Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 52


__ADS_3

"Bagaimana kau tahu tentang Aku?!" Sunny setengah berteriak sambil berlari menyamai langkah kaki wanita bergaun merah itu.


"Aku penjaga tempat ini, Aku mengetahui semua tentang orang dan keluarga yang Aku jaga. Termasuk suamimu itu, semua tentang keluarga suamimu, keluargamu dan juga tentang dirimu, Aku mengetahuinya," jelas wanita itu.


Sunny sedikit terkejut, "Darimana kau mengetahui semuanya?"


"Itulah kelebihanku, maka Akulah yang terpilih menjadi penjaga goa hitam ini." wanita itu menolehkan kepalanya ke arah Sunny lalu mengerlingkan sebelah matanya sekilas sambil tersenyum genit.


Sunny mengernyitkan keningnya tanda tidak mengerti maksud dari wanita bergaun merah itu.


"Dulu, Aku sama seperti suamimu itu, terkena kutukan, dan Aku terkurung di sini. Sudah berpuluh-puluh kali bulan purnama merah muncul, tetap tidak ada yang menyelamatkanku. Hingga akhirnya Aku bersemedi dan tiba-tiba saja kelebihanku ini muncul," jelas wanita bergaun merah sambil mengingat kisah masa lalunya.


"Kalau suatu saat nanti keluargamu datang menyelamatkanmu, apakah kau akan pulang?" tanya Sunny penasaran.


Wanita bergaun merah tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Memandang ke arah Sunny sekilas lalu mengalihkan pandangannya lurus kedepan. Terlihat raut wajah kesedihan di sana.

__ADS_1


Memandang ke arah Sunny kembali, "Aku rasa itu tidak akan mungkin. Mereka tidak pernah menganggapku ada." wanita itu tersenyum kecut.


Sunny bingung harus berkata apa pada wanita bergaun merah itu, maka ia pun hanya terdiam mendengar ucapan wanita bergaun merah itu.


"Sudahlah, ayo kita lanjutkan," ajak wanita bergaun merah lalu membuka sebuah pintu berwarna hitam.


Sunny terus mengikuti langkah wanita itu memasuki sebuah ruangan yang sangat terang. Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali manusia. Benar-benar seperti lautan manusia.


"Kau lihat, Aku menjaga semuanya sendirian,"


Kehidupan di sini tidak jauh berbeda dengan kehidupan di bumi. Ada restaurant, mall, bioskop dan lain sebagainya. Hanya saja mereka hidup dalam satu atap, yaitu mereka hidup di dalam sebuah kastil yang cukup besar.


Di dalam kastil itu sudah terpasang kamar tidur otomatis. Jika ada penghuni baru maka kamar itu akan muncul secara tiba-tiba, dan jika ada penghuni yang keluar maka kamar itu akan menghilang secara tiba. Sungguh ajaib bukan.


Setiap kamar sudah di lengkapi ranjang, kamar mandi, dapur dan perlengkapan lainnya. Benar-benar sudah melebihi sebuah kamar hotel terlengkap dan termewah di bumi. Sunny benar-benar takjub di buatnya.

__ADS_1


Wanita gaun merah itu tersenyum melihat Sunny, "Akan ku tunjukkan sesuatu,"


Beberapa detik kemudian salah satu tangan wanita itu di lambaikan di depan wajah Sunny. Perubahan besar pun nampak di hadapan Sunny. Semua yang awalnya berwujud manusia, kini berubah ke wujud saat telah di kutuk. Ada yang berwujud ular, singa, kucing dan hewan-hewan lainnya. Namun, ini tampak sangat mengerikan, benar-benar bagaikan monster.


Wanita gaun merah yang berada di sampingnya ternyata di kutuk menjadi seekor ular merah yang sangat besar. Sunny memundurkan langkah kakinya perlahan. Ular merah itu terus mendekat sambil menjulurkan lidahnya.


Sunny terpojok tak dapat memundurkan langkah kakinya lagi. Ia kini menempel di dinding dan ular itu semakin mendekat. Sunny spontan memejamkan kedua matanya, membayangkan dirinya berada di sebuah ruangan bernuansa putih bersama sang suami.


"Darren!" teriakan Sunny menggema.


"Darren, datanglah, Aku sangat takut," lirih Sunny di sela-sela tangisannya.


Ia tiba-tiba jatuh terduduk dengan mata yang masih terpejam. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis dan tetap memanggil-manggil nama sang suami.


***

__ADS_1


__ADS_2