
Setelah 8 tahun lamanya dia menambah ilmunya di kota kelahiran nabi Musa,,karna kesempatannya dapat beasiswa dari pesantren yang dulu tempati untuk mengais ilmu,kini sepertinya pria berkulit putih dengan tinggi badan 175 cm itu merasa sngat bahagia karna bisa kembali menghirup udara di tanah kelahirannya lagi,,"malik!"tampak seorang paruh baya,melambaikan tangannya,di ruang tunggu bandara XX,dialah,seseorang yang selama ini menunjang kehidupannya,setelah kematian ayah dan ibunya,,dia adalah majikan ibunya,meskipun dia seorang pengusaha ternama tapi dia tidak pernah sombong ,bahkan dia telah menjalankan wasiat ibu Malik dengan sangat baik,dia tidak pernah membeda bedakan Malik dengan putrinya sendiri,sejak umur 15 tahun Malik sudah di tinggal ibunya,dan sejak itu pula ibu Malik menyerahkan Malik kepada tuannya,
Malik terperanjak dari lamunannya,entah apa yang sedari tadi dia pikirkan,kemudian menuju orang yg melambaikan tangan
"assalualaikum"
lalu mencium tangannya
"waalaikum salam,apa kau hanya ingin mencium tanganku? apa kau tidak merindukanku setelah sekian lama meninggalkanku?"kemudian Malik memeluk lelaki itu yg sudah membuka tangannya,sedari tadi,kemudian mereka sejenak tenggelam dalam pelukan
"terima kasih ,tuan ,,berkat tuan saya sudah bisa menyelesaikan pendidikan saya"
"apa maksudmu berterima kasih,seandainya tidak ada wasiat ibumu,untuk menaruhmu di pesantren dan menghafal Qur'an,aku pasti sudah mengirim mu ,ke jurusan yg lebih canggih ",
"terima kasih tuan,ini sudah lebih dari cukup,dan ini saya kembalikan"
__ADS_1
sembari menyodorkan 2 kartu (kartu krefit dan ATM)yang dulu
pak Irawanberikan,waktu mau berangkat,,,ya pengusaha itu pak Irawan namanya ,sampai lupa memperkenalkan di depan,
"apa-apain,ini,knp kau ingin mengembalikannya,bahkan untuk kartu kreditnya kau sama sekali tidak menggunakannya,apa kau tidak senang de
ngan pemberianku,
"tidak tuan bukan seperti itu,sekarang saya bersama kalian,jadi saya tidak butuh ini lagi"
"aduh,,,yang saling merindukan,sampai lupa kalau ada orang lain disini" celetuk Hesti,wanita berjilbab yang berada di samping pak Irawan,,tapi para pelayan biasa memanggilnya nyonya,nyonya Irawan julukanya,,,lalu Malik mencium tangannya juga sembari memeluknya,,
"maaf kan saya nyonya,saya hanya terbawa suasana"
"bagaimana kabarmu malik,kau sekarang sudah jauh lebih gagah dari fotomu, entah apa yg kau makan di sana,"sembari tersenyum tipis,
__ADS_1
Malik tidak menjawab,dan hanya tersenyum
melihat postur tubuhnya yang sangat gagah Tan tampan,dengan tetap memakai peci dan sarung,siapa yang akan menyangka dia anak seorang pembantu,
ternyata istri tuan cepat akrab juga (,Malik)
Hesti memang ramah,dan lembut,umurnya 7 tahun lebih muda dari pak Irawan,
"oh iya sampai lupa memperkenalkannya padamu,meskipun kamu sudah tahu lewat video call,kan masih belom secara langsung,dia Hesti istriku,selama tuju tahun dia sudah sangat baik,berada di sampingku,bahkan sering mengingatkanku tentang shalat"sembari memeluk istrinya,,
"dia juga sangat sabar menghadapi Aliya,yang mungkin jika wanita lain sudah pergi meninggalkanku"lanjut pak Irawan,
"sudahlah jangan terlalu berlebihan,saya
biasa saja kok,itu cuma pikiran kamu saja"(Hesti)
__ADS_1
"muda-muda Han Allah yang membalas semua kebaikan dan kesabaran nyonya,"sambung malik