
Hari itu Adiba sudah minta izin untuk tidak masuk kantor pada tuannya,karna mau memenuhi ajakan Gus hafid mencari gaun pengantin untuk resepsi mereka,Gus hafid sudah sedari tadi menunggu Adiba di ruang tamu,dengan di temani secangkir kopi dan
pisang goreng yang di bawakan bibi,Adiba masih saja diam didepan meja riasnya
" nduk,,,Gus hafid sudah dari tadi Lo menunggu kasian dia,gak ada yang nemani,bapak juga ada balai desa"
tanpa bicara apa apa Adiba berdiri dan menuju ruang tamu,disana dia hanya berdiri di dekat tempat duduk ruang tamu itu,
" assalamualaikum neng" Gus hafid melempar senyum manisnya
" waalaikumussalam"
" apa sudah siap?"
" Enji Gus"
Gus hafid berdiri dan berpamitan kepada ibu Adiba,tanpa senyum dan kata kata Adiba membuntuti Gus hafid,Adiba membuka pintu belakang mobil Gus hafid
" kenapa di belakang neng,apa saya lebih pantas jadi sopir ya?"
Adiba mengurungkan niatnya untuk di belakang ,hafid membukakan pintu depan mobilnya,perjalanan berlangsung tanpa ada saling bicara di antara mereka,hanya sesekali Gus hafid melirik Adiba yang sedang sibuk dengan handpone nya,mobil berhenti di depan tempat perancang gaun ternama di kota itu, Gus hafid mempersilahkan Adiba keluar ,Adiba berdiri diam saja di dekat pintu mobil enggan melangkahkan kakinya kedalam toko itu
" mari neng!" tegur Gus hafid mengagetkannya,mereka berjalan layaknya seperti pembantu dan tuannya,bukan seperti pasangan yang akan menikah,Adiba berjalan terus membentuti Gus hafid yang tengah melihat gaun gaun yang di pajang disana
dan jatuhlah pandangannya pada sebuah gaun muslimah berwarna putih nampak sederhana tapi elegant, tidak banyak Monti juga tapi bawahannya sangat panjang
" yang ini gimana neng?" sambil menunjuk gaun itu
" saya ngikut aja Gus"
" kenapa jawabannya gak semangat gitu si neng?"
saya memang gak semangat dengan pernikahan ini Gus,saya hanya coba lari dari kenyataan dan rasa sakit ini
" saya manut aja Gus,sebagai istri kan memang harusnya demikian" Adiba memberi alasan
__ADS_1
"kalau kamu suka ini,saya bilang ke kasirnya ya".
" silahkan Gus"
Gus hafid menghampiri pelayan toko itu dan bilang mau ngambil gaun yang itu,pelayan toko itu melepas gaun dari tiangnya,dan meminta Adiba untuk mencobanya
" silahkan di coba dulu nona!"
" tidak usahlah bak,ini sudah cocok kok"
" bukan begitu nona,takutnya kebesaran atau kekecilan nanti kami akan memermaknya sebelum hari H"
dengan terpaksa Adiba masuk ke ruang ganti
lama sekali dia memasang gaun itu di tubuhnya,setelah selesai dia keluar
Gus hafid memandanginya dengan durasi yang lama
" ada yang kurang pas nona?"
" baiklah,kami bungkus ya,ada yang lain lagi ,
riasan hena mungkin?"
" kalian antar hari H saja ,ya,,karna saya butuh jasa rias wajah dan hena juga" Gus menjawab. pertanyaan pelayan itu,
setelah selesai mebayar dan memberi alamat mereka keluar dari toko itu,
di teras toko Gus hafid berbisik di telinga Adiba
" kamu chantik sekali dengan gaun itu"
" terima kasih Gus,saya biasa saja kok"
setelah memilih gaun Gus hafid tidak langsung pulang,dia mengajak Adiba ke tempat makan karb memang sudah waktunya makan siang,Gus hafid hentikan mobilnya di depan warung kuliner yang banyak sekali pengunjungnya
__ADS_1
tempatnya sejuk karna banyak pohon pohon besar mengelilingi warung itu,di tambah lagi dengan banyak tanaman hijau di sekelilingnya,di tambah lagi kenikmatannya karna duduknya di lantai yang terbuat dari kayu,,,pelayan menghampiri mereka
" mau pesan apa tuan?" seorang pelayan menanyai Malik yang sedang melihat menu yang ada di mejanya
" saya pesan yang ini saja" menunjuk tulisan no 11 yang berisi menu bebek pedas manis
" baiklah tuan ,dan anda nona,Adiba tersentak dan mengalihkan pandangannya yang sedari tadi melihat kupu kupu yang tengah berkejaran di area tanaman warung,menanggapi panggilan pelayan
" oh saya pesan sama saja sama masnya"
baiklah minumnya
" teh hangat saja "
" dan anda tuan?"
" sama saja wes"
cukup lama mereka menunggu hidangan
makan siang,Adiba kembali memandang kearah tumbuhan tumbuhan yang tumbuh di sekitar warung itu,
" neng jika neng tidak suka dengan pernikahan ini,saya bisa batalkan neng"
" ti tidak Gus,kenapa harus tidak senang?"
" lantas kenapa dari tadi diam saja"
" sssaya hanya sungkan saja,tidak terbayang di benak saya,saya akan berjalan dengan anda"
" kenapa sungkan neng,saya kan juga manusia,toh akhirnya kalau kita memang benar benar berjodoh kita akan sering bersama"
Adiba menghela nafas panjang dia tidak tau mau menyambung dengan kalimat apa ,kalimat Gus hafid barusan,hidangan sudah ada di meja mereka,Gus hafid mempersilahkan calon istrinya untuk menyantap makan siangnya,
" silahkan neng!"
__ADS_1
Adiba mengangguk dan tersenyum