Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Aliya dan nyonya irawan


__ADS_3

Mobil mewah itu memasuki gerbang utama yang di bukakan oleh dua penjaga,halaman,kebun,dan tiang tiang rumah ini masih tetap seperti dulu waktu Malik mau pergi,,tidak ada satupun yang berubah,setelah mobil itu berhenti tampak seorang yang se usia Irawan membukapintu depan,dia lah pak Mus,begitu seisi rumah memanggilnya ,dia kepala pelayan rumah itu,Malik belum mengenal orang itu,karna dulu dia tidak ada,,dulu hanya 3 pelayan wanita dan satu tukang kebun,yang pekerjaannya sering Malik bantu,pelayan itu berjalan cepat menuju mobil,setelah sopir membuka pintu,dan ketiga orang isi mobil keluar,,pak Mus memberi salam


"selamat datang tuan" menganggukkan kepala",ada yang bisa saya bantu"


"bawalah barang barang Malik di bagasi,dan mintalah bantuan pada yang lain!"


"baik tuan!"


ketiga penghuni rumah itu memasuki rumah


"assalamualaina waala ibadillahisshilihin"


Malik tidak pernah melupakan kalimat itu,ketika dia memasuki ruangan,


"Malik kau pergilah beristirahat,kamarmu sudah di bereskan oleh pak Mus kalau butuh sesuatu paggil pak Mus saja,,aku akan kembali ke kantor,,"lalu nyonya Irawan mencium tangan Irawan,wanita itu memang jarang berbicara,,sudah hampir 7 tahun pernikahannya dengan Irawan dia belom di karunia anak juga,sebenarnya Malik pertama kalinya melihat wanita itu,karna pak Irawan menikahinya,waktu Malik Masihdi luar negri,semenjak istrinya meninggal, Irawan tidak pernah menambatkan hatinya kepada wanita lain, ibunya maliklah yang mengurus Irawan dan aliya,,tapi Malik berumur 15 th,dan Aliya masih 10Th waktu itu ibu Malik meninggal,dan sejak itulah Aliya jadi lebih sering diam,dan hanya maliklah teman satu-nya,yang di ajaknya mengisi waktu,karna memang Irawan jarang pulang sore,,


sebenarnya hubungan Aliya dan ibu tirinya itu tidak begitu baik,bukan ibu tirinya yang tidak baik,melainkan sikap Aliya yang kurang baik kepadanya,tapi entahla kenapa dia belum bisa menerima ibu tirinya sampai 7 tahun lamanya,hanya dia dan tuhan yang tau,


"pak Mus jangan lupa tanyakan pada Malik,mungkin dia butuh sesuatu,makanan ringan mungkin,untuk menemani istirahatnya,," kata nyonya Irawan,menegur pak Mus yang mengangkut barang menuju kamar Malik

__ADS_1


"baik nyonya"


Di kamar Malik masih tampak mengeluarkan isi kopernya satu persatu,dan mulai memindahkannya ke lemarinya,


"biar saya yang merapikan den" suara pak Mus yang memasuki kamar Malik dan membawa barang barang yang tersisa tadi


"tidak usak pak Mus,saya bisa sendiri"


"tapi Aden kan capek ,baru datang,lagian saya takut kena marah den"


"tidak akan ada yang marah pak Mus,saya kan juga pembantu di sini?"


karna memang Irawan tidak memberi tahunya,


"jangan bercanda den"


"siapa yang bercanda,memang itulah kenyataannya"


"tapi den,tadi tuan dan nyonya bilang,suruh bereskan kamar karna putra sulungnya mau datang katanya"

__ADS_1


Malik jadi terpaku mendengar penjelasan pak Mus,ternyata majikannya benar benar berhati malaikat,bahkan dia sudah menganggap Malik sebagai putra sulungnya,


"den!"


"iya" Malik terkejut ,tersadar dari lamunannya


"silahkan beristirahatlah,biar saya yang membereskannya"


"sudah tidak usa,pak Mus silahkan kembali


tenaga saya masih cukup untu mengerjakan semua ini"


"tapi den"


"tidak apa apa,pergilah"


"kalau begitu saya permisi den"


pak Mus kemudian keluar dan menutup pintu

__ADS_1


__ADS_2