Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
makan malam


__ADS_3

Di kediaman pak Irawan tampak tuan dan nyonya Irawan sudah berada di ruang makan,sepertinya mereka belom memulai makan malamnya,


"malik!ayo cepat kemari makanannya keburu dingin" sapa Hesti (nyonya Irawan) pada Malik yang baru datang dari masjid


"nyonya duluan saja ,saya masih mau naruh ini'(menunjuk sorban yang ada di bahunya")


sembari menuju kamarnya.


Setelah di kamar ketika berniat ganti baju,dia meraba saku kokonya,yang ternyata berisi tasbih milik Adiba,


kembali dadanya berdebar tak karuan


"kenapa aku terus saja memikirkannya,


pertemuan ini benar benar membuat aku gila" gumamnya dalam hati "ya Allah indah nya ciptaanmu"ucapnya pelan


"den,,,,nyonya dan tuan menunggu"


"oh iya baiklah,,,!" bangun dari tempat duduknya dan bergegas ke ruang makan


"ya Allah sampai lupa,,,"ucapnya dalam hati


" duduklah!" ucap pak Irawan mengikuti pak Mus yang sedang menggeser kursi di samping kiri pak Irawan


"terima kasih tuan"


"terima kasih pak Mus" lanjutnya,

__ADS_1


sedari dulu memang Malik sudah sering makan semeja bersama mereka,karna pak Irawan akan marah jika menolak,


"apa Ali,,,y,,,," belom sempat meneruskan pertanyaannya ,pak Mus tiba tiba berlari menuju ruang depan karna mendengar suara mobil,


,"itu dia sudah datang" ucap pak Irawan sembari melongohkan kepalanya ke ruang depan meskipun Aliya belom tampak


tak lama kemudian dia muncul dengan pakaian merahnya yang hanya sampai paha,dandi ikuti pak Mus di belakangnya


"apa tidak makan dulu"sapa Hesti karna Aliya terus saja melangkah tanpa menoleh meja makan,


"duluan saja saya mandi dulu", tanpa menoleh dan terus melangkah keatas


pak Mus berhenti di depan pintu kamar


,"apa perlu saya siapkan air hangat nona?"


"tidak usah"


Aliya tidak langsung mandi melainkan dia membaringkan tubuhnya seraya menatap langit langit kamar entah apa yang dia pikirkan


sementara di ruang makan tiga orang itu sudah menikmati makan malamnya


"malik,,"


"iya nyonya"


"kamu tidak usa panggil saya nyonya,panggil saja ibu,biar lebih akrab,"

__ADS_1


"tapi nyonya"


" kamu maukan jadi anak saya?"


Malik sudah tidak bisa berkata apa apa lagi,sepertinya dia terharu,


"Malik"


"iya tuan"


"apa kau memikirkan sesuatu?"


"tidak tuan"sembari menyantap makanan yang sudah ada di sendoknya


"kenapa Aliya belom muncul juga tuan?"


"ya begitulah dia,meskipun datang ,dia jarang sekali makan sama kita,tidak apa -apalah yang penting dia tetap sehat,dan masih bisa menjaga diri"


Malik hanya terdiam mendengar penjelasan pak Irawan,sepertinya dia merasa kasihan,putri satu satunya kurang harmonis hubungannya dengan pak Irawan


"kenapa pada bengong,ayo habiskan makanannya nanti keburu dingin" ucap pak Irawan sok tegar


selesai sudah makan malam mereka,tuan dan nyonya Irawan menuju ruang keluarga sepertinya mereka masih kurang mengantuk yang ingin memejamkan matanya,sementara Malik sudah menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya,kembali dia teringat tasbih dan pemiliknya,kemudian dia kembali mengambilnya dari laci,dan memutar mutarnya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Tiba tiba pikirannya tertuju pada Aliya,


Malik sekarang sudah tidak seberani dulu berdekat selatan dengan Aliya,karna dia sudah bukan Aliya kecil lagi,dia sudah dewasa dan pakaiannya itu,yang semakin membuat Malik tidak berani menyapanya,

__ADS_1


"Aliya ngapain ya di kamarnya?dan kenpa dia


tidak seceria dulu?,"gumamnya dalam hati bertanya tanya


__ADS_2