
Mobil terus melaju Malik meminta abil untuk menuju pesantren,mungkin bertemu kiayi akan membuat hatinya tenang
sesampainya disana abdi dalem mempersilahkan masuk
setelah meneguk teh yang dibuat abdi dalem kiayi datang di susul Gus hafid
sangat lama Malik mencium tangan sang guru,sampai tak terasa air bening bercucuran
dari netranya,kiayi mengelus elus punggung Malik ,kemudian di ganti dengan abil,
Gus hafid memeluk Malik yang membungkuk ingin mencium tangannya,
"hi,,,ustadz Ali rupanya kau sudah jadi bos sekarang" Malik hanya tersenyum
" mari mari duduk!"(kiayi)
mereka semua duduk
" jodoh,kematia,rejeki smua itu Gusti Allah yang ngatur"
kiayi mengawali dawuhnya setelah agak lama mereka terdi,seakan kiayi tau kegelisahan Malik
" jadi kita tidak perlu pusing pusing memikirkan itu semua,yang penting ikhtiar sisanya serahkan sama Gusti Allah"
kata kata kiayi benar benar membuat Malik
dapat siraman dari langit,hatinya mulai merasa damai,
" bagaimana acara pertunanganmu semalam apa berjalan lancar?"
" Enji kiayi"
" alhamdulillah,dan kamu abil ,kapan kamu akan nyusul?"
" belum tahu kiayi"
" menikah adalah salah satu Sunnah rasululla,jika dirimu sudah merasa mampu maka laksanakan lah!'pernikahan adalah
ladang pahala bagi pasangan masing masing,
dan istri adalah tanggung jawab suami,apapun yang di lakukannya,Allah akan menanyakan suaminya terlebih dahulu besok di hari pembalasan"
mereka hanya diam mendengarkan dawuh kiayi ,setelah selesai melepas rindu pada sang guru Malik berpamitan
__ADS_1
mereka keluar dari dalem kiayi dan melihat jalan menuju asrama putra ,Malik teringat pertama kalinya tuan Irawan mengantarnya ke sini,di situlah perjalanannya mengenal sang pencipta lebih dekat di mulai,dan di tanah itu pulalah pertamanya dia mengenal
sosok Sholihah yang kini gagal dia halalkan
tapi jauh di relung hatinya yang paling dalam
dan karna sikap kemanusiaannya dia berharap ada ke ajaiban.
Mobil berhenti di halaman rumah Irawan
ketika turun dari mobil tidak langsung kedalam rumah,sementara abil sudah memundurkan mobilnya mau kembali ke rumah,
" ada apa tuan"
tanya pak Mus yang sedari tadi menungguinya untuk masuk
"apa aliya belum pulang?"
" belum tuan"
Setelah semalaman tidak tidur,dan di tambah lagi 5 jam bepergian, Malik merasa matanya mulai mengantuk, mandi salat duhur
dan dia rebahkan tubuhnya yang lelah
saya berani menentang kehendak ibu
demi anda,tapi apa balasan anda,?anda
dengan ringannya mengangkat tangan Aliya dan melingkarkan cincin di jarinya,
di hadapan saya,dengan semangat saya menyiapkan pesta,ternyat pesta itu untuk
membunuh saya,malam itu saya sudah mati tuan,kini tinggal tubuh saya yang hidup
namun raga saya sudah lenyap bersama hancurnya perasaanku malam itu"
Malik memeluk erat tubuh Adiba hingga dia tidak bisa berkata apa apa lagi
" aku tidak berdaya Adiba,aku tidak berdaya,
tidak ada yang bisa menggantikan posisimu
di hatiku,seandainya aku bisa ,aku tidak akan melepaskanmu" ( berkali kali mencium puncak kepala Adiba)
__ADS_1
" kenapa tidak bisa?"
"karna "
"karna anda telah bertunangan?"
" menikah sekalipun anda masih bisa memiliki saya tuan"
"apa maksudmu Adiba?"
" jadikan saya yang kedua"
Malik melepas pelukannya
"apa kamu sudah gila,masih banyak laki laki sempurna di luar sana yang mengharapkan mu,"
" aku tidak ingin mereka,aku hanya ingin dapat tempat di hati anda walau sedikit"
" kau yang selalu menempati hatiku
bukan sedikit,tapi seluruhnya,tapi
aku tidak bisa menentang takdir"
"berarti kau menginginkannya " air mata Adiba bercucuran deras mewakili perasaannya
"tuan ,tuan" pak Mus mengetuk ngetuk pintu kamar Malik
" innalillahi ternyata saya bermimpi"
"masuklah pak Mus"
" tuan ,tuan besar sudah menunggu di meja makan"
mendengar ucapan pak Mus Malik melirik jam yang menempel di dinding
"astagfirullah ,saya ketinggalan ashar dan magrib"
" kenapa nafas tuan tidak beraturan,apa tuan sakit,apa saya bawakan makanan kesini saja"
"tidak usah pak Mus,suruh tuan dan nyonya duluan saja ,saya masih mau mandi"
" baik tuan"
__ADS_1