Kau Hanya Milikku

Kau Hanya Milikku
Chapter 47


__ADS_3

Revan tak mempedulikan ucapan Bastian. Namun, Bastian terus saja mengoceh karena kesal dengan ocehan Bastian, lalu dengan kekuatannya Revan mengangkat tinggi-tinggi Bastian. Menempelkan punggung Bastian pada dinding kayu dan membuatnya tidak bisa bergerak serta berbicara, hanya kedua matanya saja yang dapat melihat jelas saat ritual sedang berlangsung.


Bulan purnama merah telah bulat sempurna. Sinar bulan purnama merah yang berwarna kemerahan masuk ke dalam ruangan yang atapnya telah terbuka lebar. Sinar kemerahan itu mengenai peti kaca dan menembus ke dalam peti kaca itu, mengenai seluruh tubuh Revina tanpa jiwa itu.


Iblis tersenyum menyeringai dan memerintahkan Revan untuk berdiri di samping peti kaca. "Kau sudah siap?" tanya sang iblis sekali lagi untuk memastikan. Revan memandang ke arah iblis lalu mengalihkan pandangannya ke arah Revina yang terkena sinar bulan kemerahan.


Revan memandang lekat Revina yang masih memejamkan kedua matanya. Revan tersenyum saat melihat kedamaian di wajah sang kakak. Senyum yang tadinya menghiasi wajah tampan Revan seketika itu juga memudar.


Dengan wajah datarnya Revan memandang ke arah Bastian yang masih menempel di dinding kayu. Bastian yang di tatap oleh Revan berusaha untuk menggelengkan kepalanya namun tidak bisa, karena mantra yang di ucapkan Revan untuk membuat Bastian bagai patung sangat kuat. Bastian hanya bisa menggerakkan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri sebagai tanda agar Revan tidak melakukan ritual tersebut.

__ADS_1


Revan tak peduli dan memalingkan pandangannya dari Bastian dan menatap ke arah iblis lalu menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya sudah siap. Iblis pun tersenyum lalu memajukan tongkatnya hingga terkena sinar bulan purnama merah. Iblis pun merapalkan mantra lalu keluar sinar yang bercabang dari tongkat yang dipegangnya. Sinar itu mengarah pada kening Revina dan Revan.


Saat sinar itu mengarah pada kening Revan, Revan merasakan semakin lama tubuhnya semakin lemah dan tak berdaya. Revan seketika itu juga jatuh terkulai lemas. Bastian yang menyaksikan Revan terkulai lemas tak berdaya, meneteskan air mata, tak lama kemudian Bastian perlahan dapat menggerakkan tubuhnya dan merosot ke lantai.


Iblis menarik tongkatnya dan sinar berwarna merah yang keluar bercabang dari tongkat itu langsung menghilang. "Aku sudah selesai dan kita sudah tidak ada hubungan lagi. Aku masih berbaik hati padamu, Revan. Aku tidak mencabut nyawamu tetapi aku mengambil seluruh kekuatan yang telah aku berikan padamu. Kini kau hanya menjadi manusia lemah, bahkan lebih lemah dari saat kau pertama kali datang kepadaku ... HAHAHA ...." iblis tertawa puas.


Tiba-tiba sebelah telinga iblis bergerak naik dan raut wajahnya berubah sedikit cemas. "Cepat kau ambil gadis itu! Aku akan membawa kalian pergi dari sini! Sebelum para roh jahat menemukan tempat ini!" iblis setengah berteriak sambil menatap ke arah Bastian. Bastian pun mengerti akan ucapan iblis yang ada dihadapannya ini dan dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu berdiri dan menuju ke arah peti kaca.


Bastian dengan cepat membuka peti kaca itu dan menggendong Revina ala bridal style. Bastian tersentak kaget saat menggendong Revina, tubuh Revina terasa sedikit panas lalu Bastian mendekatkan telinganya ke hidung Revina. Bastian merasakan hembusan napas yang keluar dari lubang hidung Revina. Bastian menatap wajah Revina tak percaya lalu beralih menatap ke arah sang iblis yang tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Cepat! Para roh jahat mulai mendekat!" teriak iblis saat melihat Bastian hanya berdiri diam sambil terus memandang ke arah dirinya. Bastian bergegas menghampiri Revan lalu berjongkok di sebelah Revan. Iblis merapalkan mantra lalu muncul sebuah perisai berwarna putih susu menyelimuti seluruh tubuh Revan, Bastian dan Revina.


"Kau, jangan berurusan lagi denganku, karena aku tidak akan bersikap baik lagi padamu, sekarang enyahlah dari hadapanku!" iblis setengah berteriak mengatakan kata-kata itu yang ditujukan untuk Revan. Setelah mengatakan hal itu dengan sekali hentakkan tongkatnya, ketiga manusia yang berada dihadapannya seketika itu juga langsung menghilang. "Bila kau berurusan lagi denganku, Revan. Aku tidak akan pernah melepaskanmu ... HAHAHA ...." iblis tertawa puas lalu menghilang dari rumah kayu itu.


Sebenarnya iblis sangat senang kepada Revan karena Revan sangat penurut dan selalu mematuhi dirinya. Iblis sedikit terkejut saat Revan tidak membawa tiga jiwa murni yang dimintanya untuk membangkitkan sang kakak. Revan malah meminta dirinya sebagai gantinya, iblis enggan untuk mengabulkan permintaan Revan. Namun, itu tidak masalah dengan begitu Revan masih tetap ada di dunia dan dirinya masih terus dapat mengawasinya.


Meskipun begitu Revan tetap masih ada keterikatan kontrak dengan iblis. Bila Revan mati maka kontrak itu akan putus. Jadi iblis sengaja hanya melemahkan tubuh dan kekuatannya saja itupun hanya sementara waktu. Kekuatan Revan akan kembali seperti semula dengan berjalannya waktu. Iblis sangat menyukai Revan dan tidak ingin melepaskannya apalagi bila Revan di kuasai oleh iblis lainnya.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2