Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
CINCIN COUPLE


__ADS_3

Diam diam mata Malik sesekali mengamati meja dua tiga ,sejauh ini Aliya aman aman saja,yaiyalah wong cuman di depan umum,paling enggak pegangan tangan,


dua porsi makan yang masih ada kepulan asap tersaji di atas meja 07, Malik mengajak abil memulai makannya,mereka menikmati makannya tanpa ada pertanyaan dan jawaban apapun namun sesekali mata mereka memperhatikan meja 23,makan malam selesai tapi mereka tidak langsung beranjak dari tempat duduk mereka ,begitupun dengan meja 23,Malik kembali memesan 2 minuman


hangat kapucino kesukaannya dan kopi hitam buat sahabat plus sopirnya itu


"abil apa kau sudah jenuh di sini?"


" tidak tuan"


" kenapa ya Adiba menikah tanpa bertunangan?"


" apa perlu saya menanyakannya tuan?"


" kau ini,,,ngeledek ya,,,?


abil tertawa kecil


" tuan non Aliya jauh lebih cantik Lo,,dari non Adiba,," abil mencoba sedikit membantu menghapus memberi Adiba dari pikiran Malik


" aku tau"


" kenapa tuan tidak mencoba memasuki hatinya?"


" perasaan itu bukan kita yang ngatur,tapi hati yang ngatur,kalau memang bisa kenapa aku mau berlarut larut dalam rasa sakit ini,dan lagian Aliya kau lihat sendiri kan dia jauh lebih memilih dia dari pada aku pilihan orang tuanya,aku hanyalah seseorang yang nyaur hutang dengan seluruh jiwa dan ragaku kepada keluarganya,aku bayar hutangku dengan rasa sakit ini"

__ADS_1


abil hanya tercengangmendengar penjelasan Malik,jalanmu sungguh rumit ya tuan?


Aliya dan dan kekasihnya beranjak dari tempat duduknya mata abil sesekali mengikuti langkah mereka


"hi,,,kenapa bengong?,habiskan dan ayo kita pulang "


setelah menghabiskan mereka berdua juga meninggalkan tempat itu


*****


sesampainya di garasi ternyata mobil Aliya sudah ada di sana,ya benar saja Aliya langsung pulang karena sudah seharian dia jalan dengan kekasihnya,dan ternyata Aliya masih belum tidur begitupun dengan Hesti dan pak Irawan mereka bertiga tampak menikmati secangkir minuman sambil nonton tivi,jarang jarang Malik menemui pemandangan seperti ini di rumah mewah itu


" hi,,,kau baru pulang?" sapa Irawan kepada Malik yang tengah lewat di ruangan itu di buntuti pak Mus yang membawa jas dan tas kerjanya


" apa kau sudah makan?"


" sudah tuan"


" oh ya ,,sana mandilah dan beristirahatlah atau kalau enggak kamu bisa gabung di sini bersama kami,"


Malik hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya,pak Mus berhenti di depan kamar dan memberikan tas dan jasnya, berendam sebentar dalam aroma therapi itulah kebiasaan Malik jika merasa sangat penat


Adiba ternyata kau benar benar mau menikah ya?kau memang pantas dengan Gus hafid kau wanita Sholihah yang di dambakan setiap laki laki


setelah menyelesaikan merilexkan badannya Malik ganti baju dan menggelar sajadahnya dia mau memenuhi kewajibannya sebagai muslim yang taat,sekejap dia hilangkan semua urusan dunianya dia serahkan seluruh jiwa dan raganya untuk menghadap sang Kholik,baca Qur'an dan dzikir tidak pernah dia lupakan jika ada kantuk yang mengganggu matanya,setelah selesaikan urusannya dengan sang pencipta

__ADS_1


dia baringkan tubuhnya yang sudah seharian hanya duduk berdiri dan berjalan saja,kembali pikirannya jauh menerawang pada seseorang yang dia gagal menghalalkannya,matanya sulit terpejam dia duduk kembali dan mengingat kembali belanjaannya yang tadi ternyata pak Mus tidak mengantarnya


dia beranjak dari tempat duduknya dan menuju pintu setelah pintunya di buka ternyata pak Mus sudah ada di depan kamarnya dengan menenteng tas belanja milik Malik


" aku baru saja ingat"


" abil yang memberikannya tuan"


" apa dia belum pulang?"


" dia kembali sampai gerbang sepertinya tuan


mungkin mau mengantarkan ini yang tuan lupakan tadi"


"oh ya sudah terima kasih " Malik meraih tas belanjaannya dan pak Mumun kembali,


Malik memeriksa semua belanjaannya,termasuk dua couople cincin itu


tapi untuk siapa ya cincin ini ,untuk Aliya tidak mungkin ,untuk abil apalagi ,biarlah ku taruh saja,ini kan unik ,sayang saja kalau tidak di beli,aku pakai satunya saja


ketika Malik bermaksud memasaukkan cincin antik itu ke jarinya,dia terkejut ada cincin pertunangan di jari manisnya,ternyata dia tidak begitu menghiraukan keberadaan cincin yang mengikatnya dalam hubungan yang membuatnya berkali kali merasa di tusuk pedang tajam itu, lalu dia coba ke jari tengahnya


untung saja muat pikirnya


kembali dia memperhatikan sajadah dan tasbih yang akan di hadiahkan kepada calon menantu sang guru,muda mudahan kau bahagia dengan pilihanmu!

__ADS_1


__ADS_2