Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
sowan


__ADS_3

Episode 8


"Sowan"


Matahari sudah keluar dari persembunyiannya,daun daun hijau tampak basah karna di singgahi embun,


Pemandangan di luar jendela kamar Malik sungguh menenangkan hati,tampak bunga bunga warna warni yang bermekaran,rumput rumput hijau dan pohon pohon rindang yang tumbuh di sana sungguh menyejukkan mata,


"Malik!" Terdengar suara dari luar kamar


Seketika Malik menyudahi pandangannya yang tertuju ke kebun sembari membukakan pintu


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"


Tanpa di suruh pak Irawan duduk di shofa yang tersedia di kamar Malik,Malik masih tetap berdiri di dekat pintu


"Apa kau tidak rindu kiayi?"


"Sangat tuan,sangat merindukannya"


"Terus kapan kira kira mau sowan?"


"Rencananya hari ini"


"Baguslah kalau begitu,kita bisa sama sama kesana,saya juga sudah sangat lama tidak bertemu beliau,sekalian saya mau antar sembako kesana"


Pak Irawan memang sering menyumbangkan sembako untuk keluarga pesantren,meskipun jarang berkunjung sendiri


"Apa tuan tidak ke kantor?"


"Hari ini kan hari Minggu"


"Oh iya saya sampai lupa hari" tertawa kecil


" Bersiap siaplah,aku juga akan bersiap"


Pak irawAn menyudahi pembicaraannyA dan menuju keluar kamar


Setelah semua bersiap, ketiga orang itu sudah ada di garasi mobil,tiba tiba ada mobil mewah memasuki gerbang utama yang tak lain itu mobil Aliya sendiri yang di kemudikan sopir pribadinya


Berhenti tepat di belakang mobil mobil yang di parkir di situ,


Vina keluar dari mobil dan memandang Malik dengan sangat lama,sopirnya masih tetap di dalam mobil,


"Majikanmu masih belom keluar dari kamar"


Membuyarkan pandangan Vina


"Oh,,baik,saya kedalam dulu ya tuan"

__ADS_1


Malik tersenyum melihat Vina kaget dengan suara pak Irawan


Tak sempat menaiki teras depan rumah Aliya sudah muncul,,


"Eh kau sudah dari tdi?"


"Baru saja"


Melihat ketiga orang itu masih menunggu para pelayan memasukkan barang barang yang ingin di bawa ke dalam mobil


Aliya menghampiri mereka


" Mau kemana kalian?"


"Kami mau ke pesantren"sahut Hesti sok akrab


"Apa mau bergabung bersama kami?"lanjutnya


Malik tidak menghiraukan mereka dia sibuk membantu para pelayan, tanpa menjawab pertanyaan nyonya Irawan Aliya melangkahkan kakinya menghampiri malik dengan di ikuti Vina di belakang,Aliya menepuk punggung Malik yang membungkuk karna memasukkan barang ke dalam bagasi


"Hei,,,apa kau mau ikut juga"


Malik seketika berbalik karna terkejut


"Ada angin apa kok sumringah " Malik bertanya tanya di pikirannya


,"Ngapain?"


Ya sowanlah masak mau shooting?"


"Tidak terima kasih,aku masih ada urusan,"


"Ayo nona ,kita sudah terlambat" Vina menyela pembicaraan mereka


"Kalau artis meskipun Minggu ada jadwal juga ya,sepertinya lebih penting dari keluarga" Malik sedikit menyindir Wajah Aliya seketika pias


Meskipun sedikit kata kata Malik seperti bunyi petir yang menakutkan


Tanpa menjawab apa apa Aliya menuju mobilnya ,sepertinya dia sampai lupa berpamitan.mobilnya pun melaju keluar pintu gerbang


"Malik ini kau yang mengemudi yang ini"memberikan mobil


"Biar aku sama ibu, karna di belakang sudah penuh",lanjutnya dua mobil itu memang sudah penuh dengan oleh oleh untuk keluarga pesantren


"Hari ini sopir libur,kasian kalau msih di panggil juga,takutnya mereka ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga"


Malik menerima kuncinya dan memasuki mobil,kedua mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah pesantren


" Aku diam diam mempeehatika Aliya tadi ma"

__ADS_1


Pak irawan memulai percakapan ya


"Trus" sambung Hesti sambil tersenyum tipis


"Sepertinya aliya berubah"


"Ya syukurlah!"


"Muda mudahan dengan kebadiran Malik dia benar benar bisa berubah seperti dulu lagi"


"Amin,,,,!"


Sampailah kedua mobil mewah itu di halaman dalem (kediaman kiayi) mereka di sambut oleh seoarang pria dan di persilahkan masuk,mungkin Dia seorang abdi dalem(pelayan kiayi)


Tak lama mereka menunggu,kemudia kiayi datang Malik dengan segera mencium punggung tangannya,kiayi memeluknya" kau sudah kembali"kiayi mengusap punggung Malik


" Enji kiayi"


Kemudian di ganti pak Irawan yang mencium


Tangan beliau,begitupun dengan Hesti di ruang tamu wanita,


" Mari silahkan duduk"


Tanpa berkata apapun mereka langsung duduk


Kemudian datang laki laki tadi dengan minuman dan makanan kecil


"Cukup dengan mencium tangan dan memandanginya sesekali kerinduan ini terobati"Malik berkata dalam hati


"Sayangnya hafid lagi keluar hari ini


Jadi kalian tidak ketemu"


"Tidak apa apa kiayi ,mungkin lain waktu kami kesini lagi" sahut Irawan,


" Aku juga merindukannya,meskipun beliau putra dari pengasuh,tapi beliau sangat tawaduk,beliau akrab dengan para santri" Malik hanya berani berkata dalam tidak mengeluarkannya karna takut tidak sopan dan lancang pada kiayi,


Cukup lama mereka melepas rindu hingga akhirnya mereka berpamitan,kiayi mengantar sampai halaman


Sekali lagi mereka berpelukan


"Terima kasih atas kunjungannya!"(kiayi)


" Sama sama kiayi" (Irawan).


Malik hanya tersenyum dan menunduk takdzim,tanpa menjawab apa apa.


#bersambung.

__ADS_1


__ADS_2