
Dareen yang masih berada di dalam kamar mandi mendengar suara berisik dari luar. "Apakah pertolongan telah datang?" tanyanya dalam hati. Secara perlahan membuka pintu kamar mandi, seketika bau busuk yang dihirupnya tadi menguar masuk.
Dengan cepat ia pun menutup kembali pintu kamar mandi. Berdiri dan bergegas menuju wastafel. Dareen dengan terburu-buru membasuh wajahnya lalu bernapas sekuat-kuatnya.
Dirinya sudah tahan lagi dan ingin cepat-cepat pergi dari dalam kamar mandi ini. Terdengar suara keroncongan dari dalam perutnya. Memegangi perutnya lalu bergumam, "Aku sangat lapar,"
Melihat kesekeliling hanya ada ventilasi udara yang sangat kecil. Dapat dipastikan hanya muat dimasuki oleh tangannya saja. Darren hanya bisa pasrah duduk terdiam dipojokan kamar mandi menunggu pertolongan datang.
***
"Sayang, keluarkan Dareen dari sana. Cepat, sayang," ucap Rebeca seketika setelah bangun dari tidurnya. Rudolf hanya duduk terdiam di samping istrinya. Memandang sambil tersenyum ke arah sang istri yang terlihat panik dan mengkhawatirkan sang putra.
"Tenanglah sayang, kita serahkan semuanya pada petugas kebersihan," ucap Rudolf sambil tersenyum lembut. Memeluk sang istri untuk menenangkannya. Sebenarnya Rudolf pun panik dan sangat ingin cepat-cepat mengetahui keadaan putranya itu.
__ADS_1
Namun, ia pun harus tetap bersikap tenang dihadapan sang istri agar Rebeca juga dapat bersikap tenang. "Aku akan menemanimu, tidurlah kembali." Rudolf langsung menyandarkan kepala sang istri di atas dada bidangnya.
Saat tadi Rebeca tertidur, Rudolf sudah memindahkan sang istri ke dalam kamar. Tak berapa lama Rebeca pun tertidur. Perlahan Rudolf meletakkan kepala sang istri di atas bantal. Kemudian Rudolf berjalan perlahan keluar kamar untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
***
Tiba di depan kamar Dareen, Rudolf langsung akan membuka pintu kamar putranya itu. Namun, salah satu petugas kebersihan disana langsung menghalanginya.
"Apa hak mu melarang ku memasuki kamar putraku sendiri!" Rudolf terlihat sangat emosi.
"Tapi, Tuan ... ,"
Belum selesai petugas kebersihan itu menyelesaikan ucapannya, Rudolf langsung mendorong tubuh petugas itu hingga tersungkur ke lantai. Lalu bergegas membuka pintu kamar putranya itu. Seketika itu juga Rudolf langsung menghirup aroma busuk yang keluar dari dalam kamar putranya itu. Kemudian langsung pingsan seketika itu juga. Salah satu petugas yang ada di belakang Rudolf langsung menangkapnya. Sedangkan petugas yang tadi terjatuh akibat pukulan Rudolf langsung berdiri dan menutup pintu kamar Dareen.
__ADS_1
***
Petugas kebersihan yang ada di dalam kamar memasukkan semua barang-barang yang menjadi sumber bau busuk itu. Kemudian menyemprotkan sebanyak mungkin cairan pengharum ruangan kesekeliling ruangan. "Bakar semua barang-barang itu," perintah ketua petugas kebersihan kepada salah satu anak buahnya.
Setelah memerintahkan itu kepada salah satu anak buahnya. Sang ketua dan dua orang anak buahnya yang lain bergegas berlari menuju pintu yang ada di pojok kamar. Membukanya perlahan dan dilihatnya seorang pemuda mengenakan handuk kimono tengah meringkuk di pojok kamar mandi.
Dengan cepat sang ketua meminta masker respirator kepada salah satu anak buahnya. Menghampiri Dareen yang sudah terkulai lemas akibat kelaparan dan mencium bau busuk. Memakaikan masker dan meminta Dareen untuk bernapas dengan tenang dan teratur.
Perlahan Dareen mengikuti instruksi dari ketua petugas kebersihan itu. Akhirnya Dareen dapat berdiri dan dituntun oleh salah satu petugas untuk keluar kamar. Dareen ditempatkan sementara pada kamar tamu yang telah dibersihkan sesuai permintaan dari Rudolf.
Dareen mengulang ritual mandinya kemudian berganti pakaian. Memandangi seluruh tubuhnya pada cermin yang ada di kamar itu. "Apakah benar ini diriku?" gumamnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.
***
__ADS_1