
Aleeta langsung menyahut perkataan dari Kania, "Iya yah kalau diperhatikan sepintas mirip banget yah sama-sama di muka datar dan kaku hehehehe," candanya Aleta yang semakin memanasi keadaan.
"Ohh itu tidak mungkin lah aku ini cantik sedangkan si Presdir itu tampan jadi dari segi mananya aku sama, dia cowok aku perempuan mana sama lah," sanggahnya Selia yang keluar tingkah lucunya.
"Hahahaha!!!" bunyi suara tawa Aleta dan Kania yang meledak siang hari itu.
"Saya tidak mungkin mengatakan kepada kalian jika CEO kita pak Galang adalah mantan kekasihku, kalian juga pasti tidak akan percaya juga kalau aku bicara, yang paling aku takutkan semuanya akan terbongkar di depan umum dan takutnya mereka menganggap jika aku dapat jabatan Menejer pemasaran karena koneksi dan ada hubungan aneh yang tidak baik dengan pemimpin perusahaan," Selia membatin.
__ADS_1
Ketiganya tertawa terbahak-bahak sambil sesekali bercanda hingga menjadi pusat perhatian dari beberapa orang yang kebetulan berada di kantin perusahaan. Selia masih sering kali was-was jika sampai Galang nekat mengatakan bahwa mereka ada hubungan yang belum usai.
Ketiganya langsung berhenti berbicara ketika melihat seorang pria duduk tepat di sampingnya Selia. Siapa lagi kalau bukan Galang Alaric Kim, mereka saling melototkan matanya, sampai ada yang membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat seorang pria yang ganteng pakai banget sekaligus pemilik perusahaan duduk di meja makan yang mereka tempati sambil menaruh nampan yang berisi beberapa makanan di atasnya.
Dimas mantan kekasihnya Kania pun ikut duduk tepat di sampingnya Galang yang beberapa hari lalu diangkat sebagai sekretaris nya Galang CEO utama perusahaan.
"Apa saya dan Dimas boleh gabung makan dengan kalian bertiga, semua meja sudah penuh soalnya," ujarnya Galang dengan tatapan matanya terus tertuju pada perempuan berhijab yang cantik itu yang duduk di depannya langsung.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, setelah mengetahui kalau Sania dan adiknya sudah tidak tinggal lagi di daerah Makassar, Bayu Nathaniel Sanjaya segera berangkat untuk balik ke Jakarta.
Betapa bahagianya Bayu setelah mendapatkan nomor hpnya gadis remaja itu sekaligus alamat lengkapnya.
"Saya tidak akan membuang waktu dan kesempatan untuk bertemu dengan gadisku, aku akan langsung melamarnya jika bertemu kembali dengan Sania," Bayu sudah bertekad akan menikahi Sania apapun yang terjadi.
Sania adalah adik adik kandungnya Selia sudah bertemu dengan pria yang sudah merenggut mahkotanya dulu. Sania sudah duduk di salah satu kafe tempat ia berjanji bertemu untuk berbicara dengan Sania.
__ADS_1
Sesekali Sania melihat ke arah pintu masuk kafe yang semakin ramai dipadati oleh pengunjung sore itu," untungnya Mbak Selia dan Ibu mengijinkan saya keluar sebentar walaupun dengan banyak nasehat yang harus aku dengar," gumamnya Sania.
Sejak kejadian malam itu, Sania tidak pernah diijinkan oleh kakak dan ibunya untuk pergi seorang diri tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada kakak sulungnya dan juga mamanya itu. Untuk adik bungsunya pun seperti itu, yaitu Shanaz pun sudah tidak bebas tanpa mendapatkan banyak pertanyaan dan diinterogasi terlebih dahulu. Walaupun Shannaz mengikuti beberapa pelatihan karate dan taekwondo untuk berjaga diri apalagi mereka sekarang tinggal dan akan menetap selamanya di Jakarta sejak almarhum bapaknya meninggal dunia.