
Hari ini adik-adiknya Selia memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikannya. Sesha sudah mulai sekolah di sekolah menengah atas kelas 10 sedangkan, Sania sudah mengikuti ospek di Kampusnya.
Seperti itulah aktivitas mereka selama tinggal di Ibu kota Jakarta. Sedangkan Selia merasa ada perbedaan yang dirasakan oleh kakinya memakai sepatu yang bermerk setiap hari. Tapi, dia tidak menampik dan memungkiri jika berkat pemberian sepatu dari orang misterius yang hingga detik ini dia belum ketahui sangat membantunya.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak atas reskyMu ya Allah.. walaupun aku tidak mengetahui siapa orang yang telah berbaik hati memberikan hadiah sepatu yang lumayan banyak ini," Selia membatin sembari memilih salah satu dari sepatunya itu.
Ibunya hanya membersihkan seluruh rumah dan memasak dan jika selesai barulah Ibu Nur Halimah beristirahat atau sekedar menonton televisi untuk membunuh rasa bosannya. Ia juga kadang membuat resep kue baru sesuai yang dilihatnya di televisi atau YouTube.
Ibu kota kondisinya sangat berbeda dengan di kampung halamannya di mana setiap hari ibu Nur melihat ibu-ibu saling mengunjungi satu sama lain, atau duduk di teras rumah mereka.
"Hidup di Ibu Kota besar ternyata seperti ini, sunyi, sepi dan ramai jika anak-anakku pulang, kalau di kampung dulu jam segini itu sangat ramai apalagi kalau ada salah satu warga masyarakat yang mengadakan hajatan tambah semakin ramai lah keadaan kampung," gumaman Bu Nur saat pagi itu menyiram tanaman bunga-bunga yang baru beberapa hari dia tanam.
Hanya akan ramai di pagi hari saat beberapa pedagang sayur dan ikan masuk ke komplek perumahan mereka. Sedangkan di desanya hampir setiap saat bisa dikatakan ramai.
Sambil membuat acara yang sesuai yang mereka inginkan, seperti ada yang bergosip sambil mencari kutu rambut tetangganya, berbincang-bincang santai sambil menikmati makanan ringan yang mereka buat sendiri atau ada yang Ikut pengajian antara ibu-ibu pengajian.
Tapi sudah hampir satu bulan tinggal di Jakarta, di rumah putri sulungnya, satu pun tidak ada tetangga yang menyambanginya walaupun hanya sekedar basa-basi saja.
"Sepertinya dan sebaiknya aku harus kembali ke Kota Makassar untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi padaku malam itu dan siapa sebenarnya perempuan yang aku temani malam itu juga," Bayu membatin dengan duduk di kursi ruang tunggu bandara internasional Soekarno Hatta.
Bayu Dirgantara Mandala Renon hari itu juga memutuskan untuk kembali ke kota di mana dia melihat langsung perselingkuhan Istrinya lebih tepatnya mantan istri. Ia langsung terbang ke Sulawesi Selatan dan sekarang sudah berada di Bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros. menyewa mobil rental untuk dia pakai ke Daerah Kabupaten Gowa tempat lokasi kebun teh tersebut.
"Aku harus segera menemukan kunci dari beban pikiran yang beberapa hari ini mengganjal pikiranku, karena entah kenapa hatiku merasa ada yang aneh dan bukanlah Mira lah waktu itu yang mampu membuatku bahagia dan terbang melayang hingga ke atas langit ke tujuh," gumam Bayu.
Bayu terlalu dibutakan oleh cinta sehingga dia tidak ingin mempercayai tentang kabar jika Istrinya tersayang telah bermain serong. Tempat yang sudah tidak ingin dia injakkan kakinya lagi, di daerah itu pula Nathan melihat langsung dengan ke dua matanya asisten pribadinya sekaligus orang kepercayaannya di Perusahaannya berselingkuh dengan istrinya Mirna.
__ADS_1
Mirna adalah salah satu yang memicu hubungannya renggang dengan Farhan sahabatnya itu. Farhan sudah melihat langsung bukti main serong Mirna, tetapi Bayu malah bertengkar dan memukuli Farhan sehingga sampai sekarang masih belum bertegur sapa.
Bayu sama sekali tidak percaya dengan desas desus tingkah laku bejak Istrinya di belakangnya jika bukan dia sendiri yang melihatnya bukti langsung pengkhianatan Mirna.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga, semoga Aku mendapatkan petunjuk dan informasi siapa cewek itu karena feeling ku kalau malam itu bukanlah Mirna, ya Allah berikanlah Aku petunjuk dan segera menyelesaikan kegundahan yang Aku rasakan saat ini," Bayu membatin.
Setelah berdiskusi dan tawar menawar dengan pemilik mobil rental tersebut, Nathan membayar sewanya untuk tiga hari saja.
"Ternyata di Makassar untuk rental mobil sewa itu terbilang masih murah dan terjangkau juga, sangat jauh berbeda dengan tempat asalku," cicitnya Bayu yang tersenyum bahagia.
Bayu mengambil kunci dari tangan sang pemilik mobil sewa tersebut sembari tersenyum penuh keramahan.
"Makasih banyak Pak, semoga selamat sampai di tujuan dan tidak ada kendala apa pun, dan ini STNK mobilnya Pak," ujarnya Tuan Anwar pemilik serum penyedia mobil sewa tersebut.
Bayu segera meraih kunci itu dari tangan Pak Anwar dan tidak ingin terlalu berlama-lama di tempat itu.
"Kayaknya bukan asli orang sini, dari cara bicaranya yang menunjukkan hal itu dan penampilannya juga sepertinya orang kaya," lirihnya Bapak pemilik mobil sewa tersebut.
"Iye Pak, apa kita bilang itu benar sekaliki, tapi baguski tauwa Pak karena tidak menawarki seandainya dikasihki harga tinggi tadi pasti untung banyakki Bos," timpal anak buahnya Pak Anwar.
"Itu saja bersyukurki karena tidak menawarji dan lumayan besarji kidapatka jadi syukuri saja apa yang ki dapat ini hari dan semoga lama napake mobilka" ucap pak Anwar lagi.
......................
Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya dengan judul di bawah ini yang ceritanya juga bagus dibanding dengan Kau Hanya Milikku dijamin seru juga loh..
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Pesona Perawan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1
Tetap Setia Dukung Kau Hanya Milikku dengan cara: like setiap babnya, komentar, gift seikhlasnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan juga yah..