
"Apa kalian semua akan kembali hari ini?" tanya Levia sambil berjalan menghampiri Rudolf, Rebeca, Dareen, Sunny dan Matilda yang sedang duduk-duduk di atas hamparan rumput yang sangat luas, kemudian mendudukkan dirinya di samping Rebeca
"Sepertinya begitu," ucap Rebeca menolehkan kepalanya kepada Levia yang duduk di sampingnya.
Terlihat raut kesedihan pada wajah Levia, dirinya enggan untuk berpisah dari keluarganya ini. Levia tetap menganggap mereka semua yang ada di hadapannya ini adalah keluarganya saat ratusan tahun yang lalu, dirinya benar-benar tidak ingin berpisah, sudah selama ratusan tahun mencari keluarganya dan kini mereka harus berpisah kembali, Levia tidak menginginkan perpisahan ini terjadi lagi, tetapi dirinya harus menerima ini semua, dan Levia yakin saat dirinya bereinkarnasi maka bisa berkumpul lagi bersama keluarganya.
Sudah enam bulan lamanya Rudolf, Rebeca, Dareen, Sunny dan Matilda berada di dunia liontin. Mereka sebenarnya tidak ingin mengakhiri kebersamaan ini, tetapi mereka harus kembali ke hotel supaya orang-orang tidak curiga tentang tidak adanya keberadaan mereka.
"Jaga dirimu baik-baik sayang, mama berharap, setelah kau bereinkarnasi nanti, kau masuk ke rahim mama, dan mama pastikan kau tetap akan terlahir sehat dan cantik, bahkan mungkin lebih cantik," ucap Rebeca kepada Levia dan langsung memeluknya erat, Levia membalas pelukan Rebeca, Levia benar-benar merasakan pelukan seorang ibu kembali setelah sekian ratus tahun lamanya.
Levia menangis mendengar kata-kata dari Rebeca, dirinya tidak menyangka bahwa Rebeca menginginkannya menjadi putrinya, bahkan Rebeca yang usianya sudah paruh baya ini akan melahirkan dirinya.
__ADS_1
Levia menatap ke arah Sunny, Sunny mengerti arti tatapan dari Levia, Levia menginginkan bahwa Sunny harus menusuknya dengan pedang kutukan itu agar Levia dapat terlahir kembali.
Sunny tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Levia yang melihat itu tersenyum bahagia dan berpaling menatap ke arah Rebeca kembali.
"Apa ada keinginanmu yang belum terwujud?" tanya Rudolf tiba-tiba dari arah samping Rebeca dan mencondongkan tubuhnya untuk menatap Levia.
"Tidak ada, Ayah, semua keinginanku sudah terwujud, tadinya aku mengira tidak akan bisa berkumpul seperti ini lagi," ucap Levia, dan semua pun tersenyum mendengar ucapan Levia.
Semua orang yang tadinya tersenyum bahagia langsung menatap Dareen dengan tatapan yang sulit diartikan. Bahkan Sunny sangat menyayangkan ucapan suaminya ini.
"Ck... kakak! Kakak memang tidak berubah dari dulu, tetap sama saja, asal bicara dan tidak tau situasi," Levia mendengus kesal.
__ADS_1
Dareen yang memiliki wajah dan tubuh seperti sang kakak saat ratusan tahun yang lalu, ternyata memiliki sifat yang sama, yaitu tidak mementingkan perasaan orang lain, selalu saja ingin menang sendiri, setiap masalah yang di hadapinya selalu saja ingin lebih dulu di selesaikan dan tidak memikirkan masalah orang lain padahal masalah yang dia hadapi ada hubungannya dengan Levia.
Levia harus di tusuk pedang kutukan oleh Sunny, lalu dirinya menjadi sebutir mutiara ungu, lalu mutiara ungu itu harus di telan oleh Sunny dan Sunny baru dapat menyelamatkan setengah jiwa Dareen di dalam dunia gaib yang ada di dalam batang pohon itu.
Levia menghampiri Dareen yang sedang duduk bersila lalu berjongkok dan memegang ke dua tangannya.
"Kakak, tolong rubah sikapmu itu, kau sudah memiliki Istri sekarang, kau harus menjaga Ayah, Ibu dan juga Istrimu, aku sayang kakak," Dareen tersentak kaget dengan ucapan Levia dan memandang kedua mata Levia lekat. Levia yang di tatap seperti itu langsung memeluk Dareen, Dareen pun membalas pelukan Levia.
Levia merasa senang karena dirinya dapat merasakan kebersamaaan sebuah keluarga lagi, dirinya enggan untuk berpisah dari keluarga yang setelah sekian lama berpisah dan akhirnya bersama lagi.
...******...
__ADS_1