Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Bab. 81


__ADS_3

Semua keresahan dan kesusahan serta masalah besar yang dialami oleh Bu Halimah setelah anak keduanya mengalami cobaan dan ujian yang begitu besar, hari ini akan terselesaikan karena pria yang merenggut mahkotanya Sania berani mengakui kesalahannya dan siap untuk menikahi Sania sedangkan Sania dengan dewasa dan bijaksana menerima permintaan maafnya Bayu.


Bu Halimah menatap semua orang secara bergantian," insya Allah kedua putriku siap untuk menikah dengan Nak Bayu dan Galang," jawabnya Bu Halima.


"Syukur alhamdulillah makasih banyak karena sudah diterima niat kami," ucapnya Bu Renita dengan senyuman sumringah penuh kebahagiaan karena akhirnya kedua anaknya akan mengakhiri masa lajangnya dengan perempuan baik-baik dan sholehah.


Bayu bersyukur karena perempuan yang sudah diperawaninnya itu bersedia menerima pinangannya dan pertanggungjawabannya dengan cara menikahi Sania Mirzani gadis belia yang belum cukup dua puluh tahun itu.


"Alhamdulillah aku tidak akan menyia-nyiakan perempuan sebaik kamu, yang telah menerima permintaan maaf ku atas khilsfku selama ini,"


"Saatnya saling bertukar cincin tunangan dan Insya Allah satu minggu dari sekarang acaranya karena semua persiapan sudah hampir seratus persen persiapannya telah keluarga besar kami lakukan," ucapnya Bu Ratih ibundanya Galang.


"Alhamdulillah kalau seperti itu Bu,saya selaku adik dari bapaknya mereka bersyukur dan berterima kasih karena kalian sudah memperlihatkan etiket dan niat baik kalian untuk menikahi kedua keponakanku, ini sungguh berita gembira yang sungguh besar kami terima," imbuhnya Pak Ali Nasir pamannya Sania.


Bayu segera meraih tangan kirinya Selia yang kebetulan ukuran cincin itu pas di jari manisnya Sania calon istrinya itu.


"Alhamdulillah pasangan pertama sudah selesai, gilirannya Nak Galang dengan Selia semoga mereka juga bahagia langgeng pernikahannya," ucapnya Bu Sari istrinya pak Ali.


Galang tanpa ragu meraih tangannya Selia yang sedari tadi menundukkan kepalanya saking malunya dengan lamaran dadakan dari pria yang menjadi kekasihnya sejak tujuh tahun lalu.


"Makasih banyak sudah bersedia menjadi calon istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak, terimalah niat baikku ini semoga apa yang kita lakukan menjadi ladang pahala untuk kelak dikemudian hari," ujarnya Galang penuh dengan syarat makna dari ucapannya itu.


"Amin ya rabbal alamin," jawab Selia yang akhirnya bisa menatap intens ke arah dalam kedua bola matanya Galang pria yang selalu ia sayangi itu sampai detik ini belum pernah berubah dan tergantikan posisinya di dalam kehidupannya walau sempat saja ia hampir menikah dengan pria hasil perjodohan dengan mendiang almarhum kakeknya itu.

__ADS_1


Semua orang lega karena kedua putri dan putra dalam keluarga besar tersebut akan menikah. Mereka bersuka cita menyambut rencana pernikahan itu yang tersisa menghitung hari saja.


Semua turut bergembira dengan berita kebahagiaan mereka yang tidak lama lagi akan menikah dan mengikat janji suci pernikahan dalam ijab qobul nantinya.


"Alhamdulillah bapak kedua anak kita akan menikah bersamaan semoga Bapak di alam sana bahagia juga dengan berita gembira ini," gumamnya Bu Halimah Ratih sambil menyeka air matanya saking bahagia dan terharunya.


