
Sunny duduk bersandar pada dinding goa sambil meluruskan kedua kakinya yang terasa pegal. Mendesah lelah, "Sebenarnya sepanjang apa goa ini?" Sunny menggerutu kesal.
Sunny menyandarkan kepalanya, memikirkan untuk mencoba kembali memanggil Levia. "Levia, Levia, Levia," lirihnya, diam sesaat menanti sebuah jawaban. Namun, nihil tidak ada suara dari Levia.
Ia berpikir, mungkin ucapannya kurang keras jadi tidak terdengar oleh Levia.
"Levia! Levia! Levia!" teriak Sunny berharap Levia menyahut panggilannya.
"Siapa di sana!"
Sunny langsung membelalakkan kedua matanya dan menutup mulutnya. Ia sangat ketakutan saat tiba-tiba ada suara seseorang.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Sunny dari arah dalam goa. Api yang berasal dari obor satu persatu menyala dan semakin mendekat ke arahnya. Sunny panik, ia tidak tahu harus berbuat apa.
Sunny perlahan berdiri dan mencoba menenangkan dirinya dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Ia semakin gugup saat langkah kaki itu terdengar semakin dekat ke arahnya.
Mengernyitkan keningnya saat mencoba mendengar suara langkah itu, 'Apa Aku tidak salah dengar, suaranya seperti suara sepatu high heels,' batin Sunny penasaran.
Saat tadi mendengar suara, memang terdengar seperti suara seorang wanita. Tetapi, apakah mungkin di goa seperti ini ada seorang wanita dengan memakai sepatu high heels, tidak mungkin, pikir Sunny.
Sunny melihat seorang wanita cantik berdiri tepat di hadapannya. Mengenakan gaun panjang berwarna merah menyala dengan tali tipis yang melingkar di kedua bahunya, memamerkan lekuk tubuh ramping dan indahnya. Rambut panjang terurai hingga sebatas pinggang yang berwarna hitam legam.
Makeup tipis tetapi di bagian bibirnya menggunakan lipstik berwarna merah menyala dan bulu mata yang sangat tebal dan panjang. Perhiasan putih yang di kenakan penuh di badannya, mulai dari anting panjang, kalung, gelang, cincin dan gelang kaki. Walaupun di tempat yang sangat minim cahaya, tetap terlihat kulit putih mulusnya yang bercahaya.
__ADS_1
Jangan lupakan juga sepatu high heels merahnya yang sepertinya setinggi sepuluh sentimeter yang menggema di goa itu. Sunny sungguh tidak percaya dengan apa yang di lihatnya ini. Wajah dan tubuh wanita itu benar-benar mulus tanpa bekas noda sedikitpun. Sunny ragu, apakah seorang wanita cantik di hadapannya ini benar-benar seorang wanita atau hanya jelmaan saja, batin Sunny sedikit takut.
Wanita itu langsung tersenyum penuh misteri. Memandang remeh Sunny dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Apakah kamu wanita itu? Ternyata wanita seperti ini pilihannya." wanita itu memandang tak percaya dengan apa yang di lihatnya kini.
Memejamkan kedua matanya sejenak, lalu membukanya kembali. "Cepat ikuti Aku!"
Wanita itu langsung melangkah mendahului Sunny. Sunny masih terdiam di tempat. Ia bingung harus mengikuti wanita cantik itu atau malah ia berbalik arah saja.
"Hei! Cepatlah! Kau ingin menyelamatkan suamimu tidak!"
Teriakan dari wanita cantik itu membuyarkan kebingungannya. Saat mendengar kata suami di ucapkan oleh wanita itu, Sunny langsung bergegas mengikutinya. Ia setengah berlari mengejarnya, tak menyangka wanita menggunakan high heels dapat berjalan secepat ini. Sunny bahkan sangat kesulitan menyamai langkah wanita gaun merah tersebut, hingga ia harus setengah berlari.
__ADS_1
***