Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
MARAH


__ADS_3

Dua hari sudah adiba melalui harinya menjadi pengantin,dua hari berlalu sangatlah lambat dimana dia harus menjalani hari nya bersama orang orang yang seharusnya dia menunduk tak dzim berada di hadapan mereka ,justru dia harus sering bertemu dan duduk dengan mereka,lebih lebih putra dari sang guru Gus hafid dia harus selalu berdua di kamar tanpa ada perasaan apapun,jenuh canggung,dan bosan itulah yang menyelimuti Adiba


Makan malam sudah tersedia di meja makan dia kini duduk di antara tiga gurunya,


yang mana dulu dialah yang sering menyiapkan makanan di meja itu bergantian dengan salah satu temannya,tapi kini dialah yang duduk di depan meja itu


" nduk,, anggaplah rumah sendiri jangan sungkan,ini akan berlangsung terus menerus,bukan untuk hari ini saja"


Bu nyai mengagetkannya yang sedari tadi hanya memandangi makanan yang ada di depannya, Gus hafid hanya melempar senyum ketika Adiba menoleh kepadanya karna teguran bunyai


usai makan malam Adiba langsung pamit ke kamar,dia duduk di sofa yang tersedia di depan ranjang,dia menghela nafas panjang


matanya mengamati setiap dekorasi yang ada di kamar itu,


" kenapa neng ,jika tidak suka neng bisa merubah sesuai selera neng"


Gus hafid tiba tiba berdiri di dekatnya,kemudian duduk di dekat Adiba

__ADS_1


" ti tidak Gus,semuanya bagus"


" buka saja jilbabnya neng kan sudah di kamar,"


seakan tidak mendengar Adiba hanya tersenyum karna tidak ada respond Gus hafid mencoba perlahan membukanya,Adiba diam saja karna dia takut salah,kemudian Gus hafid merapikan rambutnya yang berantakan menutupi pipi karna terbawa jilbabnya


perlahan Gus hafid mendekatkan wajahnya ke wajah adiba,seketika tubuh Adiba terasa panas dingin hampir saja sesuatu yang istimewa akan mengenai bibir Adiba ,tapi Adiba langsung berdiri menghindarinya


" maafkan saya Gus ,saya belom siap"


Gus hafid pun berdiri dan kembali mengambil pecinya dan keluar kamar


karna merasa bersalah dan juga masih tercampur dengan bayang bayang Malik


dia mencurahkan semua kesedihannya


di bawah guling dan selimut,

__ADS_1


aku tidak berdaya Gus ,aku tidak mampu menghadapi ini semua


bel berbunyi tiga kali itu tandanya semua santri harus mengakhiri aktifitasnya,tapi Adiba masih terus saja sesenggukan menahan tak bisa menahan deras cucuran air


matanya mendengar suara pintu terbuka dia sekuat tenaga menahan sesenggukan ya,dan menahan air matanya,dia pura memjamkan matanya,dengan sangat pelan Gus hafid merebahkan badannya,tanpa sengaja senggukan Adiba muncul,Gus hafid mendekatkan bantalnya ke bantal Adiba


" maafkan saya neng ,sebagai manusia biasa


saya hanya tidak kuasa menhan amarah saya,maka dari itu saya pergi takut akan semakin di goda oleh setan dan terjadi hal hal yang tidak di inginkan"


Adiba makin keras sesenggukan ya karna semakin merasa bersalah,seharusnya dialah yang minta maaf,dia tidak bisa mengeluarkan kata kata,Gus hafid membelai rambutnya


" tidurlah neng saya tidak akan melakukannya hingga neng benar benar sudah siap menerima, karna Al Qur'an pun melarang melakukannya dalam keadaan istrinya yang tidak siap atau di paksa"


terbuat dari apa sih hatimu Gus,,,


kenapa kau tidak memarahiku ,malah justru kau minta maaf padaku,akulah pendosa itu,pikiranku mengkhianatimu,aku tidak berdaya Gus,,,

__ADS_1


Adiba membiarkan Gus hafid membelai rambutnya,hingga pasangan itu sama sama terlelap dalam mimpi masing masing ,seakan tak ada hubungan apa apa ,dan tanpa melakukan apa apa


__ADS_2