yang di berikan oleh Nyonya Nixon padanya. Rebeca tidak menceritakan hal yang sebenarnya kepada Rudolf dan berkata bahwa itu adalah urusan perempuan.


Rudolf yang mendengar hal itu hanya berdecak kesal, dirinya berfikir sang istri bermain rahasia dengannya.


Rebeca tidak mempedulikan sang suami lagi dan berlalu pergi menghampiri Sunny dan Levia, kemudian bertanya siapa sebenarnya Levia dan darimana asalnya karena tiba-tiba saja muncul di hadapannya secara mendadak.


Sunny dan Levia pun akhirnya menceritakan semuanya secara bergantian tentang kejadian ratusan tahun yang lalu, tentang Levia yang hidup abadi, tentang pedang kutukan dan semua yang Levia ceritakan kepada Sunny.


Rebeca, Rudolf, Dareen dan Matilda mendengarkan cerita Sunny dan Levia dengan berbagai ekspresi, namun yang lebih terkejut lagi adalah Rebeca karena dirinya tidak menyangka bahwa Levia adalah putrinya saat ratusan tahun yang lalu dan karena kejadian Levia membunuh Aurora sehingga putrinya itu tidak dapat bereinkarnasi.


Rebeca langsung memeluk Levia dengan sangat erat, seolah-olah telah menemukan kembali putrinya yang telah lama hilang, dirinya tidak mau dan terasa sangat berat bila harus berpisah dengan Levia.


Karena Rebeca terus menempel kepada Levia, akhirnya Levia memutuskan untuk mengajak semuanya masuk ke dalam dunia liontin, karena Levia dalam wujudnya asli saat ini yang menggunakan tubuh aslinya ini, tidak bisa berlama-lama di luar dunia liontin, karena akan menyebabkan tubuhnya menjadi lemah dan tidak bertenaga.


Sebelum mereka semua masuk ke dunia liontin, Rudolf memerintahkan sopir yang di sewanya dari hotel tempat dia menginap itu untuk kembali ke hotel dengan alasan mereka semua akan menginap di rumah Nyonya Nixon, sang sopir pun menuruti kata-kata Rudolf dan kembali ke hotel.


Setelah itu mereka berenam pun masuk ke dalam dunia liontin dengan Sunny yang mengucapkan mantra yang telah di ajarkan Levia kepadanya, Sunny pun tertawa senang saat berhasil membawa mereka semua masuk ke dalam dunia liontin.


...******...

__ADS_1


__ADS_2