
Berhari hari tanpa handphone Aliya merasa bosan,Aliya mencari keseluruh tempat tempat yang dia yakini,termasuk di kolong tempat tidur yang nyaris tidak bisa di masuki tangan,barang kali Malik menyelipkannya di sana,tapi ternyata tidak ada.Akhirnya dia menuju kekamar malik yanf sudah lama tidak dibtempati dia mencari di lemaru,laci,bahkan kamar mandi tapi ternyar juga tidak ada.
Akhirnya dia menyerah juga,dia langkahkan kakinya menuju keluar,langkahnya terhenti di tengah pintu,dan kembali ke kesamping tempat tidur Malik,dia menjongkok dan dengan susah payah memasukkan tangannya ke dalam kolong tempat tidur,maklumlah tempat tidur jaman sekarang itu sudah sangat jarang menemui yang ada kolongnya,rata rata tempat tidur tidka kolongnya,makanya kolong wewek sudah tidak lagi viral di jaman milenial ini,karna mereka sudah tidak punya tempat ha ha ha...sekedar gurauan ya readers biar tidak terlalu tegang.
Tangan Aliya menyentuh sesuatu,dia mencoba menariknya dan betapa terkejutnya dia setelah melihat apa yang dikeluarkannya,sebuah lukisan wanita dengan senyum tipis di bibirnya,yang terbalut jilbab hijau.Yang membuat Aliya lebih tidak percaya lagi lukisan itu bertuliskan kalimat yang sepertinya berasal dari lubuk hati yang sangat dalam AKU MENCINTAIMU DALAM DOA .
Aliya menggeleng geleng tidak percaya,dia bersimpuh dengan tangisannya yang menjadi jadi,lukisan itu basah dengan air mata Aliya
Ternyata bukan hanya aku korbannya dalam pernikahan ini
Tapi justru kaulah korban sebenarnya,terbuat dari apa sih hatimu itu?sehingga kau diam saja dengan semua hinaan dan tuduhan tuduhan ku.terbuat dari apa hatimu?sehingga kau betah bersabar di hadapan orang yang sama sekali tidak kau cintai,padahal kau juga merasa sakit karna kau harus menyembunyikan dengan sangat rapat tentang penghuni hatimu
__ADS_1
Ya Tuhan......betapa malunya aku,karna telah menuduhnya sangat hina
Aliya tersentak mendengar suara langkah kaki menuju kamarnya,dia segera bangkit dan mengikuti langkah dua orang yang sudah tidak asing lagi,Malik dan pak mus.pak Mus kembali setelah meletakkan barang barang Malik,dia melempar senyum kepada Aliya yang tengah berada di luar pintu,kemudian kembali melangkahkan kakinya.
Seperti tidak ingin tau dengan kehadiran Aliya Malik menggesek gesek pangkal dasinya dan melepaskan dari lehernya, Malik menyelesaikan mandinya dan mengfanti pakaiannya dengan sarung dan baju kokonya,dia sematkan sorban di bahu kirinya,dan melangkahkan kakinya keluar kamar tanpa melempar sepatah katapun pada istri yang sedari tadi memperhatikannya. Aliya mengurungkan niatnya untuk minta maaf,dia belom berani menyapa suaminya yang masih diam seribu bahaya.
Aliya merasa masa menunggunya sangat lama,jarum jam yang di lihatnya berkali kali seperti berjalan semakin lambat,padahal dia sudah menyusun beberapa kata untuk dikatakan sebagai ungkapan maaf.Adzan isya berkumandang itu tandanya suaminya sebentar lagi akan pulang, tubuhnya mulai panas dingin,ada rasa takut dan grogi,dan tiba tiba pintu kamar terbuka perlahan,dadanya berdesir keringatnya menetes,matanya memperhatikan tubuh gagah yang tengah meletakkan sorbannya.Aliya segera bangkit dari duduknya dan memeluk kaki Malik,dengan hidung menyentuh tulang depat betis Malik yang tengah tertutup oleh kain sarung,Malik menggerak gerakan kakinya ingin melepas tapi Aliya menegangnya sangat kuat
"Maafkan aku Malik,maafkan aku!"
" Sudah hentikan ,jangan menangis lagi,kasian bayimu,aku sudah memaafkanmu,aku tidak ada maksud marah kepadamu,aku hanya ingin kau sadar bahwa perbuatanmu itu benar benar sudah tidak pantas,sangat berdosa,anak itu titipan dari Allah,yang wajib kau jaga,biarkan dia hidup dan menjadi orang muliya,biarkan dia tumbuh dengan Namaku,mulai sekarang belajarlah untuk jadi ibu yang lebih baik,karna kau adalah gurunya,dia mendengar dan merasa setiap apa yang kau lakukan"
__ADS_1
Seperti sudah terputus urat malunya,Aliya memeluk erat tubuh Malik,dengan tangan ragu ragu Malik membalas pelukan Aliya,dan mengusap lembut punggungnya,biar bagaimanapun sekarang dia adalah halalnya.
Aku minta maaf bukan hanya untuk ini,tapi aku mau minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan padamu,tapi sepertinya kau sudah lupa,atau kau mungkin sudah malas mengingatnya.taoi gak apa palah yang penting sekarang kau sudah tidak diam lagi,
Tuhan.....kenapa aku baru sadar bahwa kau mengirim malaikat kehadapanku (Aliya)
Perlahan Malik melepas pelukannya
"Apa kau sudah minum vitaminmu?"
Aliya menggeleng
__ADS_1
"Sekarang minumlah vitaminmu,keburu pak Mus memanggil kita untuk makan malam"
Aliya menurut saja dengan perintah Malik,hatinya mulai lega karna Malik sudah mulai bicara lagi.