
Tet,,,,,,suara itu membangunkan Adiba dari mimpi panjangnya ,dia berusaha duduk dari tidurnya dan mengucek matanya,dia sudah menjumpai Gus hafid dalam keadaan bersila
menghadap kiblat,dan suara itu mungkin berasal dari pesantren putra yang jaraknya berdekatan dengan dalem,bel itu pertanda santriwan harus bangun dan mengerjakan shalat tahajud berjamaah,adibabyang sudah lama sekali melakukan tidak melakukannya dia merasa sangat mengantuk,tapi karna dia ingat sekarang posisinya dia berusaha melawan kantuknya,dia menuju lemari berniat mengambil sarung
" sudah bangun neng?".
" iya Gus kenapa gak bangunkan saya?".
" saya melihat sepertinya neng sangat lelah
jadi saya tidak membangunkan neng,"
Adiba mengambil sarung dan terus menuju kamar mandi,setelah itu dia menggelar sajadahnya di dekat sajadah Malik agak kebelakang,
" apa mau berjamaah neng?"
" bukankah jenengan sudah sedari tadi yang bangun?".
" iya tapi belum jumlah maksimal masih kok neng,kalau mau mari!"
adib hanya mengangguk dan mengikuti Gus hafid yang telah berdiri ternyata kaulah yang benar menjadi imamku sekarang Gus
sejenak mereka hilangkan urusan duniawi
mereka fokuskan hati dan fikiran kepada yang menciptakan mereka, 4 rakaat dan dua salam di tambah dengan satu rakaat dan satu salam telah mereka selesaikan,Gus hafid menengadahkan tangannya adipun meng Amini apa yang dia minta
mereka berdzikir menunggu datangnya shalat shubuh ,dan terpisah di jamaah subuh karna Gus hafid harus ke mesjid dengan kiayi
sedangkan Adiba harus berjamaah di musholla putri bersama bunyai
__ADS_1
selesai berjamaah dan mengikuti dzikir panjang Adiba kembali ke kamarnya,dia kembali ke tempat tidurnya ,dan di sana Gus hafid masih belum terlihat ,dia tarik kembali selimutnya dan memeluk gulingnya erat
" tok tok tok assalamualaikum neng"
" waalaikumussalam" Adiba terperanjak mengambil jilbabnya dan menghampiri pintu
setelah di buka ternyata dua orang santri putri
yang sudah membawa keranjang baju yang terisi lipatan baju,sejenak Adiba melihat lipatan lipatan baju itu dia teringat dialah yang dulu melakukan tugas itu,keluar masuk kamar kiayi dan Gus hafid ,hingga mungkin itulah yang membuat Gus hafid jatuh cinta kepadanya
" masuklah!"
kedua santri putri itu menuju lemari dan menaruh lipatan lipatan pakaian dengan sangat hati hati kemudian mereka memeriksa keranjang cucian yang berada di dekat pintu kamar mandi dan membawa isinya keluar
mereka menghilang setelah mengucapkan salam
ayam sudah mulai bergantian berkokok
sambil menunggu Gus hafid Adiba bersiap mau kekantor,setelah selesai mandi dia mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja yang memang sengaja dia bawa, berkali kali dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya kenapa dia belom datang juga,apa dia sengaja berlama lama ,agar aku gak kekantor,padahal sebelumnya sudah perjanjian,aku akan tetap dengan karirku dengan statusku yang sekarang
Adiba menepuk nepuk pahanya gelisah
dan sesekali dia memperhatikan jam tangan nya lagi
,"assalamualaikum"
adib langsung berdiri dan membuka pint
"waalaikumussalam" terlihat Gus hafid sedang membawa dua kitab di tangannya
__ADS_1
ternyata dia masih ngaji kitab
" sudah rapi neng,baiklah pergilah bang Ipul sudah menunggu ,dan sudah ada makanan juga disana ,karna saya yakin neng belum makan ,karna santri putri lama menyiapkan sarapan,karna di sini aba h memang sarapannya hampir jam 8, neng,karna di sini tidak ada yang kekantor,dan iya maaf saya kelamaan ya,karna memang jadwal turunnya
jam 6 30,lain kali kalau mau kekantor tidak usah nunggu saya neng,besok biar saya suruh antar dulu sarapannya neng ke kamar"
dada Adiba terasa sesak mendengar penjelasan Gus hafid
kenapa kau begitu baik Gus?,kenapa kau tidak melarangku pergi,bahkan kau sudah menyiapkan sopir dan makanan untukku ,apa kau tidak malu istrimu berkeliaran di luar dengan gelarmu saat ini?ah sudahlah siapa juga nyuruh dia memperistri aku,aku kan sudah berkali kali menolaknya,jadi dia juga yang harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri
" pergilah nanti bosmu marah"
adiba melangkahkan kakinya keluar kamar
"tunggu "
" ada apa gus?"
" apa kau tidak merasa melupakan sesuatu?"
Adiba berfikir sejenak dan kemudian menjawab
" tidak"
" pergilah"
tanpa mengucapkan salam Adiba menuju halaman depan,di sana sudah ada bang Ipul menunggu,santri putra yang sedang bersih bersih tampak diam diam memperhatikan Adiba,mungkin mereka heran karna bu nyai nya berseragam kantor,tapi kali ini agak longgar dan tidak pas di badan,dan tidak ada belahan juga di bagian belakang betis
" percepat sedikit bang ini sudah hampir telat!"
__ADS_1
" baik neng!"
,Ipul mengemudi sesuai perintah