Satu minggu kemudian…


Segala prosesi adat istiadat ala Bugis Makassar selama tiga hari sudah berlangsung. Semua anggota keluarganya dari Sulawesi Selatan berdatangan dan berbondong-bondong ke Jakarta untuk memeriahkan acara perhelatan pernikahan kedua pasangan kembar itu.


Rombongan keluarga pengantin prianya sudah datang dengan seserahan pernikahan yang begitu besar dan banyaknya yang dibawa oleh kedua belah pihak calon besannya Bu Nurhalimah Ratih.


Semua orang memuji dan mengagumi apa yang dibawah oleh iringan pengantin tersebut. Mengingat mereka dari kalangan pengusaha kaya raya sehingga wajar saja.


Selia Andaresta Syam dan adiknya Sania Mirzhani Syam sudah masing-masing duduk di atas ranjang mereka di dalam kamar yang terpisah.


"Bagaimana Pak Galang apa sudah bersiap untuk mengucapkan ijab kabul?" Tanyanya pak Rudiansyah selaku penghulu.


"Insya Allah saya sudah siap lahir batin Pak," jawabnya dengan tegas.


"Baiklah ikuti saya Pak, saya nikahkan dan kawinkan engkau Galang Atalarik Aryanta bin Mardinata Kim dengan ananda Selia Andaresta Syam binti Muhammad Syamsuri dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan emas murni 24 karat seberat 12 gram dan uang tunai sebesar 23 juta dibayar tunai!" Ujarnya Pak penghulu yang membantu Galang.


Galang dengan lantang mengucap ikrar janji nikahnya," Saya terima nikah dan kawinnya Selia Andaresta Syam binti Muhammad Samsuri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Tegasnya Galang dengan sekali tarikan nafas panjang yang cukup nyaring.

__ADS_1


Masih ditempat itu, Bayu pun mengikuti apa yang dikatakan oleh pak penghulu untuk pernikahannya yang ke-dua setelah ia bercerai dengan istrinya yang selingkuh dengan temannya sendiri.


Pak penghulu menjabat tangannya Bayu," saya nikahkan dan kawinkan engkau Bayu Hamiz Nataniel Sanjaya Lim dengan ananda Sania Mirzani Syam binti Muhammad Syamsuri dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan emas murni 24 karat seberat 22 gram dan uang tunai sebesar 32 juta dibayar tunai!" Ujarnya Pak penghulu yang membantu Bayu untuk menikah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sania Mirzani bin Syam Muhammad Samsuri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"


"Bagaimana para saksi apakah sah!?" Tanyanya Pak penghulu yang berbeda.


"Sah!!" Teriak semua orang tamu undangan yang sudah hadir di tempat acara.


"Alhamdulillah," ucapnya semuanya lagi.


Bu Halimah meneteskan air mata bahagianya karena kedua putrinya sudah resmi menikahi dengan kekasihnya dan pujaan hatinya itu.


"Semoga kalian bahagia hingga ajal memisahkan kalian berdua," cicitnya Bu Halimah yang menyeka air matanya saking bahagianya melihat kedua putrinya mengakhiri masa lajangnya hari itu.


Ucapan doa, selamat atas pernikahannya, pujian yang dilayangkan untuk keempat calon mempelai pengantin pun berdatangan. Semua orang berhamburan memeluk Sania dan Selia. Teman kuliahnya Sania pun turut meramaikan acara syukuran pernikahan mereka.


Galang dan Bayu tidak henti-hentinya tersenyum sumringah penuh kebahagiaan karena akhirnya mereka bisa menikah dengan gadis pujaan dan pilihan hatinya sendiri.


Semua teman kerjanya Selia di tempat terdahulunya maupun yang sekarang pun berdatangan mereka larut dalam kegembiraan dan kebahagiaan yang tidak terkira besarnya hari itu.


Kebahagiaan yang sempurna adalah ketika kita mampu membuat orang lain, orang dekat kita tersenyum tulus dalam kebahagiaan.

__ADS_1


...........TAMAT...........


__ADS_